Dua siswi SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) mulai belajar memainkan cello melalui program Talent Learning, Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat bermusik melalui pengenalan teknik dasar hingga latihan lagu.
Dua siswi yang mengikuti talent cello tersebut ialah Chayra Fayyola Nadhif dari kelas 5A dan Areta Baroroh El Adjis dari kelas 6C. Keduanya mengikuti pembelajaran di bawah bimbingan Khoiril Anam, S.Pd., selaku tentor.
Pada pertemuan pertama, pembelajaran tidak langsung dimulai dengan memainkan lagu. Khoiril terlebih dahulu mengenalkan bagian-bagian cello, cara memegang alat musik, posisi tubuh, serta penggunaan bow atau busur penggesek.
Tentor memberikan contoh gerakan secara perlahan. Setelah itu, Chayra dan Areta mencoba mempraktikkannya. Keduanya menggerakkan bow pada senar dengan hati-hati sambil memperhatikan posisi tangan dan ketepatan gerakan.
“Belajar cello harus serius dan konsisten supaya mudah memainkan alatnya,” ujar Khoiril Anam, S.Pd.
Menurut Khoiril, penguasaan alat musik membutuhkan latihan secara berulang. Siswa tidak cukup hanya mengenal cello, tetapi juga perlu membiasakan diri dengan teknik dasar agar semakin nyaman ketika memainkannya.
Belajar Tiga Lagu
Setelah mengenal teknik dasar, pembelajaran berlanjut dengan latihan lagu. Chayra dan Areta berlatih memainkan “Rumah Kita”, “Sang Surya”, dan “Indonesia Raya”.
Lagu “Rumah Kita” digunakan untuk melatih siswa mengikuti melodi dan irama. Lagu yang telah cukup dikenal tersebut membantu siswa mengenali alur nada dalam latihan awal.
Selanjutnya, “Sang Surya” menjadi bagian dari latihan bermusik sekaligus pengenalan lagu yang berkaitan dengan identitas Muhammadiyah. Adapun “Indonesia Raya” digunakan sebagai bagian dari pengalaman bermusik dan pengenalan lagu kebangsaan.
Ketiga lagu tersebut memberikan tantangan yang berbeda. Siswa perlu menyesuaikan gerakan bow dengan nada dan irama yang dimainkan. Melalui latihan itu, mereka belajar bahwa memainkan lagu membutuhkan koordinasi tangan, konsentrasi, dan ketelitian.
Menghadapi Kesulitan Awal
Bagi Areta, memainkan cello untuk pertama kalinya bukan pengalaman yang langsung mudah. Posisi alat musik dan teknik menggunakan bow membutuhkan penyesuaian.
“Awalnya sedikit sulit, namun lama-kelamaan sudah mulai bisa,” ujar Areta sambil tersenyum tipis.
Kesulitan tersebut dihadapi dengan mengikuti contoh tentor dan mengulang gerakan yang belum tepat. Ketika nada belum sesuai, siswa kembali mencoba sambil memperhatikan arahan yang diberikan.
Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran. Siswa belajar bahwa kemampuan bermusik membutuhkan waktu, latihan, dan kesediaan untuk memperbaiki kesalahan.
Selain keterampilan musik, latihan cello juga membiasakan siswa untuk berkonsentrasi, bersabar, teliti, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Memberi Ruang bagi Bakat Siswa
Talent Learning merupakan salah satu program SD Mumtaz untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan minat dan bakat. Setiap siswa memiliki ketertarikan dan potensi yang berbeda, baik dalam bidang seni, olahraga, bahasa, teknologi, maupun bidang lainnya.
Talent cello menjadi salah satu pilihan bagi siswa yang memiliki ketertarikan terhadap musik. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar mendengarkan arahan, mengikuti ritme, menjaga koordinasi gerakan, dan mengenal proses latihan alat musik.
Chayra dan Areta memulai pembelajaran dari hal-hal dasar, mulai dari mengenal cello, memegang alat musik dengan benar, menggunakan bow, hingga berlatih memainkan lagu.
Melalui program Talent Learning, SD Mumtaz berupaya menghadirkan kegiatan pembelajaran yang memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan dan mengembangkan potensinya. Hari pertama talent cello menjadi awal pengalaman Chayra dan Areta dalam mengenal alat musik berdawai tersebut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments