Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Paciran, Lamongan, menggelar kegiatan Darul Arqom Purna Santri selama tiga hari, (15–17/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh santri kelas XII, baik itu MA maupun SMK Pondok Modern, sebagai bagian dari pembekalan akhir sebelum menyelesaikan masa pendidikan di pesantren, khususnya dalam penguatan ilmu agama.
Ketua panitia, Iwan Wahyudi, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan bekal terakhir bagi para santri sebelum terjun ke tengah masyarakat.
“Darul Arqom ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan, sehingga terbentuk santri yang memiliki integritas serta kesiapan, baik dari segi ilmu maupun mental,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan tantangan kehidupan di masyarakat. Materi pertama mengangkat tema ketauhidan dengan fokus pada upaya membendung budaya TBC di era modern, yang disampaikan oleh Fakhrurrozi Said, M.Pd. Selanjutnya, materi kemuhammadiyahan tentang karakter kader Muhammadiyah di era digital disampaikan oleh Hj. Uzlifah Ali Zuhdi, M.Pd.
Para santri juga dibekali pemahaman tentang bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) oleh AKP Tulus Haryanto, S.H., M.H., selaku Kasat Resnarkoba Polres Lamongan. Materi kepemimpinan dalam Islam disampaikan oleh KH. M. Rifqi Rosyidi, Lc., M.Ag., serta materi fikih tentang pemulasaran jenazah dalam Islam oleh Chusnul Abid, S.Pd.I untuk santri putra dan Mufarohah untuk praktik santri putri.
Menariknya, pada materi pemulasaran jenazah, para santri tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan hingga tata cara pelepasan jenazah.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para santri juga melaksanakan safari ke sejumlah tokoh yang memiliki peran penting dalam perkembangan Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran. Kegiatan ini menjadi momen pamitan sekaligus penguatan nilai-nilai kebersamaan.
Dakwah Muhammadiyah
Dalam kesempatan tersebut, Mudir Ponpes Modern, KH. M. Rifqi Rosyidi, Lc., M.Ag., menyampaikan nasihat agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi disebarluaskan kepada orang lain. Ia menegaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan tujuan berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah, yakni mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
“Untuk mewujudkannya, kita harus menjadi muslim yang sebenar-benarnya. Fokuslah pada dakwah Muhammadiyah,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa berakhirnya Darul Arqom bukanlah akhir dari proses belajar.
“Proses awal telah selesai, namun bukan berarti pembelajaran juga berakhir. Segala sesuatu dapat dicapai melalui proses,” tuturnya.
Sebagai puncak kegiatan, santri yang telah mengikuti seluruh rangkaian Darul Arqom Purna akan mengikuti yudisium dan menerima syahadah dari Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran. Syahadah tersebut menjadi tanda kelulusan sekaligus simbol kesiapan para santri untuk melanjutkan peran di tengah masyarakat dengan bekal nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lulusan tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter yang kuat, semangat kemuhammadiyahan, serta kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan di masa depan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments