1. Diare dan Gastroenteritis: Disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan Salmonella yang mencemari makanan. Penyakit ini disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata:
“Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya” (dalam riwayat lain terkena diare). Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Minumkan ia madu.” Orang itu kembali dan berkata,”Aku sudah meminumkan nya, tetapi tidak ada hasilnya.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (ulang hingga tiga kali), “Minumkan ia madu.”Pada kali yang keempat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Orang itu kembali dan berkata,”Aku sudah meminumkan nya, tetapi tidak ada hasilnya.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (ulang hingga tiga kali), “Minumkan ia madu.”Pada kali yang keempat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah Maha Benar dan perut saudaramu itu dusta. Minumkan lagi madu.” Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR. Bukhari Muslim).
Obatnya adalah minum madu. Bila belum sembuh juga terus saja minum madu sampai benar-benar sembuh.
2. Disentri: Disebabkan oleh bakteri Shigella spp. atau parasit Entamoeba histolytica, yang memicu diare berdarah dan kram perut. Penyakit ini tergolong sebagai Al-mabthun, atau sakit perut. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Para syuhada itu ada lima: orang yang mati karena wabah (tha’un), orang yang mati karena sakit perut (Al-mabthun)…” (HR. Bukhari no. 2829 dan Muslim no. 1914).
3. Demam Tifoid (Tifus): Disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi akibat kontaminasi pada makanan atau minuman. Demam ini disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di bawah ini.
“Sesungguhnya penyakit demam itu berasal dari hembusan panas neraka Jahannam, maka dinginkanlah ia dengan air.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar / HR. Ahmad).
“Janganlah kalian mencela demam, karena sesungguhnya demam itu dapat menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana api pandai besi menghilangkan karat besi.” (HR. Muslim No. 2575 dari Jabir bin ‘Abdillah).
Obat demam adalah di kompres atau didinginkan dengan air. Pada air yang dingin dapat membuat demamnya turun hingga hilang. Tubuh kembali normal.
4. Kolera: Disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang bisa menyebabkan diare parah dan dehidrasi berat. Di dalam literatur Islam dikenal dengan sebutan tha’un. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini.
“Tha’un (wabah penyakit menular/kolera) adalah peringatan dari Allah Azza wa Jalla untuk menguji hamba-hamba-Nya. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Cara mencegah menularnya penyakit kolera ini adalah dengan mengkarantina atau mengisolasi para pasiennya. Kalau itu terjadi di suatu wilayah sesuai hadits di atas dilakukan lockdown.
5. Keracunan Makanan: Dipicu oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus atau Clostridium perfringens. Selain terjadi karena diracun oleh manusia busuk dan jahat juga karena dibawa lalat. Tentang penyakit ini disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Wahai Aisyah, aku senantiasa merasakan sakit akibat makanan yang aku makan di Khaibar dulu. Dan sekarang adalah waktunya terputusnya urat nadi/panggungku karena racun itu.” (HR. Al- Bukhari).
Pengobatannya dari racun dan keracunan makanan dari sebab lalat atau lainnya dapat dilakukan dengan makan korma ajwa. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ini:
“Barangsiapa yang mengonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan bahayakan oleh racun maupun sihir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
6. Trachoma: Infeksi mata serius akibat bakteri Chlamydia trachomatis yang disebarkan oleh lalat di lingkungan dengan sanitasi buruk. Trachoma ini selain disebabkan oleh virus yang dibawa lalat dapat juga karena faktor lain. Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla.
“Dan dia (Yaqub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Aduhai duka citaku terhadap Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan. Dan dia adalah seorang yang menahan amarah (terhadap anak-anaknya).(QS. Yusuf:93).
Pengobatannya seperti yang dilakukan Nabi Yusuf alaihi sallam kepada bapaknya yang buta karena sedih, bukan karena ditularkan oleh lalat, sesuai firman Allah Azza Wa Jalla.
“Pergilah kamu dengan membawa gamisku ini, lalu usapkanlah ke wajah ayahku, niscaya dia akan melihat kembali; dan bawalah seluruh keluargamu kepadamu.
Maka ketika pembawa kabar gembira itu telah sampai, maka diusapkannya (gamis itu) ke wajahnya (Nabi Yakub), seketika dia dapat melihat kembali. Dia (Yakub) berkata, ‘Bukankah sudah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui?'” (QS. Yusuf:93-94).
7. Infeksi Kulit atau Miasis: Terjadi ketika larva lalat (seperti lalat hijau atau lalat daging) tumbuh pada luka terbuka di kulit manusia. Diantara infeksi kulit adalah penyakit kusta yang harus dijauhi oleh manusia.
Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Tidak ada penularan penyakit (…), dan larilah dari penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa.” (HR. Bukhari No. 5707).
Pengobatan penyakit kusta ini dapat dilakukan dengan cara preventif yakni berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla. Doanya disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk.” (HR. Abu Dawud).






0 Tanggapan
Empty Comments