Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi melepas 40 peserta Praktikum Kelembagaan Internasional pada Jumat (31/7/2026).
Program kolaboratif tersebut melibatkan 30 mahasiswa UMM dan 10 mahasiswa Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) di tingkat internasional.
Acara pelepasan berlangsung di Jembatan GKB I Kampus III UMM dan dihadiri jajaran pimpinan universitas, dekanat, serta perwakilan lembaga mitra.
Praktikum Kelembagaan Internasional dirancang untuk mengintegrasikan kompetensi akademik mahasiswa dengan praktik lapangan dalam menangani berbagai persoalan kesejahteraan sosial.
Mahasiswa akan terlibat langsung dalam pendampingan masyarakat, mulai dari isu perlindungan kelompok rentan hingga penanganan stigma kesehatan mental.
Dekan FISIP UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., mengatakan program tersebut merupakan bagian dari strategi fakultas dalam memperluas jejaring kerja sama internasional.
“Kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kaya bagi mahasiswa, memperluas perspektif mengenai praktik pekerjaan sosial, sekaligus memperkuat kompetensi lintas budaya yang sangat dibutuhkan di era global,” ungkapnya.
Kepala Laboratorium Kesejahteraan Sosial UMM, Eko Rizqi Purwo Widodo, menjelaskan bahwa mahasiswa akan ditempatkan di berbagai lembaga pelayanan sosial di Indonesia maupun Malaysia.
Di Indonesia, lokasi praktikum meliputi:
- UPT RSBN Malang
- UPT RSBL Pasuruan
- UPT RSBRW Pasuruan
- Lapas Kelas I Malang
- LPKA Blitar
- Muhammadiyah Children Center Lawang
Sementara di Malaysia, mahasiswa akan menjalani praktikum di:
- Hospital Canselor Tuanku Muhriz (HCTM)
- Pusat Pemerkasaan Remaja (PERKASA) Universiti Kebangsaan Malaysia
- Adab Youth Garage (AYG)
Selama praktik, mahasiswa akan memperoleh pengalaman melakukan asesmen sosial, menyusun rencana intervensi, mendampingi klien, mengembangkan program, hingga mengevaluasi pelayanan sosial sesuai standar profesi pekerja sosial.
Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga integritas dan kepekaan sosial yang tinggi.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai kompetensi akademik, tetapi juga membangun kepekaan sosial, kemampuan berkolaborasi lintas budaya, serta integritas sebagai calon pekerja sosial profesional,” pesannya.
Kehadiran 10 mahasiswa Program Kerja Sosial dari Universiti Kebangsaan Malaysia memberikan kesempatan bagi mahasiswa UMM untuk saling bertukar pengalaman dan memperluas wawasan mengenai sistem pelayanan sosial di kedua negara.
Kolaborasi tersebut juga menjadi sarana memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus memahami berbagai pendekatan pemberdayaan masyarakat dari perspektif global.
Melalui penyelenggaraan Praktikum Kelembagaan Internasional ini, UMM menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kesejahteraan sosial di tingkat lokal maupun internasional.





0 Tanggapan
Empty Comments