Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bedah Tren Kekerasan Anak di Surabaya, Tim OPSI SMAMX Gali Data ke Polsek

Iklan Landscape Smamda
Bedah Tren Kekerasan Anak di Surabaya, Tim OPSI SMAMX Gali Data ke Polsek
Bedah Tren Kekerasan Anak di Surabaya, Tim OPSI SMAMX Gali Data ke Polsek
pwmu.co -

Tren kasus kekerasan terhadap anak dan perundungan di Kota Pahlawan kian memprihatinkan. Prihatin dengan fenomena tersebut, tim Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dari SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) bergerak cepat. Mereka menggandeng pihak kepolisian untuk membedah akar permasalahan secara mendalam.

Rabu siang (24/6/2026), tim riset SMAMX melakukan kunjungan khusus ke Polsek Genteng. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kapolsek Genteng AKP Mulya Sugiharto, S.I.K. Pertemuan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan upaya penggalian data primer untuk memperkuat tesis penelitian mereka.

Penelitian CAKRA: Metode Pemberdayaan Organisasi Pelajar dalam Pencegahan dan Pendampingan Korban Perundungan serta Kekerasan Seksual dalam mendukung SDGs 4 Quality Education di tingkat SMA. Judul proposal ini telah lolos di tahap penelitian OPSI 2026 yang didakan oleh Kemendikdasmen.

Di hadapan para peneliti muda itu, AKP Mulya Sugiharto memaparkan realitas pahit di lapangan. Menurutnya, tren kekerasan anak dan bullying di Surabaya menunjukkan grafik kenaikan yang menuntut perhatian serius.

“Penyebab utamanya berpangkal pada tiga pilar krusial. Yaitu pengawasan orang tua, pengaruh lingkungan sosial, dan efektivitas pendidikan karakter,” ujar Mulya saat sesi wawancara.

Mulya menegaskan, ketiga variabel tersebut adalah determinan mutlak. Jika salah satu saja goyah, maka pintu gerbang terjadinya kekerasan pada anak akan terbuka lebar. Tanpa pengawasan yang ketat dan pendidikan karakter yang mumpuni, remaja sangat rentan menjadi pelaku maupun korban.

SMPM 5 Pucang SBY

Bedah Tren Kekerasan Anak di Surabaya, Tim OPSI SMAMX Gali Data ke Polsek Genteng (Foto: Azmi/PWMU.CO)
Bedah Tren Kekerasan Anak di Surabaya, Tim OPSI SMAMX Gali Data ke Polsek Genteng (Foto: Azmi/PWMU.CO)

Penelitian tim CAKRA SMAMX ini pun menjadi angin segar. Mereka tidak hanya mencoba memotret masalah, tapi juga menawarkan solusi berbasis pemberdayaan organisasi pelajar.

“Kami menggali banyak informasi teknis dan kebutuhan riil di lapangan. Bagaimana polisi melihat celah pendampingan korban, dan di mana posisi organisasi pelajar untuk masuk sebagai mitra pencegahan,” tutur Panji Tegar Wikantama kelas XI Sosial Humaniora, salah satu tim peneliti SMAMX di sela diskusi.

Dengan data komprehensif yang didapat dari narasumber pihak kepolisian, tim OPSI SMAMX optimistis bahwa metode CAKRA dapat menjadi model percontohan yang aplikatif. Harapannya, riset ini mampu mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan aman bagi seluruh siswa di tingkat SMA.

Aksi nyata siswa SMAMX ini menjadi bukti bahwa generasi Z tidak hanya cakap digital, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap problem sosial di sekitarnya

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 24/06/2026 15:56
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu