Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Delegasi PWM Jatim Ziarah di Makam Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou

Iklan Landscape Smamda
Delegasi PWM Jatim Ziarah di Makam Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou
Delegasi PWM Jatim di Makam Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou, Tiongkok. Foto: Rudi Utomo/PWMU.CO
pwmu.co -

Delegasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim yang dipimpin Ir. Tamhid Masyhudi, Wakil Ketua PWM Jatim, mengunjungi Makam Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou, Tiongkok, Senin (13/4/2026) pukul 15.45 waktu setempat.

Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian agenda rombongan PWM Jatim selama berada di Tiongkok, sekaligus menjadi momentum untuk menapaktilasi sejarah masuknya Islam di negeri tersebut.

Di kalangan Muslim Tiongkok, nama Saad bin Abi Waqqas sangat lekat dengan narasi awal datangnya Islam ke Guangzhou.

Tradisi setempat menyebut sahabat Nabi Muhammad saw itu datang ke Tiongkok pada abad ke-7 dan dikaitkan dengan lahirnya jejak Islam awal di kota pelabuhan penting tersebut.

Karena itu, makam dan masjid yang dihubungkan dengan nama beliau tidak hanya dipandang sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai simbol perjumpaan peradaban Islam dengan Tiongkok.

Dalam kunjungan tersebut, Tamhid Masyhudi menegaskan bahwa ziarah itu dilakukan bukan sekadar untuk melihat situs bersejarah, melainkan untuk mengambil pelajaran dari perjuangan dakwah Islam di masa lalu.

“Tujuan dari kita mengunjungi makam ini adalah untuk mengetahui sejarah serta mendoakan para mujahid yang membela agama Islam,” ujarnya.

Selain berziarah, para delegasi PWM Jatim juga melaksanakan salat jamaah di masjid yang dikaitkan dengan Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou. Suasana khidmat menyelimuti kunjungan tersebut.

Delegasi PWM Jatim Ziarah di Makam Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou
salat jamaah di masjid yang dikaitkan dengan Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou. Foto: Rudi Utomo/PWMU.CO

Di tempat yang selama ini diyakini sebagai salah satu jejak awal dakwah Islam di Tiongkok selatan itu, rombongan PWM Jatim juga mempererat ukhuwah dengan komunitas Muslim setempat.

Dalam kesempatan itu, Tamhid juga menyerahkan cendera mata kepada salah satu imam masjid sebagai simbol persaudaraan dan penghormatan.

Pertanyaan yang menarik kemudian muncul, apa sebenarnya tujuan Saad bin Abi Waqqas datang ke Guangzhou? Apakah murni untuk dakwah, atau juga membawa misi politik?

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Dalam tradisi Muslim Tiongkok, kedatangan Saad bin Abi Waqqas dipahami sebagai bagian dari penyebaran Islam.

Namun, sejumlah kajian akademik modern menyebutkan bahwa riwayat tentang Saad datang langsung ke Guangzhou dan dimakamkan di sana masih diperdebatkan.

Para peneliti menilai bukti historis yang paling kuat justru menunjukkan bahwa komunitas Muslim memang sudah hadir di pelabuhan-pelabuhan Tiongkok sejak abad ke-7 melalui jaringan perdagangan maritim, sementara keterkaitan langsung Saad dengan situs makam itu lebih kuat sebagai tradisi memori keagamaan daripada fakta sejarah yang sepenuhnya pasti.

Meski begitu, ada petunjuk penting yang membuat kisah ini tetap relevan. Britannica mencatat bahwa Khalifah Utsman mungkin pernah mengirim seorang utusan ke Tiongkok pada tahun 651, dan pada akhir abad ke-7 para pedagang Arab Muslim memang telah aktif berdagang di sana.

Dari sini, kedatangan tokoh Muslim awal ke Tiongkok—dalam tradisi yang kemudian dikaitkan dengan Saad bin Abi Waqqas—dapat dipahami bukan hanya dalam kerangka dakwah, tetapi juga dalam konteks diplomasi awal dan pembukaan hubungan antarperadaban.

Delegasi PWM Jatim Ziarah di Makam Saad bin Abi Waqqas di Guangzhou
Jajaran personalis PWM di depan Makam Saad bin Abi Waqqas. Foto: Rudi Utomo/PWMU.CO

Artinya, bila ditanya apakah ada misi politik, jawabannya perlu dijelaskan secara proporsional. Bukan politik dalam arti modern seperti perebutan kekuasaan atau ekspansi pemerintahan langsung, melainkan lebih dekat kepada misi diplomatik: memperkenalkan dunia Islam yang sedang tumbuh, menjalin hubungan resmi dengan Dinasti Tang, sekaligus membuka ruang interaksi perdagangan, budaya, dan komunikasi yang lebih luas.

Jadi, tujuan kedatangan Saad bin Abi Waqqas ke Guangzhou—setidaknya dalam narasi sejarah yang berkembang—dapat dibaca dalam tiga lapis: dakwah, diplomasi, dan peradaban.

Kunjungan delegasi PWM Jatim ke makam bersejarah ini karena itu memiliki makna yang dalam. Dari Guangzhou, rombongan PWM Jatim seakan diajak membaca kembali bahwa penyebaran Islam di berbagai belahan dunia tidak selalu berlangsung melalui penaklukan, tetapi juga lewat perdagangan, akhlak, dialog, jaringan keilmuan, dan diplomasi yang damai. Jejak itulah yang hingga kini masih dikenang di Guangzhou.

Di tengah kemajuan Tiongkok modern, ziarah ke Makam Saad bin Abi Waqqas menjadi pengingat bahwa Islam pernah hadir di kota pelabuhan ini sebagai kekuatan moral dan peradaban. Dan bagi delegasi PWM Jatim, kunjungan ini bukan hanya perjalanan sejarah, tetapi juga perjalanan makna: bahwa dakwah yang besar selalu bertumpu pada ilmu, keteladanan, persaudaraan, dan keterbukaan terhadap dunia. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 14/04/2026 09:00
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡