Kegiatan Pembinaan Guru dan Karyawan di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Wonokromo Surabaya berlangsung penuh semangat dan antusias di Masjid Syuhadak Surabaya, Sabtu (9/5/2026).
Acara tersebut dipandu oleh Munahar, S.H.I., M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) sekaligus Sekretaris Majelis Pendidikan PWM Jawa Timur. Ia tampil interaktif dan berhasil menghidupkan suasana sejak awal kegiatan.
Sebelum acara dimulai, para peserta tampak berbincang santai satu sama lain. Namun suasana berubah ketika Munahar mulai memandu kegiatan dengan pendekatan komunikatif dan penuh energi.
“Siapa yang mau masuk surga bersama keluarga?” serunya sambil mengangkat tangan.
Spontan, seluruh peserta yang memenuhi ruangan, termasuk narasumber utama, ikut mengangkat tangan dan mulai fokus mengikuti arahan yang diberikan.
Munahar kemudian mengajak peserta untuk saling berinteraksi dengan meminta mereka memegang pundak rekan di sebelahnya.
“Ayo, ingatkan teman kita. ‘Teman, ayo mengaji dengan benar, jangan main HP saja!’”
Arahan tersebut diikuti peserta secara bergantian ke arah kanan dan kiri, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Pendekatan sederhana namun menyentuh itu terbukti efektif dalam membangun kedekatan, meningkatkan fokus, sekaligus mencairkan suasana. Para peserta pun tampak lebih siap mengikuti rangkaian kegiatan selanjutnya.
Kegiatan ini dihadiri Ketua PCM Wonokromo Surabaya, Ir. H. Lukman Rahim, beserta jajaran, serta seluruh pimpinan PRM, PRA, dan organisasi otonom (ortom) se-Kecamatan Wonokromo.
Dalam sambutannya, Lukman Rahim menekankan pentingnya pola pikir berkembang (growth mindset) bagi seluruh pengelola amal usaha Muhammadiyah.
“Kita harus bekerja dengan growth mindset, karena lembaga-lembaga kita di wilayah Wonokromo mulai menjadi idola masyarakat. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kita juga menunjukkan hasil yang membanggakan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat.
“Mari kita jaga kepercayaan ini,” tegasnya.
Sementara itu, materi utama disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. M. Sasmito Djati, M.Sc., IPU, ASEAN Eng. yang mengangkat konsep Navigasi Society 5.0 melalui pendekatan paradigma.
Selama penyampaian materi, peserta tampak antusias mengikuti jalannya kajian hingga kegiatan berakhir.
Salah satu peserta, Hidayatunni’mah, S.Ag., M.Pd., Kaur Kesiswaan SD Musix Surabaya, mengaku memperoleh perspektif baru dari kegiatan tersebut.
“Kami diingatkan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar materi, tetapi juga membimbing bagaimana anak menggunakan teknologi dengan benar. Ini sangat relevan dengan kondisi sekarang,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas guru dan karyawan Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam praktik pembelajaran sehari-hari.





0 Tanggapan
Empty Comments