Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren Al-Ishlah Sendangagung, Paciran, Lamongan, semakin lengkap dengan penampilan paduan suara kolaborasi tiga lembaga pendidikan, Senin (17/8/2026).
Sebanyak 30 siswa putri dari SMP Muhammadiyah 12 Paciran, MA Al-Ishlah, dan Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains (STIQSI) Lamongan tampil kompak di bawah tenda merah putih dengan latar Masjid Al-Ishlah.
Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara peringatan kemerdekaan sekaligus momentum mempererat kebersamaan antaranggota dari tiga jenjang pendidikan.
Salah satu peserta dari STIQSI Lamongan mengatakan, pada awal latihan terdapat sejumlah tantangan karena perbedaan usia dan jenjang pendidikan.
“Awalnya mengalami kesulitan karena usia tidak sepadan. Yang yunior merasa malu dan segan, sedangkan yang senior pun kurang bisa akrab. Namun, seiring seringnya latihan, akhirnya keakraban muncul dan tidak saling segan,” ujarnya yang meminta namanya tidak disebutkan.
Dibuka Indonesia Raya, Suasana Khidmat
Penampilan paduan suara diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan Mengheningkan Cipta.
Kedua lagu tersebut menciptakan suasana khidmat sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada bangsa dan negara serta mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Mengenakan seragam biru dengan jilbab putih dan abu-abu, para anggota paduan suara menyanyikan setiap lagu dengan penuh penghayatan di hadapan peserta upacara.
Tumbuhkan Cinta Tanah Air
Penampilan kemudian dilanjutkan dengan Rayuan Pulau Kelapa, Ibu Pertiwi, dan Berkibarlah Benderaku.
Lagu-lagu tersebut membawa pesan tentang kecintaan terhadap tanah air, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, serta semangat menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui kegiatan positif.
Selain menyuguhkan hiburan, rangkaian lagu nasional dan perjuangan tersebut menjadi sarana menanamkan nilai nasionalisme kepada para peserta, khususnya generasi muda.
Semarak dengan Nuansa Budaya
Suasana peringatan semakin semarak ketika paduan suara membawakan Tahu Campur dan Perahu Layar.
Kedua lagu tersebut menghadirkan nuansa budaya dan hiburan sekaligus menjadi pengingat akan kekayaan seni Nusantara. Perpaduan lagu nasional, lagu perjuangan, dan lagu bernuansa budaya membuat penampilan paduan suara semakin berwarna.
Kolaborasi Tiga Lembaga Warnai 40 Tahun Al-Ishlah
Kolaborasi 30 anggota paduan suara dari tiga lembaga menjadi cerminan semangat persatuan dan kebersamaan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus peringatan 40 tahun Al-Ishlah.
Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian acara. Lebih dari itu, kolaborasi ini menjadi sarana menanamkan nilai nasionalisme, kecintaan terhadap budaya, dan semangat gotong royong kepada generasi muda.
Melalui pendidikan, seni, dan kebersamaan, semangat kemerdekaan diharapkan terus tumbuh dan diwujudkan dalam karya serta kontribusi nyata bagi bangsa. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments