Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Optimalisasi Pembelajaran IPA Berbasis Eksperimen untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid pada Momentum Supervisi Kelas

Iklan Landscape Smamda
Optimalisasi Pembelajaran IPA Berbasis Eksperimen untuk Meningkatkan Hasil Belajar Murid pada Momentum Supervisi Kelas
pwmu.co -

Supervisi pembelajaran menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas.

Dalam konteks pembelajaran IPA, supervisi tidak hanya menilai keterlaksanaan pembelajaran, tetapi juga melihat sejauh mana guru mampu menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan supervisi pembelajaran IPA yang dilaksanakan pada Senin (14/9/2026) di kelas 7H SMP Muhammadiyah 15 Surabaya. Dalam kegiatan tersebut, guru model, Bu Yufi, menghadirkan pembelajaran berbasis eksperimen pada materi cairan pelangi, posisi benda, dan kerapatan benda.

Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Bapak Banjar, mengapresiasi upaya Bu Yufi dalam melaksanakan pembelajaran IPA yang inovatif dan bermakna.

Pembelajaran tentang cairan pelangi, posisi benda, dan kerapatan benda dikaitkan dengan fenomena kehidupan sehari-hari, seperti minyak yang tumpah di atas air dan membentuk warna-warni. Pendekatan tersebut menjadi contoh bagaimana guru menghadirkan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan pengalaman murid.

Bu Yufi memulai pembelajaran dengan memberikan contoh nyata berupa fenomena minyak yang tumpah di atas air kemudian membentuk warna-warni seperti pelangi.

Contoh sederhana tersebut mampu menarik perhatian murid sekaligus menjadi jembatan awal untuk memahami konsep kerapatan zat. Murid diajak memahami bahwa setiap zat memiliki massa jenis yang berbeda sehingga memengaruhi posisi zat ketika dicampurkan.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik eksperimen. Bu Yufi mengajak murid melakukan percobaan menggunakan bahan sederhana, seperti kecap, air, dan minyak.

Dalam eksperimen tersebut, murid mengamati bagaimana ketiga cairan tidak bercampur secara sempurna dan membentuk lapisan. Kecap berada di bagian bawah, air di tengah, dan minyak di bagian atas.

Melalui kegiatan tersebut, murid dapat melihat secara langsung konsep kerapatan benda. Zat dengan massa jenis lebih besar akan berada di bawah, sedangkan zat dengan massa jenis lebih kecil berada di atas.

Pembelajaran yang dilakukan Bu Yufi memenuhi prinsip pembelajaran aktif dan bermakna. Murid tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menemukan konsep.

Penggunaan bahan yang sederhana dan mudah ditemukan membuat pembelajaran lebih relevan dan aplikatif. Guru juga membimbing murid melalui pertanyaan-pertanyaan pemantik sehingga mereka dapat menyimpulkan sendiri konsep posisi benda berdasarkan kerapatan zat.

Dalam kegiatan supervisi pembelajaran IPA tersebut, Bu Ulfiyatin berperan sebagai penilai yang mengamati dan mengevaluasi secara menyeluruh proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru model, Bu Yufi.

Penilaian tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, hingga interaksi antara guru dan murid di dalam kelas.

Bu Ulfiyatin menilai kegiatan eksperimen menggunakan bahan sederhana seperti kecap, air, dan minyak sebagai langkah efektif dalam menciptakan pembelajaran aktif. Murid terlihat antusias dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengamati dan menyimpulkan konsep kerapatan benda melalui pengalaman langsung.

Berdasarkan hasil penilaian, Bu Ulfiyatin memberikan apresiasi terhadap kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada murid.

Namun, ia juga memberikan beberapa masukan konstruktif, seperti perlunya pengelolaan waktu yang lebih optimal selama kegiatan eksperimen serta penguatan konsep pada akhir pembelajaran agar pemahaman murid menjadi lebih merata.

SMPM 5 Pucang SBY

Dengan adanya penilaian tersebut, guru diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjadikan supervisi sebagai sarana refleksi untuk pengembangan profesional yang berkelanjutan.

Dosen pembimbing lapangan, Bapak Ngatma’in, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada para mahasiswa PPG Prajabatan yang mengikuti kegiatan supervisi di dalam kelas.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen yang tinggi terhadap proses pembelajaran serta kesiapan mereka sebagai calon pendidik profesional.

Mahasiswa PPG Prajabatan tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga aktif mengamati, mencatat, serta memahami dinamika pembelajaran yang berlangsung di kelas. Hal tersebut mencerminkan sikap tanggung jawab, rasa ingin tahu, dan semangat belajar yang menjadi bekal penting dalam dunia keguruan.

Bapak Ngatma’in berharap pengalaman supervisi tersebut dapat menjadi pembelajaran berharga bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Keterlibatan langsung di kelas akan membantu mahasiswa PPG Prajabatan memahami realitas pembelajaran secara nyata sehingga kelak mampu menjadi guru yang adaptif, kreatif, dan inspiratif.

Dengan demikian, kegiatan supervisi tidak hanya menjadi ajang observasi, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter dan profesionalisme calon guru di masa depan.

Dalam kegiatan supervisi pembelajaran IPA di kelas 7H, mahasiswa PPG Prajabatan turut hadir sebagai observer yang aktif menyaksikan jalannya proses pembelajaran.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa PPG Prajabatan memperhatikan bagaimana Bu Yufi mengaitkan materi cairan pelangi, posisi benda, dan kerapatan benda dengan fenomena kehidupan sehari-hari, seperti minyak yang tumpah di atas air dan membentuk warna-warni.

Hal tersebut memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa PPG Prajabatan tentang pentingnya pembelajaran kontekstual dalam membantu murid memahami konsep abstrak menjadi lebih konkret.

Mahasiswa PPG juga mengamati antusiasme murid saat melakukan eksperimen sederhana menggunakan kecap, air, dan minyak. Dari kegiatan tersebut, mereka memperoleh gambaran langsung bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan keaktifan, rasa ingin tahu, serta kemampuan berpikir kritis murid.

Naira dan Yuna terlihat sangat antusias dan senang saat mengikuti pembelajaran IPA melalui eksperimen langsung.

Kegiatan praktik menggunakan kecap, air, dan minyak membuat mereka dapat mengamati secara nyata perbedaan kerapatan zat yang menyebabkan cairan tidak bercampur dan membentuk lapisan.

Pengalaman belajar secara langsung tersebut tidak hanya membuat mereka lebih mudah memahami materi, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar yang lebih tinggi karena pembelajaran terasa menyenangkan dan bermakna.

Revisi Oleh:
  • Satria - 14/09/2026 20:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu