Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Amaliyah Tadris Smamita, Siswa Tahfidz Berbagi Ilmu Al-Qur’an

Iklan Landscape Smamda
Amaliyah Tadris Smamita, Siswa Tahfidz Berbagi Ilmu Al-Qur’an
Siswa Tahfidz Class XII-4 Smamita sedang melangsungkan Amaliyah Tadris di SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
pwmu.co -

Belajar tidak hanya tentang menerima ilmu, tetapi juga bagaimana mengamalkannya dan memberikan manfaat kepada orang lain. Semangat inilah yang menjadi ruh Program Amaliyah Tadris siswa Tahfidz Class XII-4 SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita).

Program yang berlangsung selama dua pekan, mulai Senin (24/8/2026) hingga Jumat (4/9/2026), tersebut dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SMP Muhammadiyah 2 Taman, MTs Muhammadiyah 1 Taman, dan SD Muhammadiyah 3 Ikrom.

Melalui program ini, siswa Tahfidz Class XII-4 Smamita tidak hanya belajar mengajar, tetapi juga berlatih mengamalkan ilmu Al-Qur’an sekaligus memperoleh pengalaman bermasyarakat sejak di bangku sekolah.

Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom Ustadzah Nur Suciati, M.Pd. menyambut baik pelaksanaan Amaliyah Tadris tersebut. Menurutnya, program ini sejalan dengan program tahfidz yang dikembangkan di sekolahnya.

“Kami sangat menerima niat baik Smamita untuk mengamalkan ilmunya. Kebetulan sekolah kami juga memiliki program tahfidz, sehingga bisa selaras dan sangat cocok ilmunya bisa ditularkan kepada adik-adiknya,” ujarnya.

Ia berharap siswa Tahfidz Class Smamita dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan, khususnya dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an dengan baik dan tepat.

“Sebagaimana pesan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” tuturnya.

Belajar dengan Kasih Sayang

Ustadzah Nur Suciati mengungkapkan, kehadiran siswa Smamita dalam program serupa pada tahun sebelumnya memberikan warna dan kesan mendalam bagi siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom.

Ketika program berakhir, beberapa siswa bahkan merasa kehilangan dan menangis karena telah merasa nyaman belajar bersama kakak-kakak dari Smamita.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Berarti anak-anak diajar dengan penuh kasih sayang. Pendekatannya juga luar biasa, itu yang membuat mereka merasa kehilangan,” ungkapnya.

Menurutnya, mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang tepat. Karakter anak yang aktif membuat proses pembelajaran tidak selalu harus berlangsung dalam suasana yang kaku dan tenang.

“Anak-anak di sini superaktif, tidak perlu kaget. Belajar tidak harus selalu duduk dengan tenang. Kami tidak membatasi, tetapi mengarahkan keaktifan mereka karena itu bisa menjadi ciri anak yang cerdas,” jelasnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia pun berpesan kepada siswa Smamita agar tetap sabar dalam menghadapi beragam karakter anak selama menjalankan Amaliyah Tadris.

“Mohon bisa dibimbing dan menjadi perhatian. Ilmu yang diberikan pasti bermanfaat dalam mengamalkan ilmu. Semoga juga menjadi keberkahan bagi semuanya,” ujarnya.

Menjadi Bekal Bermasyarakat

Sementara itu, Wakil Kepala Smamita Bidang Humas Mokhamad Ikhuwan, S.Pd. menjelaskan, Amaliyah Tadris menjadi bagian dari proses pembelajaran siswa untuk mengenal kehidupan bermasyarakat.

“Di sini mereka belajar untuk mulai bermasyarakat, menyesuaikan diri, sambil belajar dan mengaji Al-Qur’an serta membagi ilmunya kepada adik-adiknya,” katanya.

Ia menilai pengalaman berinteraksi langsung dengan siswa sekolah dasar maupun menengah akan menjadi bekal penting bagi siswa Tahfidz Class Smamita.

“Memang mereka masih dalam masa bermain. Kami mohon maaf jika merepotkan dan mohon bimbingan untuk anak-anak kami. Semoga mereka memiliki jam terbang yang tinggi dan ilmu-ilmu yang dimiliki bisa diamalkan sehingga menjadi keberkahan di kemudian hari,” ujarnya.

Mokhamad Ikhuwan juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mendukung dan bersedia menerima siswa Smamita dalam program Amaliyah Tadris.

Menurutnya, pengalaman berbagi ilmu secara langsung tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa yang diajar, tetapi juga menjadi pembelajaran berharga bagi siswa Smamita. Mereka belajar melatih kesabaran, komunikasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab.

Melalui Amaliyah Tadris, siswa Tahfidz Class XII-4 Smamita diharapkan tidak berhenti menjadi penghafal Al-Qur’an. Lebih dari itu, mereka mampu menjadikan ilmu yang dimiliki sebagai cahaya yang menerangi dan memberikan manfaat bagi orang lain. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu