Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Botol ke Budidaya, Inovasi Bank Sampah STIKES Maboro untuk Ketahanan Pangan Sumberagung

Iklan Landscape Smamda
Dari Botol ke Budidaya, Inovasi Bank Sampah STIKES Maboro untuk Ketahanan Pangan Sumberagung
Peresmian bank sampah di balai Desa Sumberagung. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat kian relevan seiring meningkatnya volume sampah plastik di lingkungan permukiman.

Di Desa Sumberagung, botol dan gelas plastik yang berserakan di depan rumah warga menimbulkan keresahan. Kondisi ini berdampak pada kebersihan lingkungan dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) menghadirkan solusi melalui pendirian Bank Sampah Desa Sumberagung.

Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kami melihat botol plastik bukan sebagai limbah, melainkan benih kesejahteraan. Melalui bank sampah, kami mengajak warga mengubah kebiasaan membuang menjadi menabung,” ujar Puji Amelia, Ketua KKN STIKES Maboro Desa Sumberagung.

Bank sampah tersebut berlokasi di Balai Desa Sumberagung dan berfungsi sebagai pusat pengumpulan serta pengelolaan sampah plastik dari warga.

Proses persiapan hingga pembangunan fasilitas bank sampah berlangsung selama empat hari dengan melibatkan mahasiswa KKN dan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam mewujudkan bank sampah sebagai sarana milik bersama warga desa.

“Biasanya botol plastik berserakan dan tidak terurus. Sekarang lebih tertata dan memiliki nilai jual. Jangan lagi dibakar atau dibuang, kumpulkan dan setorkan ke balai desa,” ujar Lantep, pengepul barang bekas setempat.

Sebagai bentuk sosialisasi, mahasiswa KKN menggelar edukasi bank sampah pada (22/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan konsep, manfaat, serta alur pengelolaan sampah.

SMPM 5 Pucang SBY

Warga yang hadir diminta membawa botol plastik sebagai simbol dukungan terhadap program bank sampah. Langkah ini menjadi awal perubahan perilaku masyarakat dalam memandang sampah.

Alur kerja bank sampah dirancang sederhana dan terstruktur. Warga menyetorkan sampah plastik untuk ditimbang, kemudian disalurkan kepada pengepul desa.

Sampah plastik ditukar dengan uang sesuai berat dan jenisnya. Hasil penjualan dimanfaatkan sebagai modal kegiatan produktif warga.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung usaha budidaya dan peternakan skala kecil sebagai upaya penguatan ketahanan pangan desa.

Mahasiswa KKN melibatkan warga dan pengepul sebagai mitra strategis agar program berjalan berkelanjutan.

Pendekatan partisipatif ini diharapkan menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap pengelolaan bank sampah.

Program Bank Sampah Desa Sumberagung menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi, edukasi, dan aksi nyata, perubahan positif dapat dimulai dari desa dan memberi dampak jangka panjang.

Revisi Oleh:
  • Aalimah Qurrata Ayun - 24/01/2026 15:44
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu