Setelah pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT), SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik, mengisi kegiatan sekolah dengan Class Meeting bertajuk Champions of Friendship.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa-Rabu (2–3/6/2026) tersebut diikuti seluruh siswa dan menghadirkan berbagai perlombaan. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah Class Meeting yang secara khusus diperuntukkan bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK).
Program tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan sekolah bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan dilaksanakan melalui berbagai aktivitas yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan di lingkungan sekolah.
“Semua anak berhak untuk bahagia, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di SD Almadany,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi konsep sekolah inklusi yang diterapkan SD Almadany. Sebagai sekolah reguler yang menerima siswa berkebutuhan khusus, pembelajaran dan kegiatan sekolah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta didik agar mereka dapat berkembang secara optimal.
Ketua Panitia Class Meeting Khusus ABK, Selli Anggraini, S.Pd., menjelaskan bahwa pada hari pertama, Selasa (2/6/2026), kegiatan dilaksanakan di selasar kantin sekolah dengan lomba membuat kreasi dari clay. Kegiatan tersebut bertujuan melatih kemampuan motorik halus siswa, terutama kekuatan jari dan tangan, koordinasi mata dan tangan, serta mengembangkan kreativitas dan imajinasi.
Pada hari kedua, Rabu (3/6/2026), kegiatan dilaksanakan di Kelas 2 Ibnu Sina melalui permainan Roll and Clap. Permainan tersebut dirancang untuk melatih fokus, ritme, dan keseimbangan siswa.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti setiap instruksi dengan pendampingan guru pendamping khusus (shadow teacher). Guru-guru tersebut membantu siswa memahami tahapan permainan dan menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan masing-masing peserta.
Para siswa mengikuti instruksi yang ditempel di meja selama pelaksanaan permainan. Mereka melakukan gerakan menggulung tangan, bertepuk tangan, dan melakukan toss dengan pasangan sesuai petunjuk yang tersedia. Aktivitas tersebut dilakukan secara bergantian dengan bimbingan para pendamping.
Sepuluh guru pendamping terlibat dalam kegiatan tersebut untuk mendampingi siswa selama pelaksanaan perlombaan.
Selli menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru pendamping yang telah berpartisipasi dalam mempersiapkan dan mendampingi kegiatan Class Meeting khusus siswa berkebutuhan khusus.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para guru pendamping yang telah membantu mempersiapkan dan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan Class Meeting khusus siswa berkebutuhan khusus,” tuturnya.
Kegiatan Class Meeting khusus siswa berkebutuhan khusus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pasca-Sumatif Akhir Tahun di SD Almadany. Program tersebut merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di lingkungan sekolah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments