Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dulu Peserta MTQ, Kini Wamendikdasmen: Fajar Kembali ke Gorontalo Perkuat PPG UMGO

Iklan Landscape Smamda
Dulu Peserta MTQ, Kini Wamendikdasmen: Fajar Kembali ke Gorontalo Perkuat PPG UMGO
Fajar Riza Ul Haq di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Foto: Istimewa
pwmu.co -

Dua puluh enam tahun lalu, Fajar Riza Ul Haq datang ke Gorontalo sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sekaligus peserta Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.

Selasa (18/8/2026), dia kembali ke daerah itu dengan peran berbeda: sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen).

Kali ini, Fajar datang untuk menguatkan pendidikan dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO).

Kenangan perjalanan 26 tahun silam kembali muncul ketika Fajar menginjakkan kaki di Gorontalo. Ia mengingat perjalanan panjang dari Surabaya yang ditempuh selama dua hari menggunakan kapal.

“Alhamdulillah, pagi ini saya kembali menginjakkan kaki di Gorontalo. Tahun 2000, saya datang sebagai mahasiswa UMS dan peserta MTQ nasional. Saat itu, saya menempuh perjalanan selama dua hari dengan kapal dari Surabaya dan dibiayai oleh kampus,” kenangnya saat mengunjungi UMGO.

Kunjungan kali ini menjadi kedatangan ketiga Fajar ke Gorontalo. Setelah pertama kali datang pada 2000 dan kembali pada 2013, ia kini hadir sebagai pejabat negara. Kedatangannya disambut melalui prosesi adat Gorontalo.

Di UMGO, Fajar diterima Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Gorontalo Dr. Sabara Karim, Rektor UMGO Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd., jajaran pimpinan Persyarikatan dan universitas, serta para peserta PPG.

Ketua PWM Gorontalo Dr. Sabara Karim mengatakan Muhammadiyah terus berupaya memperkuat kontribusinya dalam bidang pendidikan. Saat ini terdapat 58 sekolah Muhammadiyah di Gorontalo dengan tingkat kemandirian dan kondisi yang beragam.

Sebagian sekolah telah berkembang secara mandiri. Namun, sebagian lainnya masih menghadapi berbagai tantangan.

“Sebagian sudah mandiri dan sebagian lainnya masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, optimisme harus terus kita jaga. Kehadiran Pak Wamen Fajar memberikan semangat bagi kami untuk terus membangun dan memperbaiki sekolah-sekolah Muhammadiyah di Gorontalo,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor UMGO Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong menegaskan komitmen kampus untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan guru profesional.

Kepercayaan pemerintah kepada UMGO untuk menyelenggarakan PPG, kata dia, menjadi energi baru bagi universitas untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

“UMGO akan terus mendukung penguatan pendidikan dan mempersiapkan calon guru yang profesional. Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Wamen karena menjadi tambahan semangat bagi kami untuk terus membangun pendidikan yang lebih baik,” kata Abd. Kadim.

Fajar mengapresiasi kepercayaan pemerintah kepada UMGO sebagai penyelenggara PPG. Menurutnya, program tersebut membuat UMGO memiliki posisi semakin strategis dalam menyiapkan guru profesional.

“PPG membuat UMGO semakin strategis. Kita membutuhkan guru yang kompeten, profesional, dan memiliki panggilan untuk mendidik. Karena itu, adik-adik peserta PPG harus terus meningkatkan kompetensi dan menyalakan optimisme untuk menjadi guru terbaik,” ujarnya.

Fajar juga menjelaskan berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru.

Menurutnya, penguatan PPG dan sertifikasi harus berjalan beriringan dengan kebijakan peningkatan kesejahteraan. Salah satunya melalui penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) langsung ke rekening guru.

SMPM 5 Pucang SBY

Langkah tersebut diharapkan membuat penyaluran tunjangan berlangsung lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.

“Komitmen Presiden Prabowo sangat jelas: kompetensi guru harus meningkat dan kesejahteraannya juga harus diperkuat. PPG menyiapkan profesionalismenya, sedangkan TPG merupakan ikhtiar pemerintah meningkatkan kesejahteraan. Keduanya harus bermuara pada pembelajaran yang lebih bermutu,” katanya.

Bagi Fajar, peningkatan kesejahteraan guru tidak boleh dipisahkan dari peningkatan kualitas pembelajaran. Guru yang profesional, kompeten, dan sejahtera diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin baik kepada peserta didik.

Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat dalam pembangunan pendidikan nasional.

Ia menyebut Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan masyarakat yang selama ini berkontribusi melalui sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi.

“Gorontalo berkembang dengan kontribusi Muhammadiyah. Membantu Muhammadiyah berarti membantu pemerintah karena lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat adalah mitra negara,” tuturnya.

Karena itu, Fajar mendorong UMGO dan Muhammadiyah Gorontalo terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, kemajuan Muhammadiyah tidak cukup hanya diukur dari bertambahnya amal usaha. Yang tidak kalah penting adalah seberapa besar kader dan alumninya mampu memberi manfaat di tengah masyarakat.

Fajar mengungkapkan, kunjungannya ke UMGO juga menjadi bagian dari amanat Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir.

Para kader Muhammadiyah yang mendapat amanah di pemerintahan diharapkan tetap menyapa dan menguatkan Persyarikatan ketika menjalankan tugas di berbagai daerah.

“Karena dari Muhammadiyah kami berasal. Saya mendorong Muhammadiyah terus berkiprah, memperkuat kemitraan, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat Gorontalo,” ungkapnya.

Dua puluh enam tahun setelah datang sebagai mahasiswa UMS dan peserta MTQ, Fajar kembali ke Gorontalo dengan amanah yang berbeda.

Dulu ia datang membawa nama kampus dan semangat seorang mahasiswa. Kini ia datang membawa tanggung jawab sebagai pejabat negara.

Tempatnya sama. Perannya berbeda. Namun, benang merahnya tetap pendidikan.

Dari perjalanan panjang menuju Gorontalo hingga penguatan PPG di UMGO, Fajar menegaskan satu hal: pendidikan tetap menjadi jalan pengabdian, sementara Muhammadiyah harus terus mengambil peran dalam mencerdaskan dan memajukan kehidupan bangsa. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu