Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cegah Bullying Sejak Dini, KKN Umsida Ajak Siswa SDN Sekarmojo Lebih Peduli

Iklan Landscape Smamda
Cegah Bullying Sejak Dini, KKN Umsida Ajak Siswa SDN Sekarmojo Lebih Peduli
pwmu.co -

Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian sejak dini. Perilaku seperti mengejek, mengucilkan, memanggil teman dengan nama yang tidak disukai, hingga melakukan kekerasan fisik dapat memberikan dampak bagi korban.

Melihat pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) P 1 Sekarmojo Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengadakan sosialisasi pencegahan bullying kepada siswa SDN 2 dan SDN 3 Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, pada 13 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN P 1 Sekarmojo untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying sekaligus menanamkan sikap saling menghargai sejak usia sekolah dasar.

Sosialisasi dilakukan dengan penyampaian materi menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa sehingga lebih mudah dipahami.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan kekerasan secara fisik. Perilaku verbal seperti mengejek, menghina, memberikan julukan yang tidak disukai, mengancam, maupun menyebarkan perkataan yang dapat menyakiti teman juga termasuk bentuk perundungan.

Selain itu, tindakan mengucilkan atau sengaja menjauhkan seseorang dari kelompok pertemanan juga dapat memberikan dampak bagi korban.

“Bullying terkadang dianggap sebagai candaan, padahal bisa membuat teman merasa sedih, takut, bahkan tidak percaya diri. Karena itu, kami ingin mengajak adik-adik untuk lebih berhati-hati dalam bercanda dan selalu menghargai perasaan teman,” ujar Rochmatika Khalimatus Sakdiyah, salah satu mahasiswa KKN P 1 Sekarmojo yang mengisi materi.

Sosialisasi dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga memahami berbagai contoh perilaku bullying yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Mahasiswa memberikan sejumlah contoh situasi dan mengajak siswa berdiskusi mengenai tindakan yang sebaiknya dilakukan ketika melihat maupun mengalami bullying.

Melalui diskusi tersebut, siswa diajak memahami perbedaan antara bercanda dan bullying. Mahasiswa menjelaskan bahwa candaan dapat menjadi masalah ketika dilakukan berulang kali, membuat orang lain merasa tidak nyaman, atau dilakukan dengan tujuan menyakiti.

Karena itu, siswa perlu memperhatikan perasaan teman sebelum bercanda.

“Kami ingin memberikan pemahaman bahwa setiap anak mempunyai perasaan yang harus dihargai. Jadi, jangan sampai sesuatu yang dianggap lucu oleh kita justru membuat teman merasa sakit hati,” jelas Alfian sebagai pemateri.

Selain mengenalkan bentuk-bentuk bullying, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah perundungan.

Siswa diajak membangun kebiasaan saling menghormati, membantu teman yang membutuhkan, tidak membeda-bedakan teman, serta tidak ikut-ikutan melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain.

Siswa juga diberikan pemahaman agar berani berbicara kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami maupun melihat tindakan bullying.

SMPM 5 Pucang SBY

Keberanian untuk melapor menjadi salah satu langkah penting agar permasalahan tidak dibiarkan dan dapat segera mendapatkan penanganan.

Menurut Bu Lia, salah satu guru SDN 3 Sekarmojo, kegiatan sosialisasi seperti ini penting diberikan kepada siswa karena pemahaman mengenai bullying perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

“Anak-anak perlu mengetahui mana perilaku yang termasuk bullying dan bagaimana bersikap ketika melihat atau mengalaminya. Kami berharap materi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah,” ungkapnya.

Tidak hanya melalui penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak siswa membangun pertemanan yang positif. Siswa didorong untuk saling membantu dan tidak membiarkan teman merasa sendirian ketika menghadapi masalah.

Dengan adanya kepedulian antarsiswa, lingkungan sekolah diharapkan menjadi tempat yang lebih aman dan menyenangkan untuk belajar.

Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN P 1 Sekarmojo dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pembentukan karakter anak.

Mahasiswa berharap sosialisasi tersebut dapat memberikan pemahaman sederhana tetapi bermakna bagi siswa SDN 2 dan SDN 3 Sekarmojo.

“Harapan kami, setelah kegiatan ini anak-anak bisa lebih peduli terhadap teman, tidak melakukan bullying, dan berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Perubahan kecil dari siswa dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman,” ujar Naufal, ketua KKN P 1 Sekarmojo.

Melalui kegiatan sosialisasi bullying di SDN 2 dan SDN 3 Sekarmojo pada 13 Agustus 2026, mahasiswa KKN P 1 Sekarmojo mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan.

Pesan sederhana seperti saling menghargai, tidak mengejek, tidak melakukan kekerasan, dan berani membantu teman menjadi bagian penting dalam membangun hubungan pertemanan yang sehat.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada saat sosialisasi berlangsung, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar, upaya pencegahan bullying dapat dilakukan secara bersama-sama sejak dini.

Pada akhirnya, pencegahan bullying bukan hanya tentang menghentikan tindakan perundungan, tetapi juga membangun budaya saling menghargai di lingkungan sekolah.

Setiap anak berhak merasa aman, dihargai, dan mendapatkan perlakuan yang baik. Melalui edukasi sejak dini, KKN P 1 Sekarmojo berupaya menanamkan nilai tersebut kepada siswa SDN 2 dan SDN 3 Sekarmojo sebagai langkah kecil menuju lingkungan sekolah yang lebih ramah dan nyaman bagi semua.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu