Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Dari Menulis Luka hingga Mengaminkan Cita-Cita, 18 Guru PAUD ABA Percontohan Ikuti Journaling Time

Iklan Landscape Smamda
Dari Menulis Luka hingga Mengaminkan Cita-Cita, 18 Guru PAUD ABA Percontohan Ikuti Journaling Time
Foto bersama Sharing Class PAUD ABA Percontohan Bojonegoro (Pita Khoirunisa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Sebanyak 18 guru PAUD ABA Percontohan Bojonegoro mengikuti kegiatan Sharing Class bertema Journaling Time di mushola sekolah, Jalan Dr. Sutomo Nomor 59 Bojonegoro, Sabtu (5/9/2026).

Dikemas secara sederhana dan hangat, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para guru untuk berhenti sejenak dari rutinitas, melakukan refleksi diri, sekaligus membangun kebersamaan antarguru.

Sharing Class diawali dengan senam bersama. Setelah tubuh terasa lebih segar, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama. Suasana semakin akrab ketika seluruh guru menikmati hidangan sambil bercengkerama sebelum memasuki kegiatan inti.

Materi Journaling Time disampaikan Kepala PAUD ABA Percontohan, Dwi Anjarwati. Ia menjelaskan bahwa journaling bukan sekadar kegiatan menulis, tetapi dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang kepada diri sendiri dalam mengenali perasaan, mensyukuri kehidupan, serta menata kembali harapan.

“Journaling time ini menjadi waktu untuk kita berhenti sejenak. Kita belajar melihat kembali apa yang sudah kita lalui, apa yang perlu kita syukuri, apa yang harus kita lepaskan, dan apa yang ingin kita perjuangkan,” jelas Dwi.

Dalam kegiatan tersebut, Dwi mengenalkan empat tahapan journaling.

Tahap pertama adalah menulis jurnal syukur hari ini. Para guru diminta menuliskan hal-hal yang mereka syukuri, baik hal besar maupun hal sederhana yang sering kali luput dari perhatian.

Tiga guru kemudian diberi kesempatan membagikan jurnal syukur yang telah mereka tulis. Masing-masing memiliki cerita dan pengalaman berbeda. Namun, semuanya menunjukkan bahwa selalu ada alasan untuk bersyukur dalam kehidupan.

Tahap kedua adalah menuliskan hal yang paling menyakitkan dalam kehidupan. Dwi menekankan bahwa tulisan tersebut merupakan konsumsi pribadi dan tidak harus dibagikan kepada orang lain.

Setelah selesai menulis, kertas tersebut kemudian dirobek-robek. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk melepaskan rasa sakit, kecewa, maupun pengalaman yang selama ini mungkin masih tersimpan di dalam hati.

Tahap ketiga adalah release sederhana melalui latihan pernapasan. Para guru diajak menarik napas melalui hidung secara perlahan, kemudian mengeluarkannya melalui mulut.

Dwi menjelaskan, tarikan napas menjadi simbol untuk menerima hal-hal baik dalam kehidupan, seperti kebahagiaan, keberlimpahan, kesejahteraan, ketenangan, dan energi positif.

Sementara itu, saat mengeluarkan napas, para guru diajak membayangkan berbagai rasa khawatir, sedih, kecewa, dan beban pikiran ikut dilepaskan.

SMPM 5 Pucang SBY

Tahap terakhir adalah menulis cita-cita. Setiap guru menuliskan harapan dan cita-cita yang ingin diwujudkan. Secara bergantian, mereka membacakan cita-citanya di hadapan teman-teman.

Menariknya, setiap kali ada guru yang membacakan cita-citanya, guru yang lain spontan menjawab, “Aamiin.”

Momen tersebut membuat suasana semakin hangat. Tidak hanya menjadi tempat berbagi harapan, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk saling memberikan doa dan dukungan.

Guru Kelompok B, Juni Tjandra Lukitasari, mengatakan kegiatan Journaling Time memberikan pengalaman berharga bagi dirinya dan rekan-rekan guru.

“Refresh hari ini memberikan pengalaman berharga agar kita selalu banyak bersyukur kepada Allah. Kita juga belajar untuk saling mendoakan antar teman,” ujarnya.

Menurutnya, doa dari orang lain yang tidak diketahui oleh orang yang didoakan memiliki makna tersendiri.

“Sebab doa yang diijabah adalah doa ketika kita mendoakan orang lain dan orang tersebut tidak tahu kalau sedang didoakan,” tambahnya.

Kegiatan Sharing Class berlangsung penuh kehangatan. Para guru tidak hanya mendapatkan pengalaman refleksi diri, tetapi juga semakin merasakan arti kebersamaan, saling menguatkan, dan saling mendoakan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama. Senyum dan kebersamaan seluruh guru menjadi penutup dari sebuah pagi yang sederhana, tetapi penuh makna.

Melalui kegiatan ini, PAUD ABA Percontohan Bojonegoro berupaya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada profesionalitas, tetapi juga memperhatikan kebahagiaan, kesejahteraan emosional, dan kekuatan kebersamaan para guru.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu