Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Dr. Hidayatulloh, M.Si., mendorong Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wage agar menjadikan predikat Best of the Best sebagai pijakan untuk memperluas manfaat dakwah dan membantu pengembangan ranting Muhammadiyah lainnya.
Pesan tersebut mengemuka dalam silaturahim dan audiensi PRM Wage dengan Rektor Umsida di kampus Umsida, Rabu (21/10/2026) malam, pukul 19.30 WIB. Pertemuan itu menjadi momentum bagi PRM Wage untuk memperoleh arahan setelah meraih penghargaan Ranting Muhammadiyah Nasional kategori Best of the Best dalam CRM Award VI LPCRPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 2025 di Banjarmasin.
Rombongan PRM Wage dipimpin Ketua PRM Wage, Ir. H. Ivan Poerwanto. Turut hadir Subagyo, Ketua Majelis MPKU; Mashuri dan Arif Cahyono, Wakil Ketua PRM Wage; Bagus S., Ketua Majelis Tabligh; Musman, Sekretaris Majelis Tabligh; Nurkholid, Wakil Ketua Takmir; Ebby, perwakilan Pemuda; serta Sholeh, Ketua Lazismu Unit Layanan Wage.
Dalam audiensi tersebut, Hidayatulloh menekankan bahwa prestasi PRM Wage perlu memberikan manfaat lebih luas bagi Persyarikatan. Keberhasilan sebuah ranting tidak cukup berhenti pada penghargaan, tetapi juga perlu menjadi inspirasi bagi ranting lain untuk berkembang.
“Predikat Best of the Best bukanlah akhir perjuangan. Prestasi ini harus menjadi amanah untuk terus meningkatkan kualitas dakwah dan memberikan manfaat bagi ranting Muhammadiyah lainnya.”
PRM Wage diharapkan dapat mengambil peran dalam mendampingi ranting yang masih membutuhkan penguatan, terutama ranting yang memiliki komitmen untuk bangkit dan memperbaiki diri.
Pendampingan perlu dilakukan secara terarah dengan mempertimbangkan potensi masyarakat, kesiapan pengurus, serta kebutuhan masing-masing ranting. Dengan perencanaan yang matang, perubahan diharapkan dapat terlihat dalam kurun satu hingga dua tahun.
Pelaksanaan pendampingan juga perlu dikoordinasikan dengan struktur Persyarikatan, mulai dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), hingga pimpinan ranting yang bersangkutan. Jika penugasan belum jelas, komunikasi dengan PDM Sidoarjo menjadi langkah penting agar program berjalan sesuai mekanisme organisasi.
Selain membahas pendampingan ranting, audiensi tersebut menyoroti peluang pengembangan amal usaha Muhammadiyah (AUM) di wilayah Wage.
Dengan jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai sekitar 20.000 jiwa serta berkembangnya kawasan perumahan, Wage dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan layanan pendidikan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Potensi tersebut perlu dikaji melalui pemetaan kebutuhan warga, persebaran penduduk, keberadaan sekolah, taman kanak-kanak, masjid, serta kebutuhan pendidikan di kawasan permukiman yang terus berkembang.
Salah satu peluang yang dapat dipertimbangkan adalah pendirian taman kanak-kanak di kawasan perumahan yang belum memiliki layanan pendidikan anak usia dini yang memadai. Pengembangannya dapat dilakukan melalui sinergi PRM Wage dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA).
Dukungan modal awal atau skema pembiayaan lainnya juga dapat dikaji berdasarkan kelayakan usaha, kebutuhan masyarakat, kemampuan keuangan, dan kesiapan pengelola.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan pendidikan Muhammadiyah sekaligus membuka kesinambungan pendidikan menuju SD Muhammadiyah 3 IKROM Wage.

Audiensi juga membahas peluang pengembangan sekolah menengah pertama (SMP) Muhammadiyah di wilayah Wage.
Rencana tersebut perlu mempertimbangkan jumlah lulusan sekolah dasar setiap tahun, kebutuhan orang tua terhadap pendidikan lanjutan, serta harapan masyarakat terhadap pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik dengan pembiasaan nilai-nilai keislaman.
Pendirian sekolah baru tidak cukup hanya didorong oleh keinginan menambah jumlah AUM. Diperlukan analisis kebutuhan pasar, pemilihan lokasi yang tepat, keunggulan sekolah yang jelas, ketersediaan tenaga pendidik, serta perencanaan sarana dan pembiayaan jangka panjang.
Pengembangan juga perlu dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan organisasi. Pertumbuhan jumlah peserta didik dan kelas harus diimbangi dengan kualitas pembelajaran, ketersediaan guru, dan tata kelola sekolah yang baik.
Dalam pertemuan tersebut, Hidayatulloh turut menyampaikan pengalaman pendampingan pengembangan AUM pendidikan di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candi. Dalam proses itu, Umsida disebut memberikan dukungan bagi pengembangan lahan dan fasilitas pendidikan.
Pengalaman tersebut menjadi contoh peluang kolaborasi antara perguruan tinggi Muhammadiyah dengan pimpinan cabang dan ranting. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui keahlian akademik, sumber daya manusia, pendampingan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Bagi PRM Wage, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dalam menyusun arah pengembangan AUM secara terencana. Visi jangka panjang, kemitraan, dan pengelolaan sumber daya menjadi unsur penting agar program dapat berjalan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut audiensi, PRM Wage dan Umsida berencana menyusun Memorandum of Understanding (MoU) sebagai payung umum kerja sama kedua pihak.
Program atau proyek yang disepakati selanjutnya akan dijabarkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang memuat ruang lingkup, tujuan, mekanisme pelaksanaan, serta pembagian peran secara lebih terperinci.
Peluang kolaborasi dapat mencakup pengabdian kepada masyarakat, keterlibatan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN), penguatan tata kelola organisasi dan AUM, pemberdayaan ekonomi jamaah, serta pengembangan sumber daya manusia.
Umsida memiliki kapasitas akademik dan sumber daya manusia, sedangkan PRM Wage mempunyai basis jamaah, AUM, serta kedekatan dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi keduanya diharapkan dapat memperkuat program dakwah dan pemberdayaan di tingkat ranting.
Predikat Best of the Best menjadi modal bagi PRM Wage untuk terus berbenah, memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas AUM, dan membangun kemitraan strategis.
Keberhasilan sebuah ranting tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan perubahan, memberdayakan masyarakat, dan membantu organisasi lain tumbuh lebih baik.
Melalui perencanaan yang matang, kolaborasi yang terarah, dan komitmen untuk terus belajar, PRM Wage diharapkan dapat memperluas kontribusinya bagi Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat.






0 Tanggapan
Empty Comments