Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengajak Muhammadiyah terus mengembangkan pendidikan holistik yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi peserta didik. Hal itu disampaikannya dalam Konsolidasi Pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur di Aula Mas Mansyur, Lantai 3 Gedung PWM Jawa Timur, Surabaya, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan bertema “Transformasi Pendidikan Bermutu untuk Semua: Mewujudkan Sumber Daya Unggul Berkemajuan” tersebut dihadiri Wakil Ketua PWM Jawa Timur Dr. Sulthon Amin, Ir. Tahmid Masyudi, Dr. Sholikin Fanani, drh. Zainul Muslimin, Dr. Hidayatullah, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., Prof. Dr. Biyanto, serta pimpinan majelis, lembaga, dan pengelola amal usaha pendidikan Muhammadiyah se-Jawa Timur. Acara dipandu Ainur Jariyah, S.I.Kom., dan dimulai pukul 13.30 WIB.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Sulthon Amin, mengajak seluruh insan pendidikan Muhammadiyah belajar dari negara-negara kecil yang mampu meraih prestasi dunia berkat komitmen dan kedisiplinan yang tinggi.
“Ada negara yang jumlah penduduknya sangat sedikit, tetapi mampu menunjukkan prestasi luar biasa karena komitmen dan kedisiplinannya. Keterbatasan bukan alasan untuk tidak maju,” ujarnya.
Menurut Sulthon, semangat tersebut perlu menjadi inspirasi bagi pendidikan Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kita harus memiliki semangat ihdinas shirathal mustaqim, tetap berada di jalan yang benar dengan kerja keras, disiplin, dan istiqamah,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas amanah yang diemban Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Pak Mu’ti adalah kebanggaan kita bersama. Mari kita kawal beliau dengan memberikan dukungan terbaik, bukan justru membebani beliau,” tuturnya yang disambut tepuk tangan peserta.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Mu’ti mengawali sambutannya dengan suasana hangat.
“Saya tidak pernah merasa terbebani. Justru saya berterima kasih kepada Muhammadiyah yang selama ini sangat membantu saya dalam menjalankan amanah sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam memajukan pendidikan nasional. Menurutnya, berbagai praktik baik yang telah dilakukan sekolah-sekolah Muhammadiyah perlu terus dipublikasikan agar semakin dikenal masyarakat.
“Sekolah-sekolah Muhammadiyah yang belum dikenal luas harus terus dimunculkan ke permukaan. Banyak praktik baik yang layak menjadi inspirasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Abdul Mu’ti juga mengajak seluruh peserta untuk memandang masa depan pendidikan Indonesia dengan optimisme.
“Ada negara-negara kecil yang mampu berkembang karena mampu mengelola potensi yang dimiliki. Indonesia sebagai negara besar tentu harus lebih optimistis dalam membangun masa depan pendidikan,” katanya.
Dalam paparannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mengembangkan seluruh dimensi kemanusiaan peserta didik.
“Prestasi akademik penting, tetapi prestasi nonakademik juga sama pentingnya karena keduanya merupakan bagian dari pengembangan fitrah manusia,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan harus melahirkan manusia yang berkarakter mulia, cerdas, dan memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di muka bumi.
“Sebagai manusia beragama, kita memiliki tanggung jawab menjadi khalifah di bumi. Sebagai manusia berakal, kita berkewajiban menjaga keberlangsungan kehidupan dan lingkungan,” tegasnya.
Menurut Abdul Mu’ti, fitrah manusia mencakup pengembangan hati, akal, emosi, dan kekuatan fisik yang harus dibina secara seimbang.
“Pendidikan kita harus bersifat holistik dan terintegrasi. Fisiknya harus kuat, akalnya harus kuat, dan qalbunya juga harus kuat,” paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tugas utama pendidikan bukan sekadar menyampaikan ilmu, melainkan menemukan sekaligus mengembangkan potensi setiap anak.
“Tujuan pendidikan adalah membentuk manusia yang berakal, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT. Karena itu, tugas pendidik bukan hanya mengajar, tetapi menemukan bakat setiap anak,” katanya.
Menutup paparannya, Abdul Mu’ti mengingatkan para pendidik agar senantiasa menjaga semangat perubahan dalam mendampingi peserta didik.
“Semangat hijrah harus menjadi spirit kita bersama. Sebagai pemandu bakat, jangan pernah lelah mendampingi anak-anak. Yang jauh lebih penting bukan sekadar mengembangkan kemampuan akademik, tetapi mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki setiap anak,” pungkasnya.
Konsolidasi Pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar-pengelola pendidikan Muhammadiyah dalam mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkemajuan. Melalui kolaborasi tersebut, Muhammadiyah diharapkan semakin mampu mencetak sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments