Dewan Hizbul Wathan (HW) SMA Muhammadiyah 7 Surabaya menggelar kegiatan latihan turun tebing (rappelling) pada Minggu (2/8/2026) di lingkungan SMA Muhammadiyah 7 Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini diikuti oleh calon Dewan Hizbul Wathan Generasi 5 dan Dewan Generasi 4 dengan materi yang disampaikan oleh Mas Arizky.
Latihan rapeling ini diselenggarakan sebagai salah satu syarat kenaikan tingkat Taruna Melati I pada materi mountaineering.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan melatih mental dan keberanian calon dewan dalam menghadapi ketinggian, menumbuhkan kerja sama tim, mengenalkan peserta pada kegiatan alam bebas, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi sarana penyegaran bagi peserta untuk melepas penat di tengah rutinitas belajar.
Media Pembelajaran Karakter
Kepala SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, Rufiah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, latihan rappelling tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi peserta, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter yang sejalan dengan tujuan pendidikan di sekolah.
“Kegiatan seperti ini mampu melatih keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama. Kami berharap para calon Dewan Hizbul Wathan dapat mengambil banyak pelajaran dari kegiatan ini dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam setiap aktivitas kepanduan” tuturnya.
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIB dengan kedatangan seluruh peserta. Pemateri hadir pada pukul 08.30 WIB.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pengenalan perlengkapan mountaineering, fungsi setiap alat, teknik dasar rappelling, serta prosedur keselamatan yang harus diterapkan selama kegiatan. Penyampaian materi berlangsung hingga waktu salat Zuhur.
Setelah istirahat, salat, dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan praktik rappelling hingga waktu salat Asar. Dalam sesi praktik, peserta secara bergantian mencoba turun menggunakan tali dengan pendampingan langsung dari pemateri dan panitia.
Meskipun sebagian peserta masih merasa gugup dan takut terhadap ketinggian, suasana latihan tetap berlangsung menyenangkan karena pemateri memberikan penjelasan secara rinci, santai, dan mudah dipahami.
Lakeysa, salah satu calon Dewan Hizbul Wathan Generasi 5 mengaku sangat menikmati penyampaian materi meskipun masih memiliki rasa takut saat praktik.
“Materinya sangat seru, Namun untuk praktik saya masih belum berani karena masih memiliki trauma terhadap ketinggian. Meski begitu, penyampaian materi oleh Mas Arizky sangat baik. Penjelasannya rinci, jelas, dan mudah dipahami” terang Lakesya.
“Beliau juga sabar dalam membimbing peserta sehingga kami benar-benar memahami setiap materi yang disampaikan” ujarnya.
Bekal Ikuti Kepanduan Selanjutnya
Ketua Umum Dewan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 7 Surabaya, Moh Maulidani berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bekal bagi seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan kepanduan selanjutnya.
“Menurut saya, materi kali ini sangat berkesan karena akhirnya dapat kembali dilaksanakan setelah beberapa tahun tidak diadakan. Semoga ilmu yang telah disampaikan oleh Mas Arizky dapat bermanfaat bagi teman-teman dan menjadi bekal dalam mengikuti kegiatan Hizbul Wathan selanjutnya” tuturnya.
Sementara itu, Arizky selaku pemateri mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan.
“Saya melihat teman-teman sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sayangnya, waktu yang tersedia masih kurang karena masih banyak peserta yang ingin mencoba praktik rappelling” terang Arizky.
“Saya juga memohon maaf karena perlengkapan yang tersedia belum sepenuhnya memadai sehingga beberapa peserta harus menunggu giliran cukup lama” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Dewan Hizbul Wathan SMA Muhammadiyah 7 Surabaya berharap para calon dewan tidak hanya memahami teknik dasar rappelling.
Tetapi juga memiliki mental yang lebih tangguh, mampu bekerja sama dalam tim, peduli terhadap kelestarian alam, serta siap menghadapi berbagai tantangan dalam setiap kegiatan kepanduan di masa mendatang.





0 Tanggapan
Empty Comments