Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Pembukaan Mataf UMY 2026: Haedar Ingatkan Mahasiswa, Tujuan Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar

Iklan Landscape Smamda
Pembukaan Mataf UMY 2026: Haedar Ingatkan Mahasiswa, Tujuan Kuliah Bukan Sekadar Mengejar Gelar
Suasana Masa Ta'aruf mahasiswa baru UMY 2026. (Alya Jihan Akifah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Belajar kehidupan, dua kata itu menjadi salah satu pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Pesan tersebut ia sampaikan dalam Pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mataf) Tahun Akademik 2026/2027 di Sportorium UMY, Senin (7/9/2026). Sebanyak 7.131 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang menjadi awal perjalanan mereka sebagai bagian dari civitas akademika UMY.

Bagi Haedar, memasuki perguruan tinggi Muhammadiyah berarti memasuki ruang pendidikan yang lebih luas daripada sekadar tempat memperoleh pengetahuan akademik.

“Di kampus ini kalian tidak hanya belajar ilmu, menguasai teknologi dan keahlian serta berbagai skill, tetapi kalian belajar kehidupan,” tegasnya dalam tayangan video.

Ia menjelaskan, UMY tidak berdiri sendiri dalam perjalanan pendidikan Muhammadiyah. Kampus tersebut merupakan salah satu bagian dari jaringan pendidikan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang kini berjumlah 163 perguruan tinggi dan menaungi ratusan ribu mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.

Konteks tersebut, menurut Haedar, menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan tinggi Muhammadiyah. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa baru yang telah memilih UMY sebagai tempat melanjutkan pendidikan.

“Anak-anakku sekalian, kalian tidak salah alamat dan tidak salah pilih. Kalian betul-betul memilih kampus yang tepat, kampus yang menjadi kebanggaan Muhammadiyah dan memperoleh banyak penghargaan dari masyarakat luas, nasional maupun internasional,” tuturnya.

Menyiapkan Diri Menjadi Manusia yang Utuh

Namun, Haedar tidak ingin pencapaian mahasiswa berhenti pada prestasi akademik. Menurutnya, perguruan tinggi perlu menjadi tempat bertemunya pengetahuan, keterampilan, teknologi, akhlak, dan pengalaman sosial.

Mahasiswa, katanya, perlu belajar membangun hubungan dengan orang lain, mengenali lingkungan baru, serta memiliki kemampuan beradaptasi. Proses tersebut menjadi bagian dari pembentukan kematangan diri selama menjalani kehidupan kampus.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa baru memelihara semangat belajar sekaligus mengembangkan kapasitas yang mereka miliki.

“Rawat, jaga, pelihara, dan tumbuhkan semangat untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi, mahasiswa yang menanamkan diri dengan akhlak yang mulia, kecerdasan, penguasaan ilmu dan teknologi, serta berbagai keahlian sesuai dengan minat yang kalian miliki,” pesannya.

Dalam pandangannya, pencarian ilmu juga tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai keislaman. Mahasiswa Muslim, menurut Haedar, perlu menjadikan ilmu sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri dan menghadirkan manfaat bagi kehidupan.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia mengingatkan mahasiswa agar memahami Islam sebagai agama yang membawa perdamaian, kemajuan, kemuliaan budi, dan peradaban. Dengan bekal tersebut, pendidikan tinggi diharapkan melahirkan pribadi yang mampu memberi dampak setelah menyelesaikan studinya.

“Setelah keluar dari kampus ini, kalian akan menjadi insan yang memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan bagi kemanusiaan,” ujarnya.

UMY: Unggul, Islami, dan Mendunia

Pesan mengenai pembentukan manusia tersebut sejalan dengan arah pendidikan yang diperkenalkan Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. kepada mahasiswa baru.

Achmad menyebut kehidupan di UMY akan menghadirkan berbagai pengalaman baru bagi mahasiswa. Perubahan yang diharapkan tidak hanya berupa bertambahnya pengetahuan, tetapi juga perkembangan sikap, perilaku, jaringan, dan karakter.

“UMY akan memberikan suasana baru bagi Anda sekalian, suasana belajar yang mengubah perilaku, mengubah sikap, mencari pengetahuan baru, memperkuat jaringan, dan memperbaiki karakter Anda sebagai seorang manusia,” ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan proses tersebut dengan tagline UMY, “Unggul, Islami, Mendunia.” Menurut Achmad, keunggulan perlu diwujudkan melalui kapasitas dan prestasi, sementara nilai Islami tercermin dalam kepribadian yang semakin menjunjung kemanusiaan dan keadilan.

“Unggul, Islami artinya Anda menjadi perintis pribadi-pribadi yang unggul. Islami berarti Anda mempunyai kepribadian yang meningkatkan kemanusiaan Anda, rasa keadilan Anda kepada makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.

Menutup penyambutan, Achmad mengajak mahasiswa baru menjalani masa perkuliahan dengan membuka diri terhadap lingkungan dan orang-orang baru.

Di penghujung sambutan ia mengucapkan tahniah untuk para mahasiswa baru.

“Selamat menempuh kehidupan yang baru, sahabat yang baru, suasana yang baru, dan cara berpikir yang baru. Mudah-mudahan kita semua diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelapangan sehingga bisa menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 07/09/2026 20:16
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu