Suasana upacara bendera penuh khidmat pada Senin pagi (7/9/2026) di SD Muhammadiyah 1 Krian (SD Sakri), Sidoarjo, Jawa Timur terasa berbeda. Momentum tersebut dimanfaatkan oleh jajaran Polsek Krian untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan pembentukan karakter kepada para siswa sejak dini. Para petugas upacara nampak gagah dalam menjalankan tugas. Ps. Kanit Binmas Polsek Krian, Sunarti, yang bertindak sebagai pembina upacara
Dia menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar kepatuhan formal terhadap aturan sekolah, melainkan kebiasaan hidup yang harus dibangun sejak dari rumah.
“Disiplin itu dimulai sejak pagi hari, bahkan saat anak-anak baru bangun tidur. Mulai dari bangun tepat waktu, bersiap ke sekolah, tidak datang terlambat, hingga mengikuti pelajaran dengan tertib. Itu semua pondasi awal pembentukan karakter,” ujar Sunarti di hadapan para siswa.
Seluruh siswa SD Sakri mendengarkan dengan dengan seksama. Dalam amanatnya, Sunarti mengingatkan para pelajar untuk konsisten menjalankan kewajiban akademis, seperti rajin mengerjakan tugas, fokus mendengarkan guru, dan mematuhi tata tertib sekolah. Menurutnya, kecerdasan tanpa kedisiplinan tidak akan cukup untuk mengantarkan seseorang pada cita-citanya.
“Kesuksesan itu tidak hanya diukur dari seberapa pintar kita, tetapi dari kemauan membangun kebiasaan baik dan menjalankannya secara konsisten. Disiplin adalah kuncinya,” tegasnya.
Selain kedisiplinan di lingkungan sekolah, Polwan ini memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas, khususnya penggunaan helm saat dibonceng menggunakan sepeda motor.
“Ke mana pun perginya, wajib tetap memakai helm untuk melindungi kepala. Helm itu bukan untuk menghindari razia petugas, tapi untuk melindungi diri dari risiko benturan jika terjadi kecelakaan,” tambah Sunarti.
Di akhir amanatnya, Sunarti menyoroti isu perundungan (bullying) yang rentan terjadi di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh siswa menciptakan suasana belajar yang aman, ramah, dan saling menghargai.
“Sekolah harus jadi tempat yang aman untuk belajar dan bermain tanpa rasa takut. Stop perundungan! Saling menyayangi dan menghormati sesama teman adalah kunci agar kalian bisa belajar dengan nyaman,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments