Hari pertama rombongan peserta Training Manajemen and Leadership Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah di Guangzhou, China, tidak langsung diisi dengan agenda pelatihan.
Begitu pesawat mendarat di Bandara Internasional Guangzhou pukul 09.30 waktu setempat, Senin (14/9/2026), perjalanan justru dimulai dengan mengenal suasana kota yang akan menjadi tempat mereka belajar beberapa hari ke depan.

Proses imigrasi berlangsung lancar. Seluruh peserta lolos pemeriksaan tanpa kendala.
Dari imigrasi, rombongan menuju tempat pengambilan bagasi. Setelah itu, mereka mendapat sambutan hangat dari pihak kedutaan yang telah menunggu di bandara.
Sebelum meninggalkan bandara, rombongan menyempatkan diri membentangkan spanduk dan berfoto bersama. Sebuah dokumentasi sederhana untuk menandai langkah pertama perjalanan mereka di China.
Dari bandara, bus membawa rombongan menuju sebuah restoran Muslim yang telah dipesan panitia untuk makan siang.
Tiga kelompok meja telah disiapkan. Peserta pun dibagi menjadi tiga kelompok.
Menu yang tersaji menjadi pengalaman pertama mereka menikmati kuliner Muslim di Guangzhou.
Perjalanan kemudian berlanjut ke hotel. Setelah pembagian kamar, masing-masing peserta mendapatkan kamar untuk beristirahat sebelum kembali berkumpul pada sore hari.

Pukul 16.50, seluruh peserta diminta berkumpul di lobi hotel. Dari hotel, rombongan kembali menaiki bus. Tujuannya restoran Muslim untuk makan malam. Di tempat ini, ada pengalaman yang menarik perhatian peserta.
Para pelayan ternyata dapat berbahasa Arab. Mereka juga menyambut tamu dengan ucapan, “Assalamualaikum.”
Salah seorang pelayan yang cukup akrab dengan rombongan bernama Khadijah. Bagi peserta, sapaan tersebut terasa akrab di tengah perjalanan jauh di negeri orang.
Malam itu, setelah makan malam, perjalanan belum selesai. Rombongan menuju Sungai Mutiara. Di sana, mereka menaiki kapal khusus untuk menyusuri sungai yang menjadi salah satu lanskap penting Kota Guangzhou.

Malam membuat suasana Sungai Mutiara berubah. Air sungai memantulkan cahaya dari gedung-gedung tinggi di kedua sisinya. Jembatan-jembatan tampak semakin indah diterangi lampu. Gedung pencakar langit berdiri seperti dinding cahaya di sepanjang tepian sungai.
Di antara pemandangan itu, ada satu bangunan yang paling mencuri perhatian: Menara Guangzhou.
Menara setinggi sekitar 600 meter itu tampak menjulang di tengah gemerlap kota. Warna-warni lampunya menjadi salah satu pemandangan yang paling banyak diabadikan peserta.
Hampir tidak ada yang menyia-nyiakan kesempatan. Ponsel terangkat. Kamera bekerja.
Satu demi satu peserta mengambil gambar. Bukan hanya untuk dokumentasi perjalanan, tetapi juga sebagai kenangan dari malam pertama mereka di Guangzhou.
Hari pertama itu akhirnya ditutup dengan perjalanan kembali ke hotel. Istirahat menjadi penutup setelah perjalanan panjang sejak pagi.
Besok, suasananya akan berbeda. Jika hari pertama lebih banyak digunakan untuk mengenal Guangzhou dari dekat, perjalanan berikutnya akan membawa peserta memasuki agenda utama: belajar tentang manajemen dan kepemimpinan.
Sebuah perjalanan yang dimulai dari bandara, berlanjut ke restoran Muslim, dan ditutup dengan menyusuri Sungai Mutiara di bawah cahaya Menara Guangzhou. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments