Tawa dan cerita mewarnai perjalanan pulang siswa kelas V SD Muhammadiyah 16 Surabaya setelah tiga hari mengikuti outbound learning bersama Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU. Dari Telaga Sarangan hingga perjalanan kereta api menuju Surabaya, kebersamaan menjadi pengalaman yang terus mereka bawa.
Hari ketiga kegiatan berlangsung di Telaga Sarangan, Magetan, Kamis (24/9/2026). Setelah sehari sebelumnya mengikuti kegiatan di Markas Korpasgat Madiun, siswa kembali menjalani aktivitas luar ruang yang dikemas dalam berbagai permainan.
Di bawah komando Bintara Koordinator Serda Jatmiko Budi Sulistio, kegiatan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Siswa mengikuti permainan yang menuntut ketangkasan dan kerja sama kelompok.
Salah satu permainan yang menarik perhatian adalah memindahkan telur menggunakan mobil-mobilan. Tantangan kemudian berlanjut dengan memindahkan belut hidup.
Bagi sebagian siswa, memegang belut bukan perkara mudah. Siti Rania Adlah Wiratmadja menjadi salah satu siswa yang harus melawan rasa geli ketika berhadapan dengan belut hidup.
“Baru pertama kali pegang belut hidup. Rasanya bikin geli, hiiiiii,” ujar Rania sambil tertawa.
Teman satu kelompoknya justru menunjukkan respons berbeda. Arfa Arsenio Nurfahreza dengan sigap mengambil dan memindahkan belut tersebut.
“Yeeee, kita menang!” teriak Arfa setelah kelompoknya menyelesaikan tantangan.
Perbedaan respons tersebut justru membuat permainan semakin meriah. Ada siswa yang tertawa karena geli, ada yang berani menyentuh belut, dan ada pula yang memberikan semangat kepada teman satu kelompok.
“Yang penting berani mencoba,” ujar Serda Jatmiko saat memberikan arahan kepada siswa.
Setelah rangkaian games selesai, siswa diajak menikmati permainan di Telaga Sarangan menggunakan perahu karet milik Korpasgat. Bom air dan perang bantal menjadi permainan yang membuat suasana semakin ramai.
Nayla Azzahra Aryandri mengaku menikmati kegiatan tersebut.
“Permainannya seru, mulai dari bom air dan juga perang sarung,” katanya.
Menurut Nayla, pengalaman di telaga tidak berhenti pada permainan di atas perahu.
“Setelah bermain di atas perahu karet, aku berenang bersama teman-teman menuju tepi danau,” ujarnya.
Kegiatan di Telaga Sarangan berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Madiun menggunakan tiga bus.
Sebelum menuju stasiun, siswa mendapat kesempatan singgah sekitar satu jam di Alun-Alun Kota Madiun. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk berfoto dan mengabadikan perjalanan di sejumlah replika ikon dunia.
Ada replika Ka’bah, patung singa putih, Patung Liberty, Menara Eiffel, dan sejumlah ikon lainnya.
“Senang bisa foto-foto bersama teman,” ujar salah seorang siswa saat mengabadikan momen di lokasi.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Stasiun Madiun. Suasana kembali berubah ketika siswa bersiap menaiki kereta api menuju Surabaya Gubeng Baru.
Kereta berangkat pukul 18.58 WIB. Setelah melewati proses boarding, siswa memasuki kereta dengan membawa cerita masing-masing selama tiga hari mengikuti outbound.
Di dalam kereta, interaksi siswa tidak hanya terjadi dengan teman-temannya. Mereka juga berkesempatan berkomunikasi dengan petugas kereta.
Albi Lutfi Andriano bahkan memberanikan diri meminta foto bersama kondektur bernama Zulkhan.
“Pak, boleh minta foto bersama?” tanya Albi.
Permintaan itu mendapat respons ramah dari Zulkhan. Interaksi sederhana tersebut membuat suasana perjalanan semakin hangat. Siswa pun antusias mengabadikan momen bersama kondektur.
Sementara itu, Serda Jatmiko saat penutupan kegiatan di Sarangan menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa.
“Selamat kepada seluruh siswa. Kalian dapat melewati kegiatan outbound dengan sangat baik,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti kegiatan bersama Korpasgat dapat menjadi bagian dari pengalaman belajar siswa.
“Semoga kegiatan bersama kami menjadi pengalaman yang berharga,” kata Jatmiko.
Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Suyono, S.Si., juga menyampaikan terima kasih kepada Korpasgat yang telah mendampingi siswa selama kegiatan.
“Terima kasih banyak atas didikan dari bapak-bapak TNI yang sudah menggembleng siswa kami menjadi siswa yang tangguh,” ujar Suyono.
Kereta tiba di Stasiun Surabaya Gubeng Baru pukul 21.02 WIB. Tiga hari outbound pun berakhir.
Namun, perjalanan tersebut meninggalkan lebih dari sekadar foto dan cerita. Siswa membawa pengalaman bermain bersama, menghadapi tantangan, saling menyemangati, menikmati perjalanan dengan tiga bus, mengeksplorasi Madiun, hingga berbagi cerita di dalam kereta.
Bagi siswa kelas V Sekolah Kreatif Baratajaya, perjalanan tiga hari tersebut menjadi pengalaman belajar di luar kelas yang mempertemukan mereka dengan keberanian, kerja sama, kemandirian, dan kebersamaan.





0 Tanggapan
Empty Comments