Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KH M. Anwar Zain: Milik Muhammadiyah dan Umat Islam (1)

Iklan Landscape Smamda
KH M. Anwar Zain: Milik Muhammadiyah dan Umat Islam (1)
KH M. Anwar Zain, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur 1968-1989 (Foto: repro/PWMU.CO)
Oleh : Tim Penulis PWM Jatim (2005)

KH M. Anwar Zain, yang pernah menjabat Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur tiga periode (1968-1989). Dia dilahirkan di Kampung Dapuan (kawasan Ampel), Surabaya, pada 22 Juli 1916. Ayahnya bernama Muhammad Zain dan ibunya bernama Nur Khodijah. Ayahnya adalah seorang petani tambak bandeng di daerah Morokrembangan, Surabaya.

Anwar Zain menempuh pendidikan di madrasah al-Irsyad Surabaya. Di bawah bimbingan Ustadz Umar Hubeisy, seorang ‘ulama al-Irsyad. Selain itu, ia juga belajar agama di bawah asuhan K.H. Mas Mansur, perintis Muhammadiyah di Surabaya.

Pendidikan awalnya ini sangat berpengaruh terhadap penguasaan pengetahuan agama, kepribadian, dan kepemimpinan Anwar Zain di kemudian hari.

Ketika masih belajar di al-Irsyad, pada 1937, ia menikah dengan Siti Solihah (lahir 1922), dan sampai akhir hayatnya dikaruniai 13 anak. Yaitu Siti Zakiyah, Ach. Farid, Ach. Fananie, Markum Al Muhammadi, Sri Qudsi Utami, Sri Laili Sulasi, Ach. Sauqi, Siti Aisyah, Chusnal Aini, Siti Alifah, Nuri Rudyati, Elok Nurrochmi, dan Ahmad Fuadi.

Setelah menikah dan menyelesaikan pendidikan di al-Irsyad, setahun kemudian, ia mulai bergabung dengan kegiatan Pemuda Muhammadiyah. Serta menjadi salah satu anggota pimpinannya. Pada akhir 1930-an, pimpinan Pemuda Muhammadiyah Surabaya adalah Maryadi.

Pada masa awal keterlibatannya di Muhammadiyah, ia sudah mulai merintis pendirian beberapa lembaga Pendidikan. Termasuk yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 2, di Jalan Genteng Muhammadiyah 28, Surabaya. Hal itu dilakukan terutama pada saat ia menjabat sebagai pimpinan (ketua) Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah Surabaya, pada awal 1940-an.

Selama masa penjajahan Belanda dan pendudukan Jepang, ia melibatkan diri dalam kelaskaran Hizbullah. Sementara keluarganya tinggal berpindah-pindah, dari Kampung Dapuan ke Gili (Pabean), dan kemudian Genteng, di mana ia merintis sekolah Muhammadiyah.

Setelah kemerdekaan pada 1945 dan terjadinya peristiwa 10 Nopember 1945 di Surabaya, ia dan sebagian anggota keluarganya pindah (mengungsi) dari satu kota ke kota yang lain. Mulai Sepanjang (Sidoarjo), Pare (Kediri), Jombang (1 tahun), Kudus (3 bulan), Solo (3 bulan) dan Nganjuk (4 tahun). Sebelum pada akhirnya kembali ke Surabaya pada 1950.

SMPM 5 Pucang SBY

Selama masa “pengungsian” tersebut, ia tetap aktif di Muhammadiyah sambil berdagang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Sejak awal 1950-an, ia terlibat aktif di partai politik, menjadi anggota dan pimpinan Masyumi di Surabaya bersama beberapa tokoh lain, seperti Abdul Wahid Suyoso, Misbach, Saleh Umar Bayasut, dan Mas’ud Atmodiwirjo.

Keaktifannya dalam Masyumi mengantarkannya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya. Ia bahkan pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI atau Konstituante, sebelum akhirnya majelis itu dibubarkan oleh Presiden Sukarno melalui Dekrit 19 Juli 1959.

Setelah Masyumi membubarkan diri pada 1960, Anwar Zain meninggalkan kegiatan politik praktis, dan kembali aktif di Muhammadiyah. Tentu sambil menjalankan usaha dagang dengan membuka toko roti dan menjadi agen rokok untuk menopang kehidupan keluarganya.

Karena pengalaman, ketokohan dan dedikasinya, ia dipercaya menjabat Ketua Pimpinan Muhammadiyah Daerah Surabaya (1964-1967), menggantikan dr. M. Soewandhie. Anwar Zain pernah menjadi ketua panitia Musyawarah Nasional (Munas) Tabligh Muhammadiyah pada 18-22 November 1964, di GNI Jl. Bubutan 85, Surabaya. Munas itu sendiri berlangsung meriah, disertai pawai besar keluarga besar Muhamamdiyah dan organisasi Islam lain di Surabaya.

Pada 1968, ia terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, menggantikan KH Usman Muttaqien. Pada masa kepemimpinannya, ia mengembangkan kebijakan dan program yang mengarah kepada perbaikan manajemen organisasi, peningkatan amal usaha dan jaringan komunikasi dengan kalangan internal dan eksternal. (bersambung)

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 12/05/2026 09:38
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡