Puncak peringatan 4 Dasawarsa Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung berlangsung meriah. Lebih dari 5.000 peserta mengikuti Jalan Santai Masyarakat dan Santri (Masyan) Al-Ishlah, Ahad (13/9/2026) pagi.
Sejak pukul 05.30 WIB, peserta memadati area Gerbang Utama (G-1) hingga Lapangan Pondok Maidanul Ma’had. Peserta terdiri dari santri, wali santri, alumni, dan masyarakat umum dari Sendangagung dan sekitarnya.
Dengan rute Start Ponpes Al-Ishlah – Segombang – An-Nur – Balai Desa – Leng Songo – Babatan – Hippam – Mukhlishin – Sutho dan Finish kembali di Ponpes Al-Ishlah, peserta berjalan santai mengelilingi kampung Sendangagung dengan penuh semangat kebersamaan.
Kemeriahan kegiatan semakin lengkap dengan hadirnya sejumlah tokoh, di antaranya anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PAN Husnul Aqib, Wakil DPRD Lamongan Fraksi Gerindra Imam Fadlli, PDM Lamongan Drs. M. Anwar, M.Pd., Fathurrahim Syuhadi, M.M., serta Pemerintah Desa Sendangagung yang dipimpin Kepala Desa Panut Supodo.
Para tamu dan peserta Jalan Santai Masyan disambut hangat Pengasuh Ponpes Al-Ishlah Drs. KH Muhammad Dawam Saleh, didampingi Wakil Pengasuh Drs. KH Agus Salim Syukran, M.Pd.I., dan Ketua Yayasan Ustadz H. Ahmad Thohir S.
Sebelum melepas peserta jalan santai, Ustadz Dawam menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Pondok Pesantren Al-Ishlah yang telah memasuki usia 40 tahun.
“Alhamdulillah Ponpes Al-Ishlah telah berumur 40 tahun, dari 10 santri menjadi 2000 santri, semoga berkah dan bermanfaat terus bagi umat,” ucap Ustadz Dawam sebelum melepas 5000 lebih peserta jalan santai.
Kegiatan Jalan Santai Masyan menjadi bukti kuatnya ikatan antara pesantren dan masyarakat. Antusiasme ribuan peserta juga menjadi bagian dari peringatan perjalanan panjang Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung selama empat dasawarsa.
Momentum tersebut sekaligus menandai 40 tahun perjalanan Al-Ishlah sebagai Kampung Damai, dengan melibatkan santri, alumni, wali santri, dan masyarakat dalam suasana kebersamaan.





0 Tanggapan
Empty Comments