Lalat termasuk hewan yang tidak disukai oleh manusia, kecuali oleh ilmuwan zoologi. Pasalnya hewan kecil ini senang pada yang kotor dan bau busuk. Apalagi lalat warna hijau biasa berkumpul di kotoran manusia, sampah dan bangkai.
Namun hewan ini tetap berterbangan dan berkembang biak di sekitar manusia. Terutama di lingkungan yang kumuh.
Lalat memang suka mengganggu manusia. Saat manusia makan di tempat terbuka ada saja lalat yang hinggap tiba-tiba di atas makanan.
Manusia merasa jijik dengan lalat, apalagi jika hinggap di atas makanannya. Karena pada kakinya yang kotor dipandang dapat membawa dan menebar virus dan kuman penyakit.
Pelajaran dari lalat
Namun siapa menyangka jika lalat ini diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengandung pelajaran berharga bagi manusia. (QS. An Nur:45) Beberapa pelajaran yang dapat dipetik antara lain sebagai berikut:
Pertama, kebenaran tauhid
Kehadiran dan diciptakannya lalat oleh Allah Azza Wa Jalla adalah sebagai petunjuk tentang tauhid. Yakni tentang keesaan Allah. Bahwa hanya Ialah yang berhak disembah dan diibadahi, bukan yang lainnya.
Lalat inipun telah dijadikan perumpamaan oleh Allah Azza Wa Jalla sebagai bukti. Bahwa berhala-berhala atau apa yang disembah oleh manusia selain Allah tidak bisa dan mampu menciptakan seekor lalat pun, baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama. Sesuai firman Nya:
“Wahai manusia, telah dibuat suatu perumpamaan. Maka, dengarkanlah! Sesungguh nya segala apa yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya…. Lemahnya yang menyembah dan disembah”. (QS. Al Hajj:73).
Kedua, penyebab masuk surga dan neraka
Hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Dari Thariq bin Syihab, (beliau menceritakan) bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
“Ada seorang lelaki yang masuk surga gara-gara seekor lalat dan ada pula lelaki lain yang masuk neraka gara-gara lalat.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Bagaimana hal itu bisa terjadi wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ada dua orang lelaki yang melewati suatu kaum yang memiliki berhala. Tidak ada seorangpun yang diperbolehkan melewati daerah itu melainkan dia harus berkorban (memberikan sesaji) sesuatu untuk berhala tersebut. Mereka pun mengatakan kepada salah satu di antara dua lelaki itu, “Berkorbanlah.”
Ia pun menjawab, “Aku tidak punya apa-apa untuk dikorbankan.” Mereka mengatakan, “Berkorbanlah, walaupun hanya dengan seekor lalat.” Ia pun berkorban dengan seekor lalat, sehingga mereka pun memperbolehkan dia untuk lewat dan meneruskan perjalanan.
Karena sebab itulah, ia masuk neraka. Mereka juga memerintahkan kepada orang yang satunya, “Berkorbanlah.”
Ia menjawab, “Tidak pantas bagiku berkorban untuk sesuatu selain Allah ‘azza wa jalla.” Akhirnya, mereka pun memenggal lehernya. Karena itulah, ia masuk surga.” (HR. Ahmad dalam Az Zuhud hal. 15, dari Thoriq bin Syihab dari Salman Al Farisi radhiyallahu).
Ketiga, keunggulan lalat dari manusia
Ternyata lalat yang diciptakan oleh Allah Azza Wa Jalla memiliki keunggulan dari manusia. Hal ini dapat dilihat dari kecepatan terbangnya walau dia memiliki tubuh dan kedua sayap yang kecil-kecil.
Karena terbang begitu cepat sehingga lalat bisa mengambil sedikit makanan manusia. Sedang manusia itu tidak dapat merebut kembali yang diambil oleh lalat tersebut. Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla.
“…Jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak dapat merebutnya kembali dari lalat itu…” (QS. Al Hajj: 73).
Keempat, mengandung ilmu kesehatan
Pada lalat juga terdapat pelajaran dan ilmu pengetahuan tentang kesehatan. Bahwasanya pada sayap lalat itu terdapat penyakit atau racun, dan pada sayap lainnya mengandung obat atau zat penawarnya.
Karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya, apabila lalat itu masuk ke dalam bejana atau gelas yang ada air di dalamnya, telah diberikan dua pilihan untuk menjaga kesehatan.
Pilihan pertama jika hendak diminum atau mau dimakan juga, maka lalat itu dicelupkan lebih dahulu, supaya zat penawarnya dapat mencegah racun atau bibit penyakitnya, lalatnya dibuang lebih dahulu.
Kedua, jika tidak mau memakan dan meminumnya, makanan bisa dibuang bersama lalatnya.. Sesuai hadits di bawah ini.
“Apabila seekor lalat jatuh di dalam minuman salah seorang dari kalian, hendaklah ia mencelupkannya (ke dalam minuman) lalu membuangnya, karena pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang lainnya terdapat obat.” (HR. Bukhari No. 3320).
Beberapa Penyakit yang Ditularkan Lalat
Lalat bertindak sebagai vektor mekanis yang membawa patogen dari tempat kotor seperti sampah atau kotoran ke makanan dan minuman.
Dalam Al Qur’an lalat dikategorikan sebagai hewan yang kotor, menjijikan dan khabaits (yang buruk) dan diharamkan memakannya. Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla:
“Dan yang menghalalkan bagi mereka segala yang baik (thayyib) dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk (khabaits)…” (QS. Al A’raf:157).
Penyakit yang dibawa lalat sehingga menular kepada manusia ada beberapa macam, sebagai berikut:






0 Tanggapan
Empty Comments