Semangat kepanduan, kebersamaan, dan persaudaraan mewarnai kegiatan Latihan Gabungan (Latgab) Pramuka Siaga Garuda Gugus 2 Kwartir Ranting (Kwarran) Sambeng 2026 yang berlangsung di SD Negeri 1 Ardirejo, Kecamatan Sambeng, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan ini diikuti peserta didik dari berbagai sekolah dasar di Kecamatan Sambeng sebagai sarana meningkatkan keterampilan, keberanian, kedisiplinan, serta pembentukan karakter melalui pendidikan kepanduan.
SD Muhammadiyah 1 Sambeng turut ambil bagian dengan mengirimkan siswa kelas IV dan V. Menariknya, para peserta didik hadir mengenakan seragam Hizbul Wathan (HW) sebagai identitas kepanduan Muhammadiyah. Meski mengikuti kegiatan Pramuka Siaga Garuda, mereka tetap percaya diri mengenakan seragam HW dan berbaur dengan peserta dari sekolah lain.
Kehadiran siswa SD Muhammadiyah 1 Sambeng menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Mereka menunjukkan bahwa perbedaan identitas kepanduan bukanlah penghalang untuk belajar, bekerja sama, dan menjalin persaudaraan. Sebaliknya, Latgab menjadi ruang bagi peserta untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan menghargai keberagaman.
Pembina Putra SD Muhammadiyah 1 Sambeng, Setiawan Dwi Andika, S.Pd., menegaskan bahwa penggunaan seragam Hizbul Wathan tidak mengurangi semangat peserta didik dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Meskipun mengenakan seragam HW, hal tersebut tidak menjadi penghambat bagi anak-anak untuk belajar kepanduan. Justru melalui kegiatan seperti ini mereka dapat menambah pengalaman, belajar bekerja sama, meningkatkan keberanian, serta berinteraksi dengan teman-teman dari lembaga lain,” ujarnya.
Menurutnya, Latgab memberikan pengalaman belajar di luar kelas melalui berbagai aktivitas kelompok yang melatih komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta rasa percaya diri.
Hal senada disampaikan Pembina Putri SD Muhammadiyah 1 Sambeng, Nila Ari Nur Hidayah, S.Pd. Ia menilai Hizbul Wathan dan Pramuka memiliki tujuan yang sama, yakni membentuk karakter peserta didik melalui pendidikan kepanduan.
“HW dan Pramuka sama-sama mendidik anak-anak melalui pembinaan keterampilan dan karakter. Kegiatan seperti Latgab menjadi ruang bagi mereka untuk belajar bersama, saling mengenal, dan mengembangkan kemampuan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Sambeng, Rasmani, S.Pd.I., mengaku bangga melihat para siswanya mengikuti kegiatan dengan mengenakan seragam kebanggaan Hizbul Wathan.
“Kami merasa bangga melihat anak-anak SD Muhammadiyah 1 Sambeng mengikuti kegiatan ini dengan mengenakan seragam Hizbul Wathan. Ini menjadi bagian dari identitas sekaligus semangat kami untuk terus mengenalkan nilai-nilai kepanduan kepada peserta didik,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari upacara pembukaan, Pasar Siaga, dinamika kelompok, rotasi enam pos kegiatan, pentas seni, hingga upacara penutupan.
Materi yang diberikan dikemas secara edukatif dan menyenangkan, meliputi Imtaq, yel-yel dan atribut, rambu lalu lintas, arah mata angin, pionering, puzzle, peraturan baris-berbaris (PBB), serta permainan edukatif bertema perbankan dan Pasar Siaga.
Bagi SD Muhammadiyah 1 Sambeng, keikutsertaan dalam Latgab bukan sekadar mengikuti kegiatan kepanduan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Melalui kegiatan ini, siswa belajar disiplin, mandiri, bertanggung jawab, berani tampil, mampu bekerja sama, dan menghargai perbedaan.
Guru SD Muhammadiyah 1 Sambeng, Wasis Hariyanto, S.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada seluruh panitia dan pembina yang telah menyelenggarakan kegiatan dengan baik.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dapat mengikuti Latgab Pramuka Siaga Garuda Gugus 2 Kwarran Sambeng. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga sekaligus menumbuhkan semangat disiplin, kerja sama, kemandirian, dan persaudaraan antara peserta Hizbul Wathan maupun Pramuka dari berbagai sekolah,” ungkapnya.
Melalui keikutsertaan dalam Latgab ini, SD Muhammadiyah 1 Sambeng menunjukkan bahwa seragam Hizbul Wathan bukan sekadar identitas organisasi, tetapi juga simbol semangat belajar, persaudaraan, dan pembentukan karakter. Perbedaan tidak menjadi penghalang untuk bersatu, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun generasi yang mandiri, tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments