Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Aisyiyah Kota Probolinggo Gelar Pendampingan Legalitas dan Pelatihan Manajemen Daycare Lansia

Iklan Landscape Smamda
Aisyiyah Kota Probolinggo Gelar Pendampingan Legalitas dan Pelatihan Manajemen Daycare Lansia
Pemaparan materi oleh ibu Dr. Siti Romlah, S. Si, M. Pd selaku kepala Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kota Probolinggo. (Dok: Hendriani Okvinasari)
pwmu.co -

Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Pusat Aisyiyah bersinergi dengan MKS Daerah Aisyiyah Kota Probolinggo dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo menggelar pendampingan legalitas dan pelatihan manajemen Daycare Lansia, Ahad, 27 September 2026.

Kegiatan berlangsung di Gedung Nyai Walida (GNW) Kota Probolinggo dan dimulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo, PDA Kota Probolinggo, perwakilan PCA se-Kota Probolinggo, serta peserta pelatihan Daycare Lansia dari sejumlah daerah.

Peserta dan undangan yang hadir di antaranya berasal dari Lumajang, Pasuruan, LazisMu Kota Probolinggo, serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dipandu oleh MC, Dwi Febria Wulandari, S.Pd. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan QS Al-Isra ayat 23–26 oleh Mursida Isnaini.

Peserta selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Aisyiyah sebelum memasuki rangkaian sambutan.

Ketua PDA Kota Probolinggo, dra. Endang Dewi Fatimah, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan perhatian MKS Pimpinan Pusat Aisyiyah serta PWA Jawa Timur.

Ia berharap program yang digagas tersebut dapat diberdayakan secara maksimal oleh ibu-ibu Aisyiyah yang telah ditunjuk untuk mengembangkan kegiatan bagi kesejahteraan lansia.

Ketua PDM Kota Probolinggo, Dawam Ichsan, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya perhatian keluarga terhadap orang tua yang telah memasuki usia lanjut.

“Jangan sampai negara kita seperti negara barat yang tidak memiliki moral kepada orangtuanya”.

Ia menyoroti kondisi ketika anak yang telah sukses secara ekonomi justru tidak memberikan perawatan secara langsung kepada orang tuanya.

“Banyak anak yang sukses kaya raya memiliki uang dan sebagainya, namun tidak mau memelihara dan merawat orangtuanya”.

Menurutnya, sebagian keluarga memilih menitipkan orang tua di panti tanpa tetap memberikan perhatian yang cukup.

” Mereka lebih memilih membiayai orangtuanya untuk tinggal dan dititipkan di panti”.

Dawam berharap keluarga lansia juga mendapatkan edukasi agar semakin peduli terhadap orang tua. Menurutnya, keberadaan Daycare Lansia bukan berarti menghilangkan peran keluarga, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan sekaligus perhatian kepada lansia.

Sambutan berikutnya disampaikan Ketua MKS Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan pandangan yang sejalan mengenai pentingnya menjaga hubungan dan perhatian anak kepada orang tua. Berdirinya Daycare Lansia diharapkan menjadi salah satu cara untuk menjaga moral anak kepada orang tua, bukan sekadar menitipkan lansia, tetapi juga tetap menemani aktivitas mereka di rumah.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia juga memberikan tantangan untuk menjawab bagaimana menciptakan lansia yang berdaya, kreatif, dan produktif.

Sesi berikutnya diisi pemaparan materi oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah, S.Si., M.Pd.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa Pemerintah Kota Probolinggo memiliki visi Zero Lansia Terlantar. Program tersebut diarahkan untuk menekan angka lansia terlantar di Kota Probolinggo.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, terdapat 134 lansia terlantar pada 2026.

Program tersebut mengusung motto “Merawat Masa Lalu, Menguatkan Masa Depan” dengan tujuan mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan terlindungi.

Arah besar kebijakan lansia di Kota Probolinggo diarahkan untuk mendorong lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, aman, dan dihargai.

Aspek sehat diwujudkan melalui program pemberian makan bagi lansia terlantar sebanyak tiga kali sehari, akses pemeriksaan kesehatan, kegiatan kebugaran, serta edukasi mengenai pola hidup sehat.

Sementara aspek mandiri diwujudkan melalui dukungan rehabilitasi sosial, penyediaan alat bantu, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, sandang, dan tempat tinggal sementara, serta penguatan fungsi keluarga.

Pada aspek aktif, lansia didorong untuk berpartisipasi melalui komunitas lansia, kegiatan sosial, literasi, dan gotong royong.

Adapun aspek terlindungi mencakup penjangkauan, asesmen, rujukan, penanganan lansia terlantar, layanan darurat, serta pemutakhiran data.

Salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kota Probolinggo yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah penguatan kemitraan melalui kunjungan ke Panti Tresna Wreda Muhammadiyah.

Kegiatan pendampingan legalitas dan pelatihan manajemen Daycare Lansia ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Aisyiyah, pemerintah daerah, serta berbagai pihak dalam menghadirkan layanan yang mendukung kesejahteraan lansia.

Melalui penguatan manajemen, legalitas, serta edukasi keluarga, Daycare Lansia diharapkan dapat menjadi ruang pendampingan yang tetap menempatkan perhatian keluarga dan penghormatan terhadap lansia sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/09/2026 09:24
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu