Sebanyak 2.064 pelajar dari berbagai daerah di Indonesia siap menunjukkan kemampuan dalam Moehi National Competition (Monaco) ke-11 Tahun 2026. Ajang kompetisi yang digelar Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta itu resmi dibuka di Grha As Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Kamis (20/8/2026).
Pembukaan Monaco XI berlangsung pukul 07.00 hingga 09.30 WIB dengan dihadiri peserta, pendamping, panitia, dan tamu undangan. Kompetisi tersebut mengusung tema “Conquer the Galaxy, Appear as the Starlight”.
Melalui tema tersebut, penyelenggara menyediakan ruang bagi pelajar tingkat SMP dan SMA/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia untuk menggali serta mengembangkan potensi, minat, dan bakat mereka.
Ketua Panitia Monaco XI, Anggun Maheswari Bintha, memperkenalkan Monaco sekaligus menjelaskan semangat penyelenggaraan kompetisi yang telah memasuki tahun ke-11.
Menurutnya, Monaco menjadi ruang bagi para pelajar untuk bertemu, berkompetisi, mengembangkan kemampuan, dan memperoleh pengalaman baru di luar lingkungan sekolah masing-masing.
Hadirkan 20 Bidang Perlombaan
Pada penyelenggaraan tahun ini, Monaco XI menghadirkan 20 bidang lomba yang mencakup berbagai bidang kemampuan pelajar.
Cabang yang dipertandingkan meliputi Olimpiade IPA, Olimpiade IPS, Olimpiade Matematika, Cipta Puisi, Story Telling, Speech Contest, Basket, Fashion Show, Poster Digital, Fotografi, Da’i Muda, CCAI, MHQ, MTQ, Esai, Tapak Suci Fighting, Tapak Suci Seni Tunggal, Tapak Suci Seni Ganda, Mobile Legends, Free Fire, dan Solo Vocal.
Keragaman perlombaan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan di bidang akademik, olahraga, seni, keagamaan, teknologi, komunikasi, dan kreativitas.
Semangat “Conquer the Galaxy, Appear as the Starlight” diharapkan dapat mendorong setiap peserta untuk berani menghadapi tantangan, mengenali potensi terbaik, serta menunjukkan kemampuan melalui bidang yang diminati.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan Monaco XI. Menurutnya, kegiatan besar tersebut dapat terlaksana melalui kolaborasi panitia, sekolah, peserta, pendamping, hingga mitra yang memberikan dukungan.
Herynugroho menilai Monaco memiliki nilai pendidikan yang kuat. Tidak hanya bagi peserta, kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar bagi para panitia untuk melatih kepemimpinan secara langsung.
Para panitia mendapat pengalaman dalam mengatur kegiatan, bekerja dalam tim, berkomunikasi, menyelesaikan persoalan, mengambil keputusan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Sementara bagi peserta, Monaco menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus bertemu dan membangun relasi dengan pelajar dari berbagai daerah.
Ia berharap seluruh peserta memperoleh pengalaman positif selama berada di lingkungan SMA Muhi serta menjadikan kompetisi sebagai ruang untuk memberikan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan persahabatan.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan Monaco XI juga disampaikan Uce Veriyanti, M.M., selaku Ketua Tim Kerja Kesetaraan dan Wajib Belajar 13 Tahun Direktorat Jenderal SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, Monaco menjadi bagian dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman belajar di luar pembelajaran reguler di kelas.
Para peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi, mengambil keputusan, mengembangkan kemampuan, menerima kemenangan dan kekalahan, menghargai orang lain, membangun komunikasi, serta bertanggung jawab terhadap pilihan dan tindakan.
Uce juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat agar perkembangan murid dapat berlangsung secara optimal.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Monaco XI turut disampaikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diwakili Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd.
Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan pelajar dari berbagai daerah memiliki makna penting karena menghadirkan keragaman sekaligus membuka ruang kolaborasi.
Keragaman dan kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi Indonesia Emas 2045.
Ia berharap Monaco tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi juga dapat melahirkan kreativitas dan inovasi dari para pelajar.
Di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang berlangsung cepat, kreativitas dan inovasi menjadi kemampuan penting agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menciptakan sesuatu yang bermanfaat.
Irwan Akib juga mengajak para pelajar untuk menggunakan media sosial secara bijak sebagai sarana belajar, berkarya, dan menyebarkan kebaikan.
Rangkaian Monaco #11 Tahun 2026 berlangsung hingga Sabtu (22/8/2026) dan ditutup dengan acara Millennial. Dengan jumlah peserta mencapai 2.064 orang serta 20 bidang perlombaan, Monaco menjadi ruang perjumpaan sekaligus pertukaran pengalaman antarpelajar dari berbagai daerah.
Melalui kompetisi tersebut, para peserta tidak hanya ditantang untuk meraih prestasi, tetapi juga diajak membangun relasi positif, menghargai perbedaan, serta menjadikan setiap tantangan sebagai bagian dari proses pengembangan diri.
Sejalan dengan semangat “Conquer the Galaxy, Appear as the Starlight”, Monaco XI diharapkan terus menjadi wadah pembinaan generasi muda yang memadukan prestasi, karakter, kreativitas, inovasi, kepemimpinan, sportivitas, dan persahabatan.





0 Tanggapan
Empty Comments