SNT 6 Bone Bolango menjadi ruang baru bagi 80 murid berprestasi untuk mengembangkan talenta sekaligus mengejar cita-cita. Dukungan fasilitas pembelajaran, layanan antar jemput, konsumsi makanan bergizi, hingga rencana pemberian laptop menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Sebanyak 80 murid yang terdiri atas 40 murid SMP dan 40 murid SMA telah mengikuti pembelajaran di SNT 6 Bone Bolango. Mereka merupakan murid berprestasi yang terpilih melalui serangkaian seleksi akademik dan nonakademik.
Guru Bahasa Indonesia SNT 6, Firda Aulia Shalihah, mengatakan antusiasme para murid telah terlihat sejak hari pertama sekolah. SNT 6 juga tercatat sebagai SNT dengan jumlah peminatan tertinggi kedua setelah SNT 7 Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bagi para murid, keberadaan fasilitas sekolah turut memberikan pengalaman baru. Sebagian murid datang menggunakan bis sekolah yang menjemput dari titik kumpul di Bone Bolango dan Kota Gorontalo.
Kepala SNT 6 Bone Bolango, Surahmat Hasjim, mengatakan pihaknya berupaya memastikan masa adaptasi murid berlangsung aman dan nyaman. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berlangsung selama sepekan, kemudian dilanjutkan dengan pra studi sebagai bagian dari kekhasan kurikulum SNT.
“Dengan mengikuti ketentuan arahan dari pemerintah, kami menciptakan MPLS yang ramah untuk anak-anak dan kami berdayakan mereka berani menunjukkan bakat dan minatnya,” ucapnya.
Sekolah juga berupaya memenuhi berbagai kebutuhan murid, mulai dari pembelajaran dan fasilitas hingga konsumsi makanan bergizi serta layanan antar jemput.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak terpenuhi kebutuhan belajarnya, baik dari segi fasilitasnya, pembelajaran maupun kesejahteraannya (well being),” ujarnya.
Untuk mendukung mobilitas murid, dua bis sekolah melayani perjalanan dari titik kumpul yang telah dipetakan berdasarkan lokasi tempat tinggal mereka. Selain itu, setiap murid rencananya memperoleh satu laptop pada September 2026.
Dukungan fasilitas tersebut turut memberikan ketenangan bagi orang tua. Firda mengatakan kepercayaan wali murid terhadap lingkungan belajar di SNT telah terlihat sejak pertemuan awal.
“Orang tua percaya bahwa ekosistem belajar di SNT mampu mendukung tumbuh kembang anak-anak mereka,” ujar Firda.
Ia juga merasa optimistis dapat menjalankan pengabdian sebagai Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) di SNT 6 dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah.
Antusiasme juga dirasakan langsung oleh para murid. Muhammad Rheza Dama, murid kelas VII SMP SNT 6, mengaku senang dengan fasilitas yang tersedia di sekolah.
“Ada bis yang mengantar jemput ke dan dari sekolah, ruang kelas dan gurunya bagus,” katanya.
Nurfadhilah Ramadhani Djamal, murid SMA kelas XB, juga mengungkapkan kebahagiaannya bersekolah di SNT 6. Baginya, fasilitas antar jemput membantu mengurangi kesulitan orang tua dalam mengantar dan menjemput.
“Perasaan saya senang sekolah di sini karena fasilitas yang disediakan seperti bis jemputan yang membuat orang tua tidak repot mengantar jemput. Dengan bersekolah di sini, saya juga ingin membawa nama baik keluarga,” ujarnya.
Tingginya minat masyarakat turut menjadi tanda tumbuhnya kepercayaan terhadap SNT 6. Surahmat mengatakan para orang tua bersyukur ketika anak mereka berhasil diterima di sekolah tersebut.
“Orang tua sangat bersyukur ketika berhasil menyekolahkan anak-anak di sini,” kata Surahmat.
Bahkan, sejumlah orang tua calon murid telah datang untuk mencari informasi dan mempersiapkan anak mereka mengikuti seleksi pada tahun berikutnya.
“Informasi yang tersampaikan di masyarakat tentang SNT sudah bagus, dan antusiasme dari masyarakat ini juga sangat besar,” ujarnya.
Bagi Surahmat, memimpin SNT 6 bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga kesempatan untuk memberikan teladan dan menjalankan tanggung jawab yang lebih besar di dunia pendidikan.
“Ini adalah tantangan baru dan besar, tapi juga sebuah harapan baru bagi saya agar saya juga dapat membuktikan diri ke negeri ini dengan tanggung jawab yang lebih besar.”
Setelah 21 tahun mengabdi di dunia pendidikan dan tujuh tahun berpengalaman sebagai kepala sekolah, Surahmat berharap SNT 6 dapat menjadi bagian dari perubahan pendidikan di sekitarnya.
“SNT ini bagus arahnya sepanjang implementasinya diupayakan secara maksimal.”
Bagi SNT 6 Bone Bolango, perjalanan tersebut menjadi upaya membangun lingkungan belajar yang tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga mempertemukan talenta murid, dukungan keluarga, dan keberanian untuk mengejar cita-cita.





0 Tanggapan
Empty Comments