SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menggelar kegiatan EKSIS (Eksplorasi Literasi Spemutu) pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Gresik ini menjadi salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan literasi murid.
Pelaksanaan EKSIS dibagi berdasarkan jenjang kelas. Murid kelas IX mengikuti kegiatan di Perpustakaan Spemutu, sedangkan murid kelas VII dan VIII melaksanakan kegiatan di ruang kelas masing-masing. Melalui kegiatan ini, seluruh murid diajak untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif yang mendukung proses pembelajaran.
Tidak sekadar membaca buku, murid juga diwajibkan membuat resensi dari buku yang dibaca. Resensi tersebut kemudian dipresentasikan secara bergantian di hadapan teman-teman sekelas. Dengan demikian, kegiatan EKSIS tidak hanya melatih kemampuan memahami isi bacaan, tetapi juga mengasah keterampilan menulis, berpikir kritis, dan berbicara di depan umum.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Bulan Bahasa pada Oktober. Momentum tersebut dimanfaatkan Spemutu untuk memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan kecintaan murid terhadap bahasa Indonesia melalui aktivitas membaca, menulis, dan menyampaikan gagasan.
Kepala Perpustakaan Spemutu, Eka Winsyahputra, S.Pd., menyampaikan bahwa EKSIS diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun kebiasaan membaca di lingkungan sekolah. Menurutnya, perpustakaan bukan hanya tempat untuk meminjam dan membaca buku, melainkan juga ruang bagi murid untuk mengeksplorasi pengetahuan, menemukan inspirasi, dan mengembangkan potensi diri.
“Melalui EKSIS, kami ingin menumbuhkan kesadaran murid bahwa membaca merupakan kebutuhan, bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi tugas sekolah. Dengan membaca, murid dapat memperoleh wawasan baru, memperkaya kosakata, serta belajar memahami berbagai sudut pandang. Kami berharap kegiatan ini dapat membangun kebiasaan literasi yang berkelanjutan, baik di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.
Guru Bahasa Indonesia Spemutu, Sulistyaningsih, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan membaca yang dilanjutkan dengan penulisan resensi dan presentasi memberikan pengalaman belajar yang lebih menyeluruh bagi murid.
Menurutnya, resensi membantu murid mengolah informasi dari buku yang dibaca, menentukan gagasan penting, serta menyampaikan penilaian berdasarkan pemahaman mereka sendiri. Sementara itu, presentasi menjadi sarana untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik.
“Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca teks, tetapi juga bagaimana murid memahami, mengolah, dan menyampaikan kembali informasi yang diperoleh. Melalui penulisan resensi dan presentasi, murid belajar menyusun gagasan secara runtut, mengembangkan pemikiran kritis, serta menghargai pendapat orang lain. Inilah keterampilan yang penting untuk mendukung pembelajaran mereka,” jelasnya.
Salah satu murid Spemutu, Alifio Bintang Bernardi, menyambut positif pelaksanaan kegiatan EKSIS. Menurutnya, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk mengenal isi buku lebih mendalam sekaligus melatih kemampuan menyampaikan hasil bacaan kepada orang lain.
“Menurut saya, kegiatan EKSIS menarik karena kami tidak hanya membaca buku, tetapi juga harus memahami isinya, membuat resensi, dan mempresentasikannya di depan teman-teman. Awalnya mungkin ada rasa gugup saat harus berbicara, tetapi kegiatan ini bisa membantu kami menjadi lebih percaya diri. Saya juga jadi terdorong untuk membaca buku lain yang menarik,” tuturnya.
Melalui EKSIS, Spemutu berharap budaya membaca dapat tumbuh menjadi bagian dari keseharian murid, bukan hanya dilakukan ketika ada tugas atau kegiatan tertentu. Kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Gresik juga diharapkan memperkuat upaya sekolah dalam menghadirkan kegiatan literasi yang bermakna dan berkelanjutan.
Di tengah perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan gawai di kalangan remaja, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa buku tetap memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan. Murid diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak sekaligus menyediakan waktu untuk membaca, memperluas wawasan, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Melalui semangat Bulan Bahasa, EKSIS menjadi salah satu langkah Spemutu dalam membangun generasi yang gemar membaca, terampil menulis, berani menyampaikan gagasan, dan mampu menggunakan bahasa sebagai sarana untuk belajar serta berbagi pengetahuan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments