Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Barito Utara menegaskan pentingnya regenerasi kepemimpinan organisasi.
Hal tersebut tersampaikan melalui pelaksanaan Baitul Arqam Dasar (BAD) DAS Barito Tahun 2026 yang berlangsung pada Minggu-Senin (21-22/06/2026) di SMP IT Muhammadiyah Muara Teweh.
Kegiatan yang mengangkat tema “Membentuk Kader Militan, Intelektual dan Berkarakter Al-Ma’un” tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan kader untuk memastikan keberlanjutan gerakan Pemuda Muhammadiyah di wilayah DAS Barito.
Fondasi Utama Jaga Eksistensi
Ketua PDPM Barito Utara, Muhammad Farid Ansyori, mengatakan kaderisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga eksistensi dan keberlangsungan organisasi.
Menurutnya, organisasi yang besar harus memiliki sistem pembinaan yang mampu melahirkan kader-kader berkualitas secara berkelanjutan.
“Melalui Baitul Arqam Dasar ini, kami ingin menyiapkan kader yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi. Kaderisasi tidak boleh berhenti karena masa depan gerakan sangat ditentukan oleh kualitas kader yang disiapkan hari ini” ujarnya, Kamis (18/06/2026).
Farid menjelaskan, BAD tidak hanya memberikan pemahaman dasar mengenai Islam, Kemuhammadiyahan, dan kepemudaan. Tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Sehingga diperlukan kader yang memiliki kekuatan spiritual, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian sosial yang tinggi.
“Kami membutuhkan kader yang mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Mereka harus memiliki komitmen keumatan, wawasan yang luas, dan kemampuan berkolaborasi untuk menghadirkan perubahan positif” katanya.
Agenda Prioritas Organisasi
Lebih lanjut, Farid menekankan bahwa seluruh pimpinan cabang Pemuda Muhammadiyah di wilayah Barito Raya perlu menjadikan kaderisasi sebagai agenda prioritas organisasi. Dengan demikian, proses regenerasi dapat berjalan secara terencana dan berkesinambungan.
“Jangan sampai organisasi mengalami kekosongan kader atau krisis kepemimpinan. Karena itu, kaderisasi harus menjadi budaya yang terus hidup di setiap tingkatan organisasi” tegasnya.
Selain sebagai sarana pembinaan, kegiatan ini juga harapannya menjadi wadah mempererat hubungan antarkader dari berbagai daerah di DAS Barito.
Melalui pertemuan tersebut, peserta dapat membangun jaringan komunikasi dan kolaborasi yang akan memperkuat gerakan Pemuda Muhammadiyah di masa mendatang.
PDPM Barito Utara berharap Baitul Arqam Dasar DAS Barito 2026 dapat melahirkan generasi kader yang siap mengemban amanah organisasi, menjadi pelopor dakwah, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat di daerah masing-masing.





0 Tanggapan
Empty Comments