Seni dan dakwah menjadi dua cara siswi MI Muhammadiyah Kota Madiun (MI Muhimma) menunjukkan semangat generasi santri yang kreatif, percaya diri, dan berakhlak mulia.
Melalui penampilan tari Saman oleh 13 siswi serta duet pildacil bertema “Santri Hebat, Indonesia Kuat” oleh Queensa Hafizah Azami dan Rhea Kaira Pathra, MI Muhimma turut memeriahkan Festival Santri Pangongangan 2026, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Kelurahan Pangongangan tersebut berlangsung pukul 15.30 hingga 22.00 WIB.
Panggung utama berada di Jalan Merapi, sedangkan Jalan Pandan menjadi pusat aneka kuliner dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Festival ini menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk merayakan semangat Hari Santri Nasional melalui seni, dakwah, dan kebersamaan.
Tari Saman, Wujud Kekompakan dan Kreativitas Siswi
Sebanyak 13 siswi MI Muhimma tampil membawakan tari Saman dengan gerakan yang kompak dan ritmis. Penampilan ini menjadi salah satu bentuk partisipasi madrasah dalam memperkenalkan seni budaya sekaligus mengembangkan potensi peserta didik.
Di balik setiap gerakan, tari Saman mengajarkan nilai kedisiplinan, konsentrasi, kerja sama, dan tanggung jawab. Setiap penari perlu menjaga keselarasan gerakan agar penampilan berlangsung harmonis.
Proses tersebut juga melatih siswi untuk menghargai peran teman dan bekerja bersama demi mencapai hasil terbaik.
Pengalaman tampil di panggung festival memberikan kesempatan bagi para siswi untuk mengembangkan keberanian dan kepercayaan diri.
Mereka tidak hanya belajar melalui teori di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan masyarakat.
Duet Pildacil Gaungkan Pesan “Santri Hebat, Indonesia Kuat”
Semangat Hari Santri Nasional juga hadir melalui penampilan duet pildacil oleh Queensa Hafizah Azami dan Rhea Kaira Pathra.
Keduanya menyampaikan materi bertajuk “Santri Hebat, Indonesia Kuat” yang mengangkat pentingnya peran santri dalam membangun bangsa.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa menjadi santri hebat tidak cukup hanya dengan menguasai ilmu agama.
Santri juga perlu memiliki akhlak mulia, semangat menuntut ilmu, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui penampilan ini, kedua siswi menunjukkan bahwa dakwah dapat dikenalkan sejak usia dini.
Anak-anak memperoleh kesempatan untuk belajar menyampaikan pesan kebaikan, mengasah kemampuan berbicara di depan umum, dan menumbuhkan keberanian untuk tampil.
Tema “Santri Hebat, Indonesia Kuat” juga sejalan dengan pentingnya membentuk generasi muda yang mampu memadukan nilai-nilai keislaman dengan semangat kebangsaan.
Generasi santri diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Festival Santri Menyatukan Seni, Dakwah, dan UMKM
Festival Santri Pangongangan 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi penampilan para peserta, tetapi juga menjadi ruang pertemuan masyarakat.
Berbagai kegiatan berlangsung di kawasan Jalan Merapi dan Jalan Pandan, dengan panggung utama sebagai pusat pertunjukan serta aneka kuliner UMKM yang menambah semarak suasana.
Kehadiran pelaku UMKM turut memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat.
Dengan demikian, festival ini menghadirkan perpaduan kegiatan keagamaan, seni budaya, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Bagi MI Muhimma, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian pembelajaran kontekstual.
Madrasah memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, membangun karakter, dan menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan nyata.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata melalui kegiatan di masyarakat. Melalui tari Saman dan pildacil, mereka belajar bekerja sama, berani tampil, menyampaikan pesan kebaikan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab. Inilah bagian dari proses membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berkemajuan” ujar Khamim, wakil Kepala Madrasah.
Mengembangkan Generasi Qur’ani Berprestasi dan Berakhlak
Dua penampilan siswi MI Muhimma membawa pesan yang saling melengkapi. Tari Saman memperlihatkan pentingnya kekompakan dan kerja sama, sedangkan duet pildacil menyuarakan nilai keislaman dan semangat kebangsaan.
Keduanya mencerminkan bahwa pendidikan madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik.
Tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan, kreativitas, dan keberanian peserta didik.
Melalui berbagai kegiatan di dalam maupun di luar madrasah, MI Muhimma terus mendorong siswa untuk tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, cerdas, dan berkemajuan.
Partisipasi dalam Festival Santri Pangongangan 2026 menjadi salah satu wujud nyata upaya tersebut. Para siswi belajar bahwa setiap kemampuan dapat menjadi sarana untuk menyebarkan kebaikan, mempererat kebersamaan, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan.
Dua penampilan, satu semangat: menghadirkan generasi santri yang mencintai Al-Qur’an, menjaga akhlak, mengembangkan potensi, dan siap berkontribusi untuk Indonesia.






0 Tanggapan
Empty Comments