Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bermain Bukan Sekadar Dolanan, Tapi Sarana Anak Belajar

Iklan Landscape Smamda
Bermain Bukan Sekadar Dolanan, Tapi Sarana Anak Belajar
Foto parenting bersama Muhammad Yahya dan walimurid PAUD ABA Percontohan Bojonegoro. (Pita Khoirunisa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Bermain bagi anak usia dini bukan sekadar aktivitas untuk bersenang-senang atau mengisi waktu luang. Di balik aktivitas bermain, terdapat proses belajar yang mampu menstimulasi berbagai aspek tumbuh kembang anak. Hal tersebut disampaikan Muhammad Yahya, S.Pd, Konsultan Pendidikan PAUD ABA Percontohan Bojonegoro, dalam kegiatan parenting yang digelar Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di mushola PAUD ABA Percontohan Bojonegoro tersebut diikuti 10 wali murid KB dan TK. Para peserta mendapatkan pemahaman bahwa dolanan sederhana yang dilakukan anak dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan kecerdasan, kreativitas, sosial, emosional, bahasa, hingga kemampuan motorik.

Menurut Muhammad Yahya, orangtua perlu memahami bahwa bermain merupakan dunia anak. Karena itu, orangtua tidak seharusnya hanya melihat bermain sebagai kegiatan yang tidak produktif. Justru melalui bermain, anak memperoleh pengalaman langsung yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.

“Melalui bermain, anak dapat mengasah kecerdasan motorik halus, daya imajinasi, kemampuan berpikir, serta kecerdasan linguistik,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan bermain dapat meningkatkan fungsi otak, melatih anak memecahkan masalah, mengeksplorasi ide baru, menemukan solusi, serta menjadi sarana untuk berkreasi.

Perkembangan Sosial dan Emosional

Selain aspek kognitif dan motorik, bermain juga memiliki peran penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak. Anak belajar mengenal angka, bentuk, warna, nama dan fungsi benda. Bermain bersama juga menjadi sarana bagi anak untuk belajar bersosialisasi, mengendalikan emosi, melatih kesabaran, serta memahami orang lain.

SMPM 5 Pucang SBY

Muhammad Yahya menambahkan, berbagai permainan sederhana juga dapat melatih koordinasi antara saraf, tangan, mata, dan otak. Anak dapat belajar membuat kerajinan sekaligus mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di lingkungan sekitar.

Kepala PAUD ABA Percontohan Bojonegoro Dwi Anjarwati,S.Pd menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wali murid yang hadir dan mengikuti kegiatan sekolah secara konsisten.

“Semoga kegiatan parenting ini memberikan ilmu yang bermanfaat bagi orang tua dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak di rumah,” ungkapnya.

Kegiatan parenting ini menjadi salah satu bentuk komitmen PAUD ABA Percontohan Bojonegoro dalam membangun sinergi antara sekolah dan orangtua. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan stimulasi perkembangan anak dapat dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 07/09/2026 20:24
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu