SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro melaksanakan kegiatan hari pertama preschool pada Sabtu (23/5/2026). Agenda ini dilaksanakan khusus untuk menyambut kehadiran para calon siswa baru kelas 1 yang akan menempuh tahun ajaran baru.
Program preschool ini dirancang untuk menjembatani fase transisi anak-anak dari masa Taman Kanak-Kanak (TK) menuju jenjang Sekolah Dasar (SD) agar dapat berjalan dengan adaptif.
Pada tahun ajaran kali ini, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro menerima total 134 siswa baru. Jumlah tersebut tersebar di dua kampus milik sekolah, dengan rincian 112 siswa di Kampus Suropati dan 22 siswa di Kampus Sumodikaran.
Seluruh siswa mendatangi area sekolah sejak pagi hari dengan didampingi oleh orang tua masing-masing. Pihak sekolah juga telah menyiagakan tim pengajar di kedua kampus untuk memberikan bimbingan kepada para siswa.
Untuk membangun kedekatan antarsiswa serta melatih kemampuan motorik, hari pertama preschool ini diisi dengan berbagai aktivitas kreatif. Kegiatan dimulai dengan pembuatan topi karakter dari bahan kertas karton. Dalam aktivitas ini, anak-anak diarahkan untuk menggunting sendiri pola karakter yang telah disediakan oleh ustaz dan ustazah pendamping kelas.
“Kami sengaja merancang aktivitas ini untuk melatih motorik halus dan menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah. Dengan proses menggunting sendiri, mereka belajar tentang fokus, kesabaran, serta merasakan kepuasan dan rasa bangga atas karya yang berhasil mereka ciptakan,” ujar salah satu ustadzah pendamping kelas 1.
Setelah seluruh pola selesai digunting dan dirangkai, anak-anak mengenakan topi karakter tersebut di kepala masing-masing untuk ditunjukkan kepada teman-teman baru dan para guru.
Selain berfokus pada kreativitas, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro juga mengenalkan aspek kemandirian dan kedisiplinan sejak dini melalui penyampaian materi toilet training. Edukasi ini dikemas secara interaktif melalui metode cutting and pasting (menggunting dan menempel).
Anak-anak diajak untuk menggunting dan menempelkan gambar sesuai dengan urutan tata cara toilet training yang benar.
Materi yang diajarkan meliputi cara meminta izin ke kamar mandi, adab Islami saat masuk toilet, cara membersihkan diri, hingga doa dan adab keluar toilet. Melalui metode ini, para siswa tidak sekadar menghafal urutan langkah secara teori, melainkan terlibat aktif secara visual dan motorik kinestetik.
Pihak sekolah berharap, melalui kegiatan ini, anak-anak dapat lebih mandiri dalam menjaga kebersihan personal mereka saat berada di lingkungan sekolah.
Secara keseluruhan, kegiatan preschool hari pertama ini berjalan dengan lancar dan tertib. Wakil Kepala SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro menyampaikan apresiasi dan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk membentuk lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan (homey) bagi seluruh anak didik di semua kampus.
Melalui pengalaman pada hari pertama ini, para siswa baru diharapkan telah siap secara mental untuk mengikuti rangkaian aktivitas pembelajaran selanjutnya di SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments