Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mugeb Primary School (Mugeb PS) dikemas dengan cara yang dekat dengan dunia anak.
Melalui kegiatan Inspiring Maulid, siswa kelas 1 hingga 3 diajak mengenal sosok Rasulullah SAW lewat dongeng, permainan, nyanyian, dan interaksi bersama pendongeng Daniek Pujiarti.
Kegiatan yang berlangsung di Sport Center Mugeb PS pada Jumat (28/8/2026) tersebut mengusung tema ‘Prophet Muhammad as a Role Model for Building a Noble Generation.’
Daniek Pujiarti, anggota Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI), atau yang akrab disapa Bunda Daniek, membuka kegiatan dengan cara yang mengundang perhatian anak-anak.
Ia sengaja memegang mikrofon secara terbalik hingga seorang anak spontan berteriak, “Mikrofonnya terbalik!”
Aksi sederhana itu langsung membuat suasana berubah. Anak-anak yang sebelumnya hanya memperhatikan mulai tertawa dan merespons berbagai aksi Bunda Daniek.
Interaksi berlanjut ketika Bunda Daniek mengeluarkan sebuah dompet dan bertanya kepada anak-anak.
“Mau yang hijau atau yang biru?” tanyanya.
Rasa penasaran semakin besar ketika ia mengeluarkan selembar uang kertas merah bernilai Rp100.000,00.
Anak-anak kemudian diajak bernyanyi bersama.
“Hello, apa kabar kawanku semua!”
Mereka mengikuti dengan penuh semangat.
“Senyum kanan, senyum kiri, kerlingkan mata… ting!”
Di tengah keceriaan itu, Bunda Daniek mulai menyelipkan pesan mengenai akhlak Rasulullah SAW. Anak-anak diajak memahami pentingnya memperlakukan teman dengan baik.
“Rasulullah tidak pernah mengajarkan kita untuk menyakiti teman. Jadi, anak-anak jangan suka mengejek teman, ya,” tuturnya.
Pesan tersebut disampaikan bersamaan dengan permainan suara dan gerakan tangan. Anak-anak mengikuti instruksi seperti “Hujan batu!”, “Hujan badai!”, dan “Hujan menyambar petir!” dengan antusias.
Bunda Daniek juga memberikan pertanyaan sederhana untuk menjaga perhatian anak-anak.
“Siapa yang sudah mandi?”
Hampir seluruh tangan terangkat.
“Siapa yang mandinya di depan TV?”
Pertanyaan tersebut kembali mengundang tawa.
Setelah suasana cukup cair, Bunda Daniek mengajak anak-anak memusatkan perhatian pada cerita yang akan disampaikan.
“Sekarang fokus ya, karena kita akan mendengarkan kisah Rasulullah.”
Dongeng semakin menarik ketika Bonbon, boneka tangan berwarna biru, muncul menjadi teman duet Bunda Daniek.
“Siapa yang ingin bertemu dengan Nabi Muhammad SAW?” tanya Bonbon dengan suara khasnya.
Tangan-tangan kecil kembali terangkat. Dari pertanyaan tersebut, anak-anak mulai diajak menyelami kisah keteladanan Rasulullah SAW.
Bunda Daniek dan Bonbon kemudian mengisahkan peristiwa ketika Ali bin Abi Thalib bertemu seorang mualaf dari suku Badui di Mekkah yang sedang kelaparan. Ali kemudian menghadap Rasulullah SAW untuk menyampaikan kondisi tersebut.
“Ya Rasul, temanku seorang mualaf dari Badui sedang kelaparan. Aku khawatir jika kita tidak membantunya, ia akan kembali meninggalkan Islam,” ujar Bonbon menirukan suara Ali yang lembut.
Rasulullah SAW kemudian mendatangi seorang warga Yahudi untuk membeli kurma secara kredit. Kesepakatan tersebut disertai syarat pembayaran dalam waktu tiga hari.
“Aku akan memberikan kurma ini, tetapi engkau berhutang dan harus melunasinya dalam jangka waktu tiga hari,” janji tersebut diceritakan Bunda Daniek dengan nada suara yang tegas.
Namun, sebelum jatuh tempo, pria Yahudi tersebut datang menagih dengan cara kasar.
“Hai Muhammad, ayo kembalikan kurma yang kamu utang!” gertak pria Yahudi itu sambil menarik pakaian Rasulullah SAW.
Umar bin Khattab yang berada di samping Rasulullah SAW kemudian terpancing emosi. Namun, Rasulullah SAW tidak membalas perlakuan tersebut dengan kemarahan.
Beliau memilih bersabar dan menenangkan Umar. Rasulullah SAW juga meminta Umar menyelesaikan kewajiban utang dengan baik, bahkan memberikan tambahan kurma melebihi jumlah yang diutang sebagai bentuk kebaikan.
Keluhuran akhlak dan kesabaran Rasulullah SAW membuat pria Yahudi tersebut tergerak hatinya hingga akhirnya memutuskan masuk Islam.
Bunda Daniek menghentikan cerita sejenak. Anak-anak yang sebelumnya riuh kini menyimak dengan penuh perhatian.
“Rasulullah tidak mudah marah dan selalu sabar, meskipun mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari orang lain,” tutur Bunda Daniek.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan Inspiring Maulid. Di akhir kegiatan, Bunda Daniek mengajak anak-anak untuk meneladani sifat Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Anak-anak diingatkan agar tumbuh menjadi pribadi yang sabar dan penyayang serta tidak menyakiti orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan.
Melalui dongeng, permainan, dan interaksi yang menyenangkan, kisah keteladanan Rasulullah SAW disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak.





0 Tanggapan
Empty Comments