Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KH M. Anwar Zain: Milik Muhammadiyah dan Umat Islam (3)

Iklan Landscape Smamda
KH M. Anwar Zain: Milik Muhammadiyah dan Umat Islam (3)
KH M. Anwar Zain, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur 1968-1989 (Foto: repro/PWMU.CO)
Oleh : Tim Penulis PWM Jatim (2005)

Periode kedua kepemimpinan KH M. Anwar Zain berlangsung agak panjang, tahun 1978 hingga 1985.  Sebab, pelaksanaan Musywil harus menunggu diadakannya Muktamar ke-41 di Surakarta yang ditunda akibat menunggu selesainya pembahasan Undang-Undang Nomor 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. UU yang mengharuskan seluruh organisasi kemasyarakatan untuk mencantumkan Pancasila sebagai satu-satunya asas organisasi.

Dalam Musywil pada 8 Februari 1986, Anwar Zain kembali terpilih untuk ketiga kalinya sebagai Ketua PWM Jawa Timur (periode 1985-1990). Terpilihnya kembali Anwar Zain menunjukkan bahwa ketokohan dan kepemimpinannya diterima dan diakui oleh Muhammadiyah di Jawa Timur.

Periode ketiga ini tidak bisa ia selesaikan sampai akhir. Pada saat dilaksanakan Sidang Tanwir di Malang pada pertengahan Juni 1989, Anwar Zain jatuh sakit, sampai meninggal pada bulan Agustus 1989.

Semasa hidupnya, selain menjabat pimpinan Muhammadiyah, Anwar Zain juga aktif dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, sebagai salah satu ketua (1980-1989). Ketua Umum MUI Jawa Timur waktu itu adalah KH. Misbach, temannya semasa di Masyumi pada 1950-an. Dalam kapasitas sebagai pengurus MUI, ia pernah melakukan kunjungan ke Malaysia (1987).

Di mata kawan seperjuangan dan keluarganya, Anwar Zain adalah seorang figur pemimpin yang patut diteladani. “Ia adalah tokoh yang memiliki kepribadian sederhana, kalem dan tangguh, sehingga layak sebagai pimpinan Muhammadiyah,” kenang Nurhasan Zain yang pernah menjabat sekretaris PWM pada masa Anwar Zain.

Kepemimpinannya dicirikan oleh tanggungjawab yang tinggi, dedikasi dan kemampuan mengatasi persoalan yang dihadapi oleh Muhammadiyah di Jawa Timur secara tuntas. Ini adalah ciri kepemimpinan modern yang menekankan pada pemecahan masalah (problem solving).

Sebagian besar masa hidup dan waktunya banyak digunakan untuk mengabdi di Muhammadiyah. Sampai timbul perasaan di kalangan anggota keluarganya bahwa ia menomorduakan keluarga.

SMPM 5 Pucang SBY

Tidak jarang pimpinan wilayah, daerah, cabang dan ranting datang berkonsultasi di rumahnya bahkan pada jam-jam yang semestinya digunakan untuk istirahat dan keluarga. Namun, keluarga menyadari dan memahami bahwa tenaga dan pikirannya dibutuhkan oleh masyarakat, dan “Bapak sudah menjadi milik Muhammadiyah dan umat Islam,” kata Ahmad Fuadi, salah satu putra Anwar Zain.

Perhatian Anwar Zain kepada pendidikan agama dan akhlak sangat tinggi, dan menekankan kepada keluarganya mengenai pentingnya kerukunan di antara sesama saudara. Ajaran, pesan dan nasehat inilah yang sering disampaikannya. Tidak hanya dalam dakwah atau khutbah, tetapi juga di berbagai kesempatan lain, seperti di radio, televisi maupun masjid-masjid dan forum pengajian lainnya.

Hal itu juga disampaikan kepada keluarga dan anak-anaknya. Sungguh, ketokohan, jiwa kepemimpinan, kepribadian, dedikasi dan tanggung jawab Anwar Zain patut menjadi teladan bagi generasi Muhammadiyah hari ini dan masa mendatang. (selesai)

Baca: KH M. Anwar Zain: Milik Muhammadiyah dan Umat Islam (1)

Baca: KH M. Anwar Zain: Milik Muhammadiyah dan Umat Islam (2)

Revisi Oleh:
  • Muhkholidas - 13/05/2026 00:26
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡