Bengkel Rinjani yang berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Malang membuktikan diri bukan sekadar unit bisnis otomotif biasa. Melalui program Rinjani Skills Development Center (RSDC), bengkel ini menghadirkan pendidikan dan pelatihan otomotif gratis selama enam bulan bagi pemuda dari keluarga kurang mampu.
Menariknya, program tersebut tidak hanya menyalurkan lulusannya ke berbagai perusahaan otomotif nasional, tetapi juga membuka peluang kerja hingga ke Jepang.
Kepala RSDC, Eddy Prasetyawan Adisubroto, S.T., menjelaskan bahwa program sosial ini telah berjalan sejak tahun 2008. Program tersebut menyasar lulusan SMA, SMK, maupun MA dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari sekolah Muhammadiyah maupun sekolah negeri.
Prioritas utama RSDC adalah membantu pemuda dari keluarga prasejahtera hingga yatim piatu agar memiliki keterampilan dan masa depan yang lebih baik.
“Ini adalah murni program sosial. Anak-anak yang tinggal dan belajar di asrama kami, seluruh kebutuhan konsumsi hariannya kami tanggung sepenuhnya. Kami ingin membekali mereka dengan ilmu yang sungguh berguna bagi masa depan mereka nanti,” ungkapnya.
Eddy menjelaskan bahwa program diklat RSDC berbeda dengan Praktik Kerja Industri (Prakerin) reguler yang umumnya diikuti siswa SMK.
Jika program magang biasa lebih banyak berfokus pada mesin otomotif, peserta diklat RSDC mendapatkan materi yang lebih menyeluruh. Selama enam bulan, mereka dibekali kemampuan di bidang mesin, perawatan bodi kendaraan, hingga pemeliharaan detail interior dan eksterior mobil.
Dengan sistem pelatihan yang intensif, peserta diharapkan siap bersaing di dunia industri otomotif secara profesional.
Keseriusan RSDC dalam mendampingi masa depan peserta juga terlihat dari luasnya jaringan kerja sama industri yang dimiliki.
Ratusan alumni program ini telah bekerja di berbagai perusahaan rekanan seperti Denso, Astra Malang, hingga Wira Sejahtera Auto 2000 Jakarta. Penempatan kerja mereka pun tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jabodetabek, Sumatera, Yogyakarta, hingga Papua.
Tidak hanya di tingkat nasional, RSDC juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk meniti karier internasional.
Menjelang akhir masa pendidikan, siswa diajak mengunjungi Training Center (TC) Vokasi UMM guna mengenal program pelatihan kerja ke Jepang secara langsung.
“Kami tidak membatasi lingkup di Indonesia saja. Jika berminat, kami akan salurkan mereka untuk ikut tes. Saat ini, sudah ada sekitar enam anak yang berangkat dan bekerja di Jepang pada sektor yang lebih luas, seperti konstruksi, manufaktur, perikanan, hingga pertanian. Tiga orang lainnya kini masih dalam tahap pendidikan bahasa di TC vokasi,” papar Eddy.
Melalui program pendidikan berkelanjutan tersebut, Eddy berharap keberadaan Bengkel Rinjani dan RSDC dapat menjadi solusi nyata bagi pemuda yang kurang beruntung agar memiliki kesempatan hidup yang lebih baik.
“Harapan saya, mereka bisa mengembangkan ilmunya, mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya, dan membuktikan bahwa mereka bisa menjadi individu yang sukses serta bernilai bagi masyarakat luas,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments