Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ekspedisi Dahlan Muda, BEM UAD Bawa Program Pengabdian ke Kepulauan Mentawai

Iklan Landscape Smamda
Ekspedisi Dahlan Muda, BEM UAD Bawa Program Pengabdian ke Kepulauan Mentawai
Penyerahan dan Launching Pojok Baca di Rumah Belajar Anak Suku Mentawai oleh tim Ekspedisi Dahlan Muda (24 Agustus 2026) di Desa Muara Sikabaluan
pwmu.co -

Sekelompok mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menjalankan program pengabdian bertajuk Ekspedisi Dahlan Muda di Kepulauan Mentawai selama satu bulan, 9 Agustus hingga 9 September 2026.

Program yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UAD tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat di wilayah yang masih menghadapi tantangan pembangunan, khususnya dalam aspek pendidikan dan sosial-keagamaan.

Ekspedisi Dahlan Muda dirancang sebagai gerakan pengabdian lintas disiplin dengan menempatkan mahasiswa langsung di tengah realitas sosial masyarakat adat Mentawai.

Program ini menyasar sejumlah persoalan, antara lain keterbatasan akses pendidikan, minimnya fasilitas ekonomi digital, hingga kebutuhan pembinaan keagamaan yang belum sepenuhnya merata.

Selama sebulan pengabdian, tim menjalankan sejumlah program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Di sektor ekonomi, mahasiswa melakukan pendampingan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar produk lokal Mentawai dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Di bidang pendidikan, tim menyerahkan hibah buku bacaan untuk Rumah Belajar Anak Suku Mentawai di kawasan Taman Nasional Siberut.

Sementara di bidang sosial-keagamaan, mahasiswa memberikan hibah Al-Qur’an dan Iqra untuk masjid setempat melalui kerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) Wilayah DIY.

Tim juga berkoordinasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Desa untuk mengoptimalkan program pembinaan mualaf.

Presiden Mahasiswa BEM UAD, Muhammad Ilham, menegaskan bahwa Ekspedisi Dahlan Muda merupakan wujud konkret nilai-nilai Muhammadiyah berupa pencerahan dan pemberdayaan umat.

“Kami ingin mahasiswa UAD tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga punya keberpihakan yang jelas terhadap persoalan-persoalan sosial di masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini jarang tersentuh program pengabdian. Mentawai kami pilih karena di sanalah kami melihat kebutuhan itu sangat nyata, sekaligus banyak potensi yang belum tergarap maksimal,” ujar Ilham.

Ia berharap Ekspedisi Dahlan Muda dapat menjadi program tahunan yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami tidak ingin ekspedisi ini hanya meninggalkan foto dan laporan kegiatan. Yang kami kejar adalah dampak jangka panjang — UMKM yang benar-benar naik kelas, anak-anak yang makin gemar membaca, jamaah yang makin nyaman beribadah, dan mualaf yang merasa didampingi. Itu semua adalah indikator keberhasilan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Senada dengan itu, Menteri Pendidikan BEM UAD, Muhammad Zulfikar, menjelaskan bahwa secara filosofis, Ekspedisi Dahlan Muda hadir sebagai ikhtiar memperluas cakrawala mahasiswa melalui penghayatan langsung atas realitas pendidikan dan sosial masyarakat Mentawai.

“Kegiatan ini menjadi ruang dialektika antara pengetahuan akademik dan kearifan lokal yang acap kali luput dari ruang kelas. Lebih dari perjalanan, ekspedisi ini merupakan laku pengabdian untuk menumbuhkan kepekaan, keberpihakan, dan tanggung jawab intelektual mahasiswa kepada bangsa dan negara,” ungkap Zulfikar.

Dari sisi output, program ini menargetkan sejumlah capaian terukur. Di sektor ekonomi, tim menargetkan terpetakannya UMKM lokal secara digital.

Di sektor pendidikan, program diarahkan untuk meningkatkan akses bahan bacaan bagi anak-anak di kawasan Taman Nasional Siberut sekaligus menumbuhkan budaya literasi sejak dini.

Sementara di sektor sosial-keagamaan, program menyasar penguatan sarana ibadah dan optimalisasi pembinaan mualaf.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, pengalaman lapangan tersebut juga diharapkan dapat menempa jiwa kepemimpinan, empati sosial, serta kemampuan pemecahan masalah mahasiswa peserta.

Ke depan, BEM UAD berencana menjadikan Ekspedisi Dahlan Muda sebagai program berkelanjutan dengan cakupan wilayah yang terus diperluas berdasarkan evaluasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat setelah kegiatan.

Melalui program ini, BEM UAD menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab intelektual dan moral mahasiswa terhadap bangsa.

Harapannya, jejak yang ditinggalkan di Mentawai berupa perubahan nyata yang terus dirasakan masyarakat meski tim mahasiswa telah kembali ke kampus.

Revisi Oleh:
  • Satria - 07/09/2026 18:35
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu