Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Doa Jangan Hanya Dicari Saat Keluarga Menghadapi Masalah

Iklan Landscape Smamda
Doa Jangan Hanya Dicari Saat Keluarga Menghadapi Masalah
Ustaz Khoiri menyampaikan taisiyah dalam Kajian Rutin di Masjid Al Hikmah Wage, Sidoarjo, Senin (14/9/2026). Foto: Masjid Al Hikmah Wage

Masalah keluarga sering membuat seseorang baru sungguh-sungguh mencari Allah. Ketika anak sakit, ekonomi terhimpit, atau hubungan suami istri menghadapi persoalan, doa menjadi tempat untuk menggantungkan harapan. Namun, doa semestinya tidak hanya dicari ketika keadaan sudah darurat.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Khoiri, S.Th.I, M.Pd.I, dalam Kajian Rutin Senin ke-2 di Masjid Al Hikmah Wage, Sidoarjo, Senin (14/9/2026).

Kajian yang mengangkat tema “Keluarga Sakinah” itu diikuti sekitar 155 jamaah dari Wage, Pepelegi, Kedungturi, Bohar, dan sekitarnya.

Dalam kajian tersebut, Ustaz Khoiri menyampaikan materi yang disebutnya sebagai “Cara Doa Emergency”. Materi itu membahas cara memanjatkan doa dengan bacaan yang bersumber dari tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Doa bukan hanya kita baca ketika sedang menghadapi persoalan. Kita perlu membiasakan diri memuji Allah, mengingat-Nya, kemudian menyampaikan kebutuhan kita kepada-Nya,” jelasnya.

Menurut Ustaz Khoiri, salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa adalah tidak terburu-buru menyampaikan permintaan. Doa dapat diawali dengan memuji Allah.

Dia mencontohkan bacaan: “Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi, mubaarakan ‘alaihi kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa.”

Bacaan tersebut, jelasnya, merupakan pujian kepada Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh keberkahan.

Dia kemudian menjelaskan hadis riwayat al-Bukhari tentang seorang sahabat yang membaca pujian tersebut setelah bangkit dari rukuk. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa beliau melihat sekitar tiga puluhan malaikat berlomba-lomba mencatatnya.

“Jadi, jangan sampai ketika kita berdoa hanya berisi permintaan. Awali dengan memuji Allah,” kata Ustaz Khoiri.

Bagian kedua yang disampaikan Ustaz Khoiri adalah memperberat bobot doa dengan bacaan tasbih dan pujian kepada Allah.

Ia mengajak jamaah memahami bacaan: “Subhaanallaahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimaatihi.”

Bacaan tersebut bersumber dari hadis riwayat Muslim tentang Juwairiyah radhiyallahu ‘anha.

Doa Jangan Hanya Dicari Saat Keluarga Menghadapi Masalah
Jamaah Masjid Al Hikmah Wage.

Ustaz Khoiri menjelaskan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca kalimat tersebut tiga kali dan timbangannya menyamai bacaan yang dilakukan Juwairiyah sejak pagi.

“Ini menunjukkan betapa luasnya makna tasbih dan pujian kepada Allah. Kita mengagungkan Allah dengan sesuatu yang melampaui hitungan kita,” tuturnya.

Setelah memuji dan mengagungkan Allah, lanjutnya, seseorang dapat menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan dan permohonannya.

SMPM 5 Pucang SBY

Doa kemudian dapat ditutup dengan: “Allahumma inni as’aluka bi-anna lakal hamda, laa ilaaha illaa anta, al-mannaanu badii’us samaawaati wal ardh, yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa hayyu yaa qayyuum.”

Ustaz Khoiri menjelaskan hadis yang diriwayatkan Abu Dawud dan An-Nasa’i. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa orang yang berdoa dengan rangkaian tersebut telah berdoa menggunakan nama Allah yang agung.

“Ketika Allah diseru dengan nama-Nya yang agung, Allah akan mengabulkan doa. Dan ketika diminta dengannya, Allah akan memberikan,” jelasnya.

Keluarga Sakinah Perlu Dibangun dengan Doa

Menurut Ustaz Khoiri, pembiasaan berdoa menjadi bagian penting dalam membangun keluarga sakinah.

Sebab, keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang tidak pernah menghadapi persoalan. Justru ketika persoalan datang, keluarga membutuhkan kemampuan untuk kembali kepada Allah.

“Jangan menunggu ada masalah baru kita dekat dengan Allah. Jangan menunggu keluarga kita diuji baru kita rajin berdoa,” pesannya.

Dia mengajak jamaah menjadikan doa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu, ketika persoalan benar-benar datang, seseorang sudah memiliki kebiasaan untuk mengadu kepada Allah.

“Biasakan memuji Allah, berzikir, dan memohon kepada-Nya. Jangan hanya berdoa ketika sedang emergency,” katanya.

Kajian yang berlangsung mulai pukul 17.30 WIB itu juga diwarnai buka puasa bersama. Takmir Masjid Al Hikmah Wage menyediakan ta’jil bagi jamaah sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan ukhuwah.

Kajian tersebut juga disiarkan melalui live streaming YouTube PRM Wage sehingga dapat diikuti masyarakat yang tidak hadir secara langsung.

Melalui kajian ini, jamaah tidak hanya diajak memahami bacaan doa, tetapi juga membangun kebiasaan spiritual dalam kehidupan keluarga: mendekat kepada Allah sebelum masalah datang, bukan setelah semua jalan terasa buntu. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 14/09/2026 20:14
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu