Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Milad ‘Aisyiyah untuk Umat: RS Muhammadiyah Lamongan Hidupkan Dakwah melalui Layanan Kesehatan

Iklan Landscape Smamda
Dari Milad ‘Aisyiyah untuk Umat: RS Muhammadiyah Lamongan Hidupkan Dakwah melalui Layanan Kesehatan
Layanan kesehatan RSML di Milad ke-109 Aisyiyah PDA Lamongan. (Nofaldi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Perayaan Milad bukan sekadar mengenang perjalanan panjang sebuah organisasi, tetapi juga menjadi momentum menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat itulah yang ditunjukkan Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Lamongan dalam Puncak Milad ke-109 ‘Aisyiyah yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Lamongan (Umla), Ahad (26/7/2026).

Di tengah hampir 3.000 kader, anggota, dan simpatisan ‘Aisyiyah yang memadati arena kegiatan, RSM Lamongan hadir bukan hanya sebagai peserta, melainkan sebagai pelayan umat. Kehadiran rumah sakit tersebut menghadirkan layanan kesehatan, edukasi, dan promosi kesehatan sebagai bagian dari dakwah kemanusiaan Muhammadiyah.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan Dr KH Shodikin, MPd, serta Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Prof Dr Mufdlilah SSiT MSc yang menyampaikan tausiyah dalam Tabligh Akbar.

Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Lamongan, Niswatin S.Sos, mengapresiasi konsistensi RSM Lamongan yang selalu terlibat dalam berbagai agenda persyarikatan.

Menurutnya, kolaborasi antara amal usaha dan organisasi merupakan kekuatan besar Muhammadiyah-‘Aisyiyah dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif RS Muhammadiyah Lamongan yang selalu berperan aktif dalam setiap kegiatan ‘Aisyiyah. Kami bangga memiliki rumah sakit terbesar di Lamongan yang terus berkolaborasi dalam berbagai kegiatan persyarikatan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dakwah tidak hanya diwujudkan melalui ceramah dan pengajian, tetapi juga melalui pelayanan kesehatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Dakwah dan syiar persyarikatan di bidang kesehatan harus terus kita kuatkan. Kesehatan merupakan bagian penting dalam kehidupan umat,” katanya.

Niswatin juga mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan, terutama bagi perempuan usia produktif.

“Kita jangan menunggu sakit baru peduli terhadap kesehatan. Budaya hidup sehat dan deteksi dini harus terus dibangun bersama,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, RSM Lamongan memperkenalkan layanan mamografi sebagai salah satu upaya deteksi dini kanker payudara.

Menurut Niswatin, edukasi ini sangat penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pemeriksaan dini maupun risiko kanker payudara.

“Ketika perempuan sehat, keluarga akan menjadi lebih kuat. Karena itu, edukasi kesehatan dan deteksi dini harus terus diperluas agar masyarakat semakin peduli terhadap kesehatannya,” jelasnya.

Ia berharap warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dapat memanfaatkan berbagai layanan unggulan yang dimiliki RSM Lamongan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan.

Membangun Ekosistem Pelayanan Kesehatan Persyarikatan

Lebih lanjut, Niswatin menjelaskan bahwa Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Lamongan telah memiliki jaringan klinik yang tersebar di berbagai kecamatan. Jaringan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan rumah sakit milik persyarikatan.

“Kami berharap warga persyarikatan memanfaatkan fasilitas kesehatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Jangan sampai kita memiliki layanan kesehatan sendiri, tetapi tidak dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Menurutnya, klinik dan rumah sakit bukan sekadar tempat berobat, melainkan bagian dari gerakan dakwah yang menghadirkan pelayanan sekaligus kepedulian kepada umat.

Ia berharap sistem rujukan antar-klinik dan rumah sakit Muhammadiyah dapat terus diperkuat sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang berkesinambungan, mulai dari layanan dasar hingga penanganan lanjutan.

Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSM Lamongan, Ika Novi, menegaskan komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa RSM Lamongan membuka layanan kesehatan selama 24 jam, termasuk pelayanan kegawatdaruratan.

“Jika ada anggota keluarga atau tetangga yang membutuhkan pertolongan darurat, segera bawa ke RS Muhammadiyah Lamongan. Layanan kami tersedia selama 24 jam,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan layanan Panic Button, yang memungkinkan petugas memberikan respons cepat terhadap kondisi kecelakaan maupun keadaan darurat lainnya.

“Melalui layanan Panic Button, kami berupaya memberikan respons yang cepat sehingga masyarakat memperoleh pertolongan secepat mungkin,” jelasnya.

Menurut Novi, pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya diukur dari kecepatan, tetapi juga kemudahan akses, kualitas pelayanan, dan kepercayaan masyarakat.

“Komitmen kami adalah menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas sehingga RS Muhammadiyah Lamongan dapat menjadi pilihan utama masyarakat,” tegasnya.

Dakwah yang Hadir dan Menggerakkan

Kehadiran RSM Lamongan juga mendapat apresiasi dari Suntiyah, tokoh senior ‘Aisyiyah Cabang Pangkaterjo. Ia mengaku bangga melihat konsistensi rumah sakit tersebut dalam mendukung berbagai kegiatan persyarikatan.

“Saya merasa bangga dan terharu. Setiap kegiatan ‘Aisyiyah, RS Muhammadiyah Lamongan selalu hadir memberikan pelayanan kesehatan kepada jamaah,” ungkapnya.

Menurutnya, kiprah RSM Lamongan tidak hanya terlihat dalam kegiatan besar, tetapi juga melalui berbagai layanan sosial kesehatan di tingkat cabang dan ranting, seperti pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.

Pada akhirnya, kesehatan bukan sekadar upaya menyembuhkan orang sakit, melainkan ikhtiar menjaga kualitas hidup, memuliakan kemanusiaan, dan menghadirkan kemaslahatan bagi umat.

Melalui pelayanan kesehatan yang profesional dan penuh kepedulian, RS Muhammadiyah Lamongan menunjukkan bahwa amal usaha persyarikatan bukan hanya untuk dibanggakan, tetapi harus terus bergerak melayani. Sebab, dalam Muhammadiyah, melayani adalah dakwah, kesehatan adalah ikhtiar, dan memberi manfaat merupakan jalan perjuangan menuju masyarakat yang berkemajuan. (*)

Revisi Oleh:
  • Nadjib Hamid - 26/07/2026 22:31
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu