Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

31 Mahasiswa S2 PBSI Umsura Jalani Ujian Tesis, Teliti Jurnalistik Digital hingga Daya Sugesti Khotbah Jumat

Iklan Landscape Smamda
31 Mahasiswa S2 PBSI Umsura Jalani Ujian Tesis, Teliti Jurnalistik Digital hingga Daya Sugesti Khotbah Jumat
Ketua Program Studi S2 PBSI Umsura Dr. Mas'ulah. Foto: Agus W/PWMU.CO
pwmu.co -

Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S2 PBSI) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) kembali menggelar ujian tesis bagi mahasiswa angkatan tahun akademik 2026.

Sebanyak 31 mahasiswa mengikuti tahapan akhir studi tersebut yang dijadwalkan berlangsung mulai 19 Juni hingga 30 Juni 2026.

Ujian tesis menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah disusun sekaligus menunjukkan kontribusi akademik terhadap pengembangan ilmu bahasa, sastra, dan pendidikan.

Ketua Program Studi S2 PBSI Umsura, Dr. Mas’ulah, MA, mengatakan para peserta ujian tesis tahun ini berasal dari latar belakang profesi yang sangat beragam.

Keberagaman tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan tersendiri bagi program studi karena menghadirkan perspektif penelitian yang lebih luas dan aplikatif.

“Kami senang dan bangga karena mereka memberikan kepercayaan untuk melanjutkan studi S2 di Prodi Pascasarjana PBSI Umsura,” ujar Mas’ulah, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti ujian tesis tidak hanya berasal dari kalangan dosen dan guru, tetapi juga praktisi pendidikan, pimpinan sekolah, hingga aktivis Persyarikatan Muhammadiyah.

Perbedaan pengalaman profesional tersebut turut memengaruhi pilihan tema penelitian yang diangkat.

“Berbagai tesis yang diuji tahun ini mencerminkan respons akademik terhadap dinamika perkembangan masyarakat, khususnya pada bidang bahasa, sastra, media, dan komunikasi,” terang Mas’ulah.

Beberapa penelitian, sebut dia, mengangkat kajian stilistika gaya bahasa jurnalistik di era digital, yang membahas perubahan karakter bahasa dalam media digital serta pengaruhnya terhadap pembentukan opini publik.

Selain itu, terdapat pula penelitian mengenai pemanfaatan dan pengembangan media digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

SMPM 5 Pucang SBY

Tema tersebut dinilai semakin penting seiring berkembangnya teknologi digital yang mengubah cara guru dan peserta didik berinteraksi di ruang belajar.

Tidak hanya berkutat pada dunia pendidikan, sejumlah mahasiswa juga meneliti fenomena komunikasi keagamaan melalui kajian tentang daya sugesti khotbah Jumat.

“Penelitian tersebut mengkaji bagaimana pilihan bahasa, struktur penyampaian, dan strategi retorika khatib mampu memengaruhi pemahaman serta sikap jamaah,” papar Mas’ulah.

Di bidang sastra, mahasiswa mengangkat tema-tema yang tidak kalah menarik, seperti isu-isu kontroversial dalam karya sastra. Kajian tersebut berupaya membaca berbagai persoalan sosial, budaya, dan ideologi yang direpresentasikan melalui karya sastra Indonesia.

“Salah satunya mengkaji novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang sarat dengan isu kemanusiaan dan sejarah,” kata Mas’ulah

Mas’ulah menilai, keberagaman topik tersebut menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa S2 PBSI tidak berhenti pada kajian teoritis semata, melainkan berusaha menjawab berbagai persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, program studi terus mendorong mahasiswa menghasilkan penelitian yang memiliki nilai kebaruan (novelty), relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun praktik pendidikan.

“Harapan kami, hasil-hasil penelitian ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, menjadi referensi bagi peneliti lain, serta memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, media, dan masyarakat luas,” jelasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 29/06/2026 19:00
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu