Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Bojonegoro menggelar audiensi strategis bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro pada Senin (28/9/2026). Pertemuan ini menjadi ruang penguatan sinergi antara gerakan pelajar dan pemerintah daerah.
Kedatangan PD IPM Bojonegoro disambut hangat oleh Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Amir Syahid, S.Sos., M.Si. Beliau memberikan apresiasi inisiatif silaturahmi ini karena sejalan dengan tugas Bangpol dalam menyatukan visi guna mewujudkan tujuan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang harmonis.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran PD IPM Bojonegoro tidak hanya berdiskusi seputar keorganisasian, tetapi juga mendapatkan wawasan mendalam mengenai pendidikan politik lokal serta sejarah nilai lokalitas Suku Samin. Momen edukatif ini kian terasa istimewa saat Amir Syahid menjelaskan patung Mbah Samin Surosentiko, tokoh pejuang dan sesepuh Suku Samin.
“Penting bagi pemuda Indonesia saat ini untuk memahami ajaran ahimsa (perlawanan tanpa kekerasan), supaya kebodohan yang selama ini ada bisa terputus,” ujar Amir Syahid di sela diskusi.
Ia juga merefleksikan catatan sejarah dunia untuk menggambarkan spirit kepemudaan dan perubahan. “Dari Revolusi Prancis, pihak-pihak di luar kerajaan ingin dilibatkan untuk menentukan sesuatu, hingga akhirnya muncullah sebuah negara demokrasi,” lanjutnya.
Advokasi Pelajar
Lebih lanjut Ketua Umum PD IPM Bojonegoro, Muhammad Adam Firmansyah, memaparkan fokus arah gerak dan prioritas program kerja kepengurusan ke depan. Ia menegaskan kesiapan IPM untuk menyelaraskan gagasan bersama pemerintah daerah.
”Prioritas program kerja PD IPM Bojonegoro ke depan berfokus pada advokasi pelajar dan penerbitan karya tulis pelajar. Memang kita tekankan penguatan literasi, baik secara manual maupun digital,” papar Adam.
Menanggapi gagasan tersebut, Amir Syahid memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, organisasi kepemudaan memang harus memiliki tujuan jernih serta program kerja yang tidak lepas dari sinkronisasi bersama pemerintah agar tidak terjadi tumpang tindih visi.
”Organisasi harus pintar dalam mengatasi akar masalah. Pemerintah memiliki keterbatasan kacamata, maka jikalau organisasi melihat suatu persoalan di lapangan, bantulah pemerintah dengan memberi tahu mereka. Ketika organisasi mampu melihat, pertajamlah penglihatannya terhadap program-program pemerintah, jangan melihat yang bukan ranahnya,” tegas Amir.
Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan organisasi melalui perencanaan yang matang.
“Strategi yang matang harus diterapkan dalam organisasi supaya organisasi tersebut sustainable (berkelanjutan),” tambahnya.
Kegiatan audiensi diakhiri dengan penyerahan dokumen Struktural baru PD IPM Bojonegoro periode 2026-2028 kepada Bakesbangpol Bojonegoro sebagai wujud tertib administrasi dan kemitraan resmi, lalu ditutup dengan sesi foto bersama. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments