Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Empat Kelompok KKN-T Ikut Serta dalam Pelatihan Sabun Madu bersama DRPM dan PCM

Iklan Landscape Smamda
Empat Kelompok KKN-T Ikut Serta dalam Pelatihan Sabun Madu bersama DRPM dan PCM
4 Kelompok KKN-T Ikut Serta dalam Pelatihan Sabun Madu bersama DRPM dan PCM. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tarik menggelar penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) serta Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sabun dengan Madu pada Jumat (7/8/2026).

Kegiatan berlangsung di PCM Tarik pukul 08.00 hingga 11.15 WIB dan turut didukung mahasiswa KKN-T Kelompok 20, 21, 22, dan 25.

Perwakilan mahasiswa yang hadir yaitu Atika dari Kelompok 20, Fikri dari Kelompok 21, Ahmad dari Kelompok 22, dan Ana dari Kelompok 25.

Kehadiran mahasiswa KKN menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pengabdian yang diselenggarakan DRPM Umsida bersama PCM Tarik.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua DRPM Umsida Prof. Dr. Sigit Hermawan, S.E., M.Si. dan Ketua PCM Tarik Ustaz Galih. Selanjutnya dilakukan penandatanganan MoA sebagai bentuk penguatan kerja sama antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Prof. Dr. Sigit Hermawan menyampaikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat penting untuk memberikan manfaat nyata.

“Kerja sama seperti ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Atika turut menyampaikan pandangannya.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman baru bagi kami karena dapat melihat secara langsung bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat,” ungkapnya.

Usai penandatanganan MoA, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan pengolahan sabun dengan madu yang disampaikan oleh Dr. Poppy Diana Sari, S.TP., M.P.

Peserta memperoleh penjelasan mengenai bahan, alat, tahapan pembuatan, serta potensi pengembangan sabun madu sebagai produk bernilai ekonomi.

Dalam praktik pembuatan sabun batang, peserta menggunakan air, minyak kelapa, minyak zaitun, madu, essential oil, dan NaOH. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai ketepatan takaran serta penggunaan alat pelindung selama proses pembuatan.

Praktik dilakukan secara langsung dengan bimbingan narasumber dan tim. Proses dimulai dari pencampuran air dan NaOH, dilanjutkan campuran minyak kelapa dan minyak zaitun, kemudian penambahan madu serta essential oil hingga adonan tercampur merata.

Fikri menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi mahasiswa.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami senang bisa ikut mendukung kegiatan DRPM dan PCM Tarik. Selain membantu pelaksanaan, kami juga mendapatkan pengetahuan baru dari proses pembuatan sabun madu,” ujarnya.

Ketua PCM Tarik, Ustaz Galih, turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga pelatihan yang diberikan dapat menambah keterampilan dan membuka peluang usaha bagi masyarakat PCM Tarik,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai perbedaan penggunaan NaOH dan KOH, proses pengerasan sabun, variasi pewangi, bahan tambahan alami, hingga peluang pemasaran produk sabun madu. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif berdiskusi bersama narasumber.

Ahmad menilai praktik langsung membantu peserta memahami materi.

“Menurut saya kegiatan ini menarik karena peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga langsung melakukan praktik sehingga proses pembelajaran lebih mudah dipahami,” katanya.

Ana juga melihat kegiatan tersebut sebagai pengalaman yang bermanfaat.

“Kegiatan ini memberikan keterampilan baru bagi kami dan pengalaman untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu peserta, Chinta, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut menambah wawasan mengenai pemanfaatan madu.

“Pelatihan pembuatan sabun berbahan dasar madu memberikan pengalaman yang sangat berharga sekaligus menambah wawasan mengenai pemanfaatan madu sebagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan keterampilan dan produk berbasis potensi lokal.

Kolaborasi DRPM Umsida, PCM Tarik, PCA Tarik, peserta, dan mahasiswa KKN diharapkan dapat terus berlanjut serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 10/08/2026 14:56
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu