Sebanyak 60 Calon Dewan Kerabat (CDK) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo harus melewati empat medan ujian untuk menjadi calon pengurus Dewan Kerabat HW.
Tes Calon Dewan Kerabat itu digelar Sabtu (29/8/2026). Bukan sekadar menguji pengetahuan. Peserta juga ditantang menunjukkan kedisiplinan, ketahanan fisik, keterampilan kepanduan, hingga keberanian.
Rangkaian tes dimulai pukul 07.00 WIB dengan Apel Pembukaan di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.
Sekretaris Panitia Rekrutmen CDK HW Smamda Sidoarjo Faiq Achmad Qois El Mahfudz mengatakan tes tersebut merupakan bagian penting dari proses seleksi calon pengurus Dewan Kerabat.
“Kegiatan ini bertujuan menyeleksi, melatih ketahanan dan kedisiplinan, serta mengukur kesiapan para calon pengurus sebelum resmi dilantik menjadi Dewan Kerabat,” ujarnya.
Usai apel, peserta bergerak menuju Pos 1 di area parkir Smamda. Di sana, ketangkasan mereka diuji melalui Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
Tantangan belum selesai. Peserta kemudian menaiki kereta kelinci menuju SMP Muhammadiyah 10 Sidoarjo.
Di Pos 2, giliran pengetahuan ke-HW-an yang diuji. Peserta harus menguasai Undang-Undang HW, Janji HW, Mars HW, hingga sejarah Hizbul Wathan.
Dari Pos 2, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju SD Muhammadiyah 1 Candi.
Di Pos 3, peserta menghadapi materi kepanduan yang lebih beragam. Mulai dari sandi, survival, Pertolongan Pertama Hizbul Wathan (P2HW), pioneering, hingga parade semaphore.
Kekuatan fisik dan mental kembali diuji ketika peserta berjalan kaki menuju SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo untuk menghadapi Pos 4.
Di pos terakhir, mereka harus menaklukkan tantangan rappelling. Di sinilah keberanian dan kedisiplinan peserta benar-benar diuji.
Faiq menjelaskan, peserta tidak menghadapi rangkaian ujian tersebut secara mendadak. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pembekalan dan latihan secara intensif.
Materi ke-HW-an diperdalam. Keterampilan kepanduan diasah. Parade semaphore juga dilatih agar peserta lebih siap menghadapi tes.
“Persiapan dilakukan melalui pembekalan materi secara intensif, memperdalam pemahaman ke-HW-an, serta latihan parade semaphore,” jelas Faiq.
Rangkaian tes kemudian ditutup dengan Awarding. Alifiansyah Aji, siswa kelas X-4, dinobatkan sebagai Peserta Terbaik Putra. Sementara Peserta Terbaik Putri diraih Aleana Shahna Sakina, siswa kelas X-10. Adapun penghargaan Kawan Terbaik diraih Kawan 5.
Namun, penghargaan tersebut bukan akhir dari proses seleksi. Panitia masih harus merekapitulasi seluruh nilai peserta dari Pos 1 hingga Pos 4. Hasil penilaian itu akan dibawa dalam rapat umum untuk menentukan peserta yang berhak melaju ke tahap wawancara.
Tahap wawancara menjadi pintu berikutnya sebelum peserta ditetapkan sebagai calon pengurus Dewan Kerabat HW Smamda Sidoarjo.
Dengan demikian, tes empat pos bukan sekadar mencari siapa yang paling kuat atau paling cepat.
Lebih dari itu, proses tersebut menjadi cara HW Smamda mengukur kesiapan kader. Mereka dituntut memiliki pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, keberanian, sekaligus kemampuan bekerja bersama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments