Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memberangkatkan Tim Brigadir Relawan Mahasiswa Tanggap Bencana (Bramasgana) untuk melaksanakan aksi kemanusiaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi pada Agustus lalu.
Pelepasan Bramasgana Umsida dilakukan pada Selasa (29/9/2026) di Ruang Rapat Kampus 1 Umsida oleh Wakil Rektor III Umsida, Dr Nurdyansyah MPd.
Sebanyak delapan mahasiswa Bramasgana akan menjalankan misi kemanusiaan selama 14 hari di wilayah terdampak bencana. Tepatnya di Manggarai Timur, salah satu wilayah dengan dampak gempa cukup besar.
Dalam pelepasan tersebut, Dr Nur menyampaikan bahwa keberangkatan Bramasgana menjadi bagian dari kepedulian Umsida terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan.
“Ini juga menjadi langkah bahwa kita tidak hanya elegan dalam bidang akademik dan non-akademik, tapi di bidang sosial kita juga gercep untuk bisa membantu korban bencana” ujarnya.
Dr Nur menegaskan bahwa para mahasiswa yang diberangkatkan merupakan bagian dari mahasiswa terpilih yang memiliki kepedulian sosial untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Mudah-mudahan kebaikan ini adik-adik insyaallah nanti akan dicatat sebagai amal ibadah yang sangat luar biasa” tuturnya.
Ia juga berharap para relawan dapat menjaga komunikasi dengan berbagai pihak selama berada di lokasi serta menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab.
Bramasgana Umsida Fokus 2 Pemulihan
Ketua Bramasgana Umsida, Tatan Rackhen Ariaseta, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan Bramasgana ini.
Yakni, sebagai pendampingan psikososial dan dukungan sekolah darurat sesuai kebutuhan yang telah dikoordinasikan bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Timur.
“Dampak dari gempa bumi kemarin itu melumpuhkan mata pencaharian dari orang tua di sana. Sehingga banyak orang tua yang pasrah. Tingkat resiliensinya masih rendah dan belum bisa untuk bangkit” jelas Tatan.
Melalui pendampingan psikososial, imbuhnya, relawan akan membantu agar mereka mampu kembali membangun semangat dan menghadapi kondisi pascabencana.
Selain itu, Bramasgana Umsida juga akan memberikan perhatian kepada anak-anak melalui kegiatan yang bersifat edukatif dan rekreatif.
“Kemungkinan besar kami akan membuat seperti semacam pesta rakyat. Sehingga teman-teman adik-adik bisa hidup kembali, ceria kembali, dalam artian tidak terpuruk terus menerus” tambahnya.
Kolaborasi dengan Relawan Muhammadiyah
Dalam menjalankan misi tersebut, Bramasgana Umsida akan berkoordinasi dengan MDMC Jawa Timur dan relawan dari perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya yang telah lebih dahulu berada di lokasi.
“Kami mendapatkan info dari teman-teman Maharesigana UMM terkait kondisi yang ada di sana, sehingga nanti untuk intervensi psikososial dan sekolah darurat kami tidak mengulang lagi, tapi meneruskan dari apa yang sudah dilakukan” jelasnya.
Sebelum keberangkatan, para relawan juga telah mendapatkan pembekalan terkait intervensi psikososial dari tenaga pendamping.
Tatan berharap keberangkatan Bramasgana Umsida dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat NTT sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kondisi masyarakat terdampak bencana.





0 Tanggapan
Empty Comments