Muhammadiyah melalui Forum Dai Digital Muhammadiyah (Fordigimu) Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dai Digital pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), tepatnya di Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansyur, dan berlangsung selama dua hari hingga Ahad, 24 Mei 2026.
Acara pembukaan dimulai pukul 13.30 WIB dengan dihadiri sejumlah tokoh di lingkungan Muhammadiyah, di antaranya Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag.; Ketua Fordigimu, Kamarul Zaman, S.E., M.Ak.; serta Direktur Pesma KH Mas Mansyur, Muamaroh, M.Hum., yang hadir mewakili pihak UMS.
Peserta yang mengikuti bimbingan teknis ini merupakan para dai digital yang telah lolos serangkaian tahapan seleksi oleh LDK PP Muhammadiyah. Dari sekitar 1.000 pendaftar Forum Dai Digital, tersaring menjadi 700 peserta pada tahap administrasi, hingga akhirnya terpilih 35 dai terbaik yang berhasil melewati tahapan seleksi mulai dari administrasi, pengumpulan karya, hingga wawancara.
Dalam sambutannya, Ketua Fordigimu menyampaikan bahwa dakwah digital kini menjadi salah satu pola dakwah yang menjadi perhatian Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Menurutnya, digitalisasi dakwah merupakan langkah untuk menjawab tantangan zaman dan memperluas jangkauan syiar Islam di tengah perkembangan teknologi informasi.
Sementara itu, Direktur Pesma KH Mas Mansyur, Muamaroh, M.Hum., menegaskan bahwa dakwah merupakan ujung tombak perjuangan di Persyarikatan Muhammadiyah. Ia menyampaikan bahwa jalan dakwah memerlukan komitmen, dan di balik perjuangan tersebut terdapat banyak keberkahan.
“Dakwah itu berat, namun dari dakwah itulah insya Allah kita dipertemukan dengan orang-orang baik, dan semoga seluruh urusan dakwah yang kita lakukan menjadi amal jariyah,” ungkapnya.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, S.Ag., M.Ag., dalam arahannya menjelaskan bahwa dakwah komunitas telah dilakukan Muhammadiyah sejak pertama kali berdiri pada tahun 1912 dan menjadi metode yang dicontohkan langsung oleh pendiri Muhammadiyah.
Ia juga menekankan pentingnya dakwah di dunia maya pada era saat ini. Menurutnya, seorang dai harus mampu menyampaikan pesan dakwah secara luwes, luas, tidak kaku, serta memahami karakter mad’u atau objek dakwah yang dihadapi.
“Dakwah di dunia virtual saat ini menjadi sebuah keharusan, karena gadget telah menjadi kebutuhan primer masyarakat modern. Oleh sebab itu, perlu adanya perhatian dan fokus khusus terhadap berbagai persoalan digital, terlebih semakin banyak pihak yang memanfaatkannya ke arah negatif,” jelasnya.
Sebagai penutup sambutan, Ketua LDK PP Muhammadiyah menyampaikan sebuah pantun kepada para peserta:
Burung merpati terbang melayang,
Hinggap sejenak di pohon kelapa.
Dakwah digital tetap berkembang,
Untuk Muhammadiyah berkemajuan.
Melalui kegiatan ini, Fordigimu diproyeksikan mampu melahirkan dai-dai digital yang kompeten dalam menyampaikan dakwah Islam, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan dakwah di era digital. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments