Suasana Aula MadtsaMutu Pondok Modern Paciran pada Selasa (18/05/2026) tampak begitu semarak dan penuh kreativitas.
Siswa kelas 7 dan 8 mengikuti kegiatan Co-currilar bertema Ragam Budaya Nusantara dengan membuat aksesori pakaian adat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dari bahan kertas karton.
Kegiatan yang dibimbing langsung oleh bapak dan ibu guru wali kelas tersebut menjadi salah satu rangkaian persiapan menjelang Karnaval Kirab Budaya bertajuk Kreasi Bocah (Krebo) Pondok Modern Paciran yang akan digelar pada Kamis (21/5/2026) mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, siswa putra tampak sibuk membuat topi khas dari pulau Rote NTT, nama topinya adalah Ti’i Langga.
Topi ini berbentuk unik dengan ujung meruncing tinggi (antena) dan tepian lebar, mirip topi sombrero Meksiko, yang aslinya terbuat dari anyaman daun lontar muda namun oleh Siswa Madtsamutu dimodifikasi dibuat dari Kertas karton.
Sedangkan siswa putri dengan penuh ketelatenan merancang bando penutup kepala yang oleh masyarakat NTT disebut dengan bola mulik terbuat dari logam Kuningan berbentuk bulan sabit yang oleh siswi dibuat dari bahan kertas karton dilapisi dengan dengan manik-manik berbagai warna.
Gelak tawa dan sorak antusias sesekali terdengar ketika para siswa saling menunjukkan hasil karya mereka. Ada yang menghias topi dengan motif etnik, ada pula yang menambahkan sentuhan kreatif pada bando agar terlihat lebih menarik dan unik. Meski terbuat dari bahan sederhana, hasil karya para siswa tampak begitu indah dan bernilai seni tinggi.
Waka Kesiswaan MadtsaMutu, Bahisatul Badiyah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan siswa terhadap budaya bangsa sekaligus melatih kreativitas dan kerja sama.
“Melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya belajar membuat karya seni, tetapi juga mengenal keberagaman budaya Nusantara, khususnya budaya dari Nusa Tenggara Timur. Kami berharap mereka semakin bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu wali kelas sekaligus pembimbing kegiatan, Ridho Amalia,S.Pd.I mengaku bangga melihat antusiasme para siswa selama kegiatan berlangsung.
“Anak-anak sangat bersemangat. Mereka saling membantu dan berlomba menampilkan karya terbaiknya. Dari sini terlihat bahwa kreativitas siswa MadtsaMutu sangat luar biasa jika diberikan ruang untuk berekspresi,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Nuem Falakhi, siswa kelas 7A yang menjadi salah satu peserta kegiatan. Ia mengaku senang bisa ikut terlibat dalam pembuatan aksesori baju adat Nusantara tersebut.
“Saya senang karena bisa belajar budaya daerah lain sambil membuat kerajinan bersama teman-teman. Semoga saat kirab budaya nanti hasil karya kami bisa tampil bagus dan membuat bangga sekolah,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan Co-curricular ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di MadtsaMutu tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Dengan suasana yang penuh keceriaan dan kekompakan, para siswa tampak semakin siap menyambut kemeriahan Karnaval Kirab Budaya Krebo Pondok Modern Paciran.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tumbuh rasa bangga dan lebih mencintai budaya sendiri, serta tumbuh kepedulian untuk terus melestarikan ragam budaya Nusantara di tengah arus perkembangan zaman.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments