Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pancasila dan Muhammadiyah: Menjaga Kesepakatan, Merawat Persatuan

Iklan Landscape Smamda
Pancasila dan Muhammadiyah: Menjaga Kesepakatan, Merawat Persatuan
Foto: Istimewa
Oleh : Agus Wahyudi

Tanggal 1 Juni selalu mengingatkan bangsa Indonesia pada sebuah tonggak sejarah penting: lahirnya Pancasila sebagai dasar negara.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan.

Bagi Muhammadiyah, Pancasila bukan hanya produk sejarah yang harus dihormati, tetapi juga konsensus nasional yang harus dijaga.

Sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dan nilai-nilai Pancasila tidak saling bertentangan. Bahkan keduanya saling menguatkan dalam mewujudkan kehidupan yang adil, damai, dan berkemajuan.

Muhammadiyah lahir jauh sebelum Indonesia merdeka. Organisasi ini telah berkontribusi mencerdaskan bangsa melalui pendidikan, menyehatkan masyarakat melalui layanan kesehatan, serta membantu kaum dhuafa melalui berbagai kegiatan sosial.

Apa yang dilakukan Muhammadiyah sesungguhnya merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Pancasila.

Ketuhanan Yang Maha Esa diwujudkan melalui penguatan akidah dan akhlak. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab tercermin dalam pelayanan kepada siapa saja tanpa membedakan latar belakang.

Persatuan Indonesia dijaga melalui komitmen kebangsaan yang kuat. Kerakyatan diwujudkan melalui budaya musyawarah. Sedangkan Keadilan Sosial diperjuangkan melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Muhammadiyah memandang Indonesia sebagai rumah bersama yang harus dirawat oleh seluruh anak bangsa.

Karena itu, Muhammadiyah menerima Pancasila sebagai dasar negara dan menjadikannya bagian dari komitmen kebangsaan.

Sikap ini bukan lahir dari kompromi terhadap ajaran agama, melainkan dari pemahaman bahwa Islam mengajarkan pentingnya menjaga perjanjian, persatuan, dan kemaslahatan bersama.

Dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, diperkenalkan konsep “Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Syahadah”.

Indonesia dipahami sebagai negara hasil kesepakatan nasional yang harus dijaga bersama (darul ahdi) sekaligus menjadi tempat umat Islam memberikan karya terbaiknya bagi kemajuan bangsa (darul syahadah).

Konsep ini sangat relevan untuk menjawab berbagai tantangan kebangsaan saat ini. Ketika sebagian orang masih mempertentangkan agama dan negara, Muhammadiyah justru menunjukkan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan.

Menjadi Muslim yang taat sekaligus warga negara yang baik bukanlah dua hal yang bertentangan.

SMPM 5 Pucang SBY

Di era media sosial, tantangan terbesar bangsa bukan hanya persoalan ekonomi atau politik, tetapi juga menguatnya polarisasi, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang tidak benar.

Pancasila mengajarkan persatuan, sedangkan Islam mengajarkan tabayyun. Keduanya menjadi fondasi penting untuk menjaga harmoni kehidupan berbangsa.

Kita sering menyaksikan perbedaan pilihan politik memutus persaudaraan, perbedaan pandangan melahirkan permusuhan, bahkan media sosial digunakan untuk menyebarkan kebencian.

Padahal para pendiri bangsa telah memberikan teladan bahwa perbedaan seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Hari Lahir Pancasila mengajak kita kembali pada semangat para pendiri bangsa yang mampu meletakkan kepentingan Indonesia di atas kepentingan kelompok. Semangat inilah yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda.

Muhammadiyah telah membuktikan bahwa mencintai Indonesia tidak cukup dengan slogan.

Cinta Tanah Air harus diwujudkan melalui kerja nyata, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang bermutu, pemberdayaan ekonomi umat, serta kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban.

Karena itu, memperingati Hari Lahir Pancasila sejatinya adalah memperkuat komitmen untuk terus berkarya bagi bangsa.

Pancasila tidak cukup dihafalkan, tetapi harus dihadirkan dalam tindakan. Sebab masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kuatnya konstitusi, tetapi juga oleh kuatnya karakter dan moral warganya.

Muhammadiyah akan terus berdiri di barisan terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Sebab Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat adalah cita-cita bersama yang harus terus diperjuangkan.

Selamat Hari Lahir Pancasila. Merawat Indonesia adalah bagian dari ibadah. Menjaga persatuan adalah bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 31/05/2026 14:42
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu