Gelar juara umum pada Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup XI Tahun 2026 bukan menjadi akhir perjalanan bagi Tapak Suci Pimda 072 Kota Probolinggo. Justru, capaian tersebut menjadi pijakan untuk melanjutkan perjuangan ke panggung Jawa Timur.
Sebanyak 10 atlet Tapak Suci Pimda 072 Kota Probolinggo dari kategori prestasi kelompok usia remaja berhasil lolos ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Ngawi, (6–11/9/2026).
Kesepuluh atlet tersebut akan memperkuat IPSI Kota Probolinggo dalam dua kategori, yakni tanding dan seni.
Pada kategori tanding remaja putra, terdapat enam atlet, yaitu Rafay Maher Putra Disa kelas C, Alvin Bhanu Putra kelas D, Rizki Eka Prasetyo kelas F, Ary Naufal Aydin Azzam kelas G, Akhdan Fadhil Zaki kelas H, dan Muhammad Raffa F.N.A. kelas I.
Sementara kategori tanding remaja putri diwakili Almira Kalyca Kalis kelas D, Tryfty Qurota Hana kelas F, dan Livia Dinia Putri kelas G.
Adapun pada kategori seni tunggal putri, Tapak Suci Pimda 072 mengirimkan Vriska Nafisah.
Kesiapan Teknik, Fisik, dan Mental
Manajer Tim Tapak Suci Kota Probolinggo, Sunarpi, mengatakan persiapan menghadapi POPDA di Ngawi dilakukan secara menyeluruh dengan memastikan kesiapan teknik, fisik, dan mental para atlet.
“Dalam persiapan menghadapi POPDA di Kabupaten Ngawi, kami fokus memastikan kesiapan atlet secara teknik, fisik, dan mental melalui program latihan yang terarah serta evaluasi berkelanjutan. Target kami realistis, yaitu memberikan penampilan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan meraih prestasi secara maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, persiapan tidak hanya diarahkan pada pencapaian hasil pertandingan, tetapi juga memastikan atlet memiliki kesiapan yang cukup untuk menghadapi persaingan di tingkat Jawa Timur.
Mempertahankan Lebih Berat daripada Meraih
Sekretaris Pimda 072 Tapak Suci Kota Probolinggo, Samsul Arifin, M.Pd., Pendekar Kepala, memaknai capaian tersebut sebagai hasil dari proses pembinaan yang telah berlangsung secara berkelanjutan.
Ia menyebut keberhasilan Tapak Suci pada 2026 bukanlah yang pertama. Sejak Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup digelar di Kota Probolinggo, Tapak Suci disebut selalu meraih juara umum.
“Keberhasilan tim Tapak Suci di tahun 2026 ini bukanlah yang pertama kali. Sejak kejuaraan pencak silat Wali Kota Cup hadir di Kota Probolinggo, Tapak Suci selalu menjadi juara umum. Artinya, ke depan sukses Tapak Suci ini adalah sukses kita bersama dan ini harus kita pertahankan. Mempertahankan memang jauh lebih berat daripada meraih,” tuturnya.
Karena itu, Samsul mengingatkan seluruh kontingen agar tidak larut dalam keberhasilan. Para atlet dan pelatih perlu tetap bersyukur, rendah hati, menjaga keutuhan kontingen, serta menjunjung kesantunan di mana pun berada.
“Pandai-pandailah bersyukur atas keberhasilan ini dan tetaplah rendah hati, tetap menjaga keutuhan kontingen, serta tetap santun kepada siapa pun yang ada di sekitar kita, kapan pun dan di mana pun kita berada,” pesannya.
Kekompakan Menjadi Kekuatan
Sementara itu, salah satu pelatih Tapak Suci, Izul Fikri Arif Tamamy, S.H., yang akrab disapa Kak Izul oleh para atlet, menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama orang tua atau wali atlet serta kekompakan para pelatih.
Selain menjadi pelatih kategori fight di Tapak Suci, Kak Izul juga aktif sebagai pelatih kategori seni dan telah beberapa kali meraih juara di tingkat kota, provinsi, maupun nasional. Pengalaman tersebut turut mendukung proses pembinaan dan pengembangan kemampuan para atlet.
“Kami senantiasa berkoordinasi, bekerja sama, saling mengisi, dan melengkapi kekurangan masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, kedisiplinan dalam latihan menjadi fokus utama selain pembinaan teknik. Koordinasi antar pelatih dilakukan sejak sebelum pemusatan latihan untuk menyusun strategi sekaligus mengevaluasi perkembangan atlet.
“Alhamdulillah, konsep yang kami komunikasikan dapat ditindaklanjuti bersama. Kekompakan ini menjadi kekuatan dalam mempersiapkan atlet menghadapi POPDA,” tambahnya.
Wali Kota Cup XI, Bukan Garis Akhir
Keberhasilan lolos ke POPDA Jawa Timur tersebut berawal dari penampilan para atlet pada Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup XI Tahun 2026 yang berlangsung di GOR Mastrip, Kedopok, Kota Probolinggo, 26–27 September 2026.
Dalam kejuaraan tersebut terdapat kategori pemasalan dan prestasi. Para atlet yang berlaga pada kategori prestasi dan meraih hasil terbaik selanjutnya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan perjuangan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bagi Tapak Suci Pimda 072, capaian sebagai juara umum Wali Kota Cup XI bukanlah garis akhir. Keberhasilan itu justru menjadi awal untuk mempersiapkan diri menghadapi persaingan yang lebih luas di tingkat Jawa Timur.
Sepuluh atlet remaja kini memiliki tantangan berikutnya di POPDA Jawa Timur di Ngawi. Dengan bekal hasil pertandingan, pengalaman, kedisiplinan latihan, dukungan orang tua, serta kekompakan tim pelatih, mereka dipersiapkan untuk memberikan penampilan terbaik dan membawa nama IPSI Kota Probolinggo.
Perjalanan dari Wali Kota Cup XI menuju POPDA pun menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan. Bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi membentuk atlet yang mampu bertanding dengan disiplin, menjunjung sportivitas, tetap rendah hati, dan siap membawa nama daerah di panggung Jawa Timur. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments