Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Yudisium Tutup Darul Arqom, Santri Ponpes Modern Paciran Siap Menatap Masa Depan

Iklan Landscape Smamda
Yudisium Tutup Darul Arqom, Santri Ponpes Modern Paciran Siap Menatap Masa Depan
Puluhan santri kelas XII Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran dilepas dengan Yudisium (Maftuhah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran menutup rangkaian kegiatan Darul Arqom Purna Santri dengan prosesi yudisium bagi santri kelas XII, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi penanda resmi kelulusan sekaligus berakhirnya masa pembinaan intensif bagi para santri.

Acara tersebut dihadiri jajaran pengurus pondok, Qismul Ri’ayah, para pembina, kepala madrasah di lingkungan Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran, serta wali santri.

Sebanyak 34 santri mengikuti prosesi yudisium. Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah menuntaskan rangkaian program Darul Arqom Purna Santri dan menerima syahadah sebagai bukti kelulusan. Secara akademik, para santri tersebut juga dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda resmi madrasah sebagai tanda tamat belajar pada Mei mendatang.

Program Darul Arqom Purna Santri sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 April 2026. Yudisium menjadi puncak kegiatan sekaligus momen reflektif bagi para santri sebelum melangkah ke fase kehidupan berikutnya.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu peserta, M. Khodi’ Naufal, mengajak rekan-rekannya untuk menghargai setiap proses yang telah dilalui selama di pesantren.

“Apapun yang telah kita lalui, kenanglah. Karena semua ini tidak akan pernah terulang kembali. Kelak, saat kita meraih kesuksesan, kita akan menoleh ke belakang dan mengingat bahwa kita pernah menjadi santri di pondok ini,” ujarnya.

Pembelajaran yang Terus Berlanjut

Sementara itu, Kepala Qismul Ri’ayah, Taqwim, S.Pd., berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater.

“Kalian adalah aset terbaik pondok. Saat kembali ke tengah masyarakat, jagalah nama baik pondok dan jangan sampai mencoreng citranya,” tegasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Nasihat juga disampaikan Mudir Ponpes Modern Paciran, KH Rifqi Rosyidi, Lc., M.Ag. Ia menekankan bahwa berakhirnya Darul Arqom bukanlah akhir dari proses belajar.

“Proses awal telah selesai, namun bukan berarti pembelajaran juga berakhir. Ilmu yang diperoleh di ma’had harus terus dikembangkan dan disebarluaskan melalui dakwah Muhammadiyah,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam menghadapi persoalan kehidupan.

Orang bijak adalah mereka yang mampu dan mau menyelesaikan masalah, bukan justru menghindarinya,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang telah ditanamkan selama Darul Arqom sebagai bekal dalam menapaki masa depan, sekaligus tetap menjaga identitas sebagai alumni Pondok Pesantren Modern Paciran. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 18/04/2026 20:23
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu